Sekda NTT Diperiksa Penyidik Polresta – Timor Express

Timor Express

METRO

Sekda NTT Diperiksa Penyidik Polresta

NGOBROL. Sekda NTT Ben Polo Maing (kanan) ngobrol dengan Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman (kiri) di depan ruang pemeriksaan Satreskrim, Mapolresta, Selasa (17/4).

OBED GERIMU/TIMEX

Saksi Kasus Penggelapan Uang Rp 650 Juta

KUPANG, TIMEX–Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Benediktus Polo Maing diperiksa penyidik Unit Pidum Satreskrim Polres Kupang Kota, Senin (16/4).
Sosok yang akrab disapa Ben itu memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi Mapolres Kupang Kota di Jl. Frans Seda, sekira pukul 10.30. Bekas Kadis Kehutanan NTT itu ke Mapolresta menumpang mobil dinasnya dengan nomor polisi DH 6 didampingi Kabag Bantuan Hukum, Biro Hukum Setda NTT, Alex Lumba dan dua orang stafnya.

Dia selanjutnya diarahkan petugas menuju ruang Kanit Pidum dan diperiksa Ipda Yance Y. Kadiaman hingga pukul 12.00. Ipda Yance Kadiaman saat diwawancara, mengatakan, Ben diperiksa sebagai saksi dalam kapasitas Ketua Panitia HUT ke-59 Provinsi NTT.

Yance jelaskan, Ben telah memberikan keterangan bahwa kegiatan HUT NTT merupakan agenda tahunan dan jauh sebelumnya telah dialokasikan anggarannya pada Biro Kesra senilai Rp 188 juta. “Kita tetap akan dalami lagi dan segera penyitaan barang bukti dan melakukan gelar perkara penetapan tersangka,” sebut perwira pertama polisi itu di ruang kerjanya.
Ben yang dicegat wartawan usai pemeriksaan, mengatakan kegiatan HUT NTT merupakan agenda tahunan sehingga sudah ada anggarannya.

“Jadi tidak benar kalau pemerintah tidak ada uang lalu pinjam ke masyarakat. Oknum ASN yang menjadi terlapor sudah kami mintai klarifikasi dan yang bersangkutan mengaku meminjam untuk kepentingan pribadi. Ini ceritanya gali lubang tutup lubang. Saya sudah minta dia untuk kembalikan saja,” sebut Ben.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melayani oknum ASN yang meminjam uang dengan alasan untuk kepentingan lembaga pemerintah.
“Kalau ada, saya pastikan itu penipuan. Jangan dilayani,” imbau dia.

Mencermati temuan adanya modus peminjaman uang oleh oknum ASN mengatasnamakan Pemprov NTT untuk kegiatan lembaga pemerintah bersangkutan, Ben menegaskan semua kegiatan Pemprov telah dialokasikan dana.

Ia mengatakan dana selalu tersedia sehingga tidak mungkin dan tidak dibenarkan Pemprov meminjam uang dari masyarakat. “Jika masyarakat menemukan adanya ASN yang meminjam uang dari masyarakat atas nama dinas/badan/biro di Pemprov NTT maka sesungguhnya itu adalah modus penipuan dan menjadi tanggung jawab antara yang meminjam dan yang memberi pinjaman. Kami imbau masyarakat agar menghindari atau tidak memberi pinjaman,” lanjut Ben.

Pemeriksaan terhadap Ben Polo Maing dilakukan penyidik Satreskrim Polres Kupang setelah Senin pekan lalu memeriksa Karo Kesra Setda NTT, Barthol Badar.
Barthol saat itu diperiksa selama lima jam lebih sebagai saksi. Dalam keterangannya ke penyidik, Barthol mengaku tidak tahu menahu soal peminjaman uang senilai Rp 650 juta milik Bripka Mersi Paa yang dilakukan bendaharanya Isabela Doko.

Bartol Badar dalam keterangannya juga menyampaikan perayaan HUT NTT dan malam tutup tahun telah dialokasikan anggarannya, yaitu Rp 188 juta untuk perayaan HUT NTT dan 222 juta untuk perayaan malam tutup tahun.

Bripka Mersi Paa selaku korban, saat diwawancarai di Mapolresta, mengatakan dirinya telah beberapa kali memberikan keterangan ke penyidik, termasuk menyerahkan bukti kuitansi peminjaman uang. “Ada beberapa kuitansi, karena peminjaman uang dilakukan terlapor Isabela Doko ada lima kali berturut-turut selama bulan Desember 2017,” sebut Mersi. (joo/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!