Timor Express

METRO

Judi KP, Polda Tetapkan 11 Tersangka, 2 Ditahan

PAPAR KASUS. Kasubdit Jatanras, AKBP Josua Tampubolon (depan kanan) didampingi Kasubbid Penmas, AKBP Antonia Pah (depan kiri) memaparkan kasus perjudian kupon putih di Mapolda NTT, Senin (16/4).

OBED GERIMU/TIMEX

Total Barang Bukti Uang Rp 5.766.000

Di Kabupaten Belu dan TTU

KUPANG, TIMEX – Pihak Subdit Jatanras Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT berhasil mengungkap kasus perjudian kupon putih di Kabupaten Belu dan Kabupaten TTU.

Kasubdit III Jatanras, AKBP Josua Tampubolon, dalam jumpa pers di Mapolda, Senin (16/4), menjelaskan proses hukum kasus tersebut.

Didampingi Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda NTT, AKBP Antonia Pah, Josua Tampubolon, mengatakan, kasus perjudian di Kabupaten Belum diungkap di Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan pada Rabu (28/3), sekira pukul 16.00.

Josua sampaikan pengungkapan kasus itu berawal pada Selasa (27/3), tepatnya sehari sebelum kunjungan kerja Kapolda NTT ke Polres Belu.

Saat itu pihak Jatanras mendapat informasi dari media sosial facebook dan tokoh pemuda serta masyarakat Belu bahwa marak perjudian di daerah tersebut.

“Masyarakat kemudian meminta Kapolda NTT untuk memberantasnya. Atas perintuh Direktur Reskrimum, Timsus Judi Subdit Jatanras turun melakukan penyelidikan,” kata Josua.

Selanjutnya saat kunjungan kerja Kapolda ke Polres Belu dan peresmian Pos Motaain perbatasan Belu dengan Timor Leste, pihaknya berhasil melakukan tangkap tangan dan penggebrekan di rumah sekaligus yang dijadikan toko sembako milik Lilis yang beralamat di Kelurahan Fatukbot.

“Ibu Lilis setiap harinya merupakan pengecer,” sebut Josua.

Ia melanjutkan, bersamaan waktu tersebut dilakukan tangkap tangan terhadap 10 orang pemain beserta barang bukti uang tunai sebanyak Rp 2.466.000.

“Kita juga mengamankan barang bukti 1 unit handphone milik Lilis, termasuk potongan kertas nota berisikan catatan shio kupon putih,” beber dia.

Polisi kemudian melakukan interogasi terhadap Lilis yang mengaku menyetor langsung kepada bandar berinisial RT dan F.

Sekira pukul 19.00, tim langsung ke rumah bandar tersebut namun yang bersangkutan sudah melarikan diri dan ponselnya mati.

Tim Jatanras kemudian membawa tersangka Lilis dan barang bukti ke Kantor Ditreskrimum Polda NTT guna proses penyelidikan dan penyidikan selanjutnya.

Dalam pengungkapan di Belu, polisi telah menetapkan 10 orang tersangka, masing-masing Lilis, 33, selaku pengecer, PK, 48, warga Tukuneno, FC, 24, mahasiswa asal Motabuik, FMF, 37, warga Motabuik, JMB, 33, warga Asuulun, KO, 29, warga Masmae, YK, 29, warga Tubakioan, KFF, 24, warga Lolowa, JDSN, 44, PNS asal Tubakioan dan TF, 24, warga Oetimu.

“Terhadap Lilis sudah dilakukan penahanan selama 18 hari, sejak 29 Maret hingga saat ini,” imbuh Josua.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 303 ayat (1) dan ke- 2e KUHP dan atau 303 bis ayat (1) dan ke- 2 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau pidana paling banyak Rp 25 juta dan atau hukuman 4 tahun penjara atau pidana denda paling banyak Rp 10 juta.

Kasus tersebut disidik penyidik Subdit Jatanras berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/133/III/2018/SPKT tanggal 29 Maret 2018.

Tak hanya itu, penyidik juga bekerja sesuai surat perintah penyidikan Nomor: SP-Sidik/166/III/2018/SPKT tanggal 29 Maret 2018 dan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor: B/75/IV/2018/Ditreskrimum tanggal 2 April 2018.

Selain di Kabupaten Belu, lanjut Josua, Subdit Jatanras juga mengungkap kasus perjudian kupon putih di Kabupaten TTU.

Timsus Sikat Judi Jatanras Polda NTT turun melakukan penyelidikan pada Sabtu (7/4), dan sekira pukul 18.00 tim berhasil melakukan tangkap tangan terhadap Jhonarius Kefi alias Jhon yang beralamat di Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Pada saat itu, jelas Josua, Jhonarius sedang melakukan permainan judi kupon putih dengan cara merekap angka/shio yang sudah dipasang oleh pemain serta sedang menghitung uang hasil penjualan yang akan disetorkan kepada bandar berinsial M dan A.

“Pada saat itu pelaku langsung diamankan beserta barang bukti berupa uang Rp 3.300.000, 1 buah ponsel merek Nokia warna hitam, 1 buah buku berisikan catatan angka kupon putih, 1 lembar kertas berisikan ramalan angka dan shio kupon putih,” ungkap perwira menengah dengan pangkat dua melati di pundak tersebut.

Setelah itu, Josua sampaikan, tim melakukan pengembangan terhadap M dan A yang menurut Jhon sebagai bandarnya, namun keduanya tidak berada di tempat dan diduga melarikan diri.

Personel Subdit Jatanras lalu membawa tersangka Jhonarius beserta barang bukti ke kantor Ditreskrimum Polda NTT guna proses penyelidikan dan penyidikan selanjutnya.

“Tersangka telah dilakukan penahanan sejak 8 April 2018 hingga saat ini. Dia dijerat dengan Pasal 303 ayat (1) ke- 1e dan ke-2e KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta,” terang Josua Tampubolon. (joo)

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!