Obat Tradisional Berbagai Merek Disita – Timor Express

Timor Express

NUSANTARA

Obat Tradisional Berbagai Merek Disita

DISITA.Puluhan obat-obatan tradisional berbagi merek yang tidak terdaftar disita oleh Gabungan BBPOM Mataram dan polda NTB di kawasan jalan Brawijaya .sandubaya ,Mataram .senin (16/4)

YUYUN /LOMBOK POST

MATARAM, TIMEX-BBPOM Mataram terus mengawasi peredaran obat dan makanan di NTB. Kemarin, obat-obatan tradisional berbagai merek yang tidak terdaftar dan tanpa izin edar disita oleh tim gabungan BBPOM Mataram dan Polda NTB. Penyitaan dilakukan di kawasan kontrakan Gg. Raden Ayu No. 1, Jalan Brawijaya, Sandubaya, Mataram. Penyitaan ikut disaksikan oleh kepala lingkungan setempat.

“Jadi yang kami amankan, kami sinyalir tidak terdaftar atau izin edarnya tidak ada. Jadi kalau kita cari nomor-nomor ini di halaman resmi Badan POM tidak akan ketemu,” ujar Tito Veriyanto, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda, BBPOM Mataram, kemarin.

Saat itu, petugas menyita 32 jenis obat-obatan. Terrdiri dari obat kuat dan jamu dengan harga ditaksir Rp 30 juta. Tito menjelaskan, dari penuturan pemilik yang berinisial S, obat-obatan tersebut berasal dari Pasar Bunder, Sragen, Jawa Tengah. Sama seperti hasil sitaan sebelumnya, obat-obatan tradisional merupakan buatan lokal.

“Dari track record sitaan kami sebelumnya, ini produksi lokal tapi dibungkusnya ada tulisan-tulisan China,” imbuh Tito.

Dijelaskan Tito, efek samping dari obat-obatan yang disita tersebut mengandung bahan kimia yaitu Sildenafil. Hal ini akan berakibat fatal jika dikonsumsi oleh penderita hipertensi (tekanan darah tinggi). Selain itu, bisa merusak ginjal karena arah ekskresi obat kuat melalui ginjal.

“Khawatirnya dengan ditambah bahan kimia tersebut efeknya nanti ke ginjal,” ujar Tito.

Kata dia, dari penuturan pemilik, obat-obatan tersebut akan dijual di wilayah Kota Mataram dan sekitarnya. Oleh karena itu, untuk mencegah hal yang sama agar tidak terjadi lagi maka pihak BBPOM Mataram meminta pemilik membuat surat pernyataan. “Selain penyitaan, kami buatkan juga surat pernyataan untuk pemiliknya. Dengan harapan, biar nggak jual barang begini lagi,” tegasnya. (cr-yun/r7/jpg/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!