Timor Express

SPORTIVO

Untuk Rehab Stadion mendahului Pembahasan ABPD Perubahan 2018

PIMPIN RAPAT. Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto didampingi Wakil Ketua Muhammad Ansor dan Yusuf Takandewa saat memimpin jalannya rapat dengar pendapat dengan dengan Dispora NTT, di ruang komisi V, Senin (16/4)

IST

Komisi V Tolak Persetujuan Penggunaan Anggara

KUPANG,TIMEX – Komisi V DPRD NTT menolak surat dari gubernur yang meminta dukungan menggunakan anggaran sebesar Rp 3.009 miliar mendahului pembahasan APBD perubahan 2018, guna melanjutkan rehabilitasi Stadion Oepoi Kupang yang terhenti sejak akhir tahun 2017 lalu.

Penggunaan anggaran yang diusulkan tersebut, merupakan sisa anggaran rehabilitasi stadion Oepoi Kupang senilai Rp 6,3 miliar lebih, yang belum terpakai.

Keputusan untuk menolak permintaan gubernur tersebut diambil dalam rapat dengan pendapat Komisi V DPRD NTT dengan Dispora NTT, Senin (16/4) kemarin di ruang rapat komisi V yang di pimpin langsung Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto didampingi sejumlah Wakil Ketua diantaranya Muhammad Ansor dan Yusuf Takandewa dan dihadiri pula oleh beberapa anggota Komisi lainnya. Sementara dari Dispora NTT, hadir antara lain kadispora NTT Nahor Talan, Sekretaris Dispora Lambert Tukan dan pejabat Dispora lainnya.

Jimmi Sianto selaku ketua Komisi V yang dikonfirmasi koran ini membenarkan penolakan tersebut.
“Komisi V memang menolak usulan tersebut, dengan berbagai pertimbangan. Bahkan seluruh pimpinan dan anggota Komisi yang hadir sepakat menolak,” terangnya.

Penolakan ini, lanjutnya bukan karena Komisi V tak ingin menuntaskan rehabilitasi stadion tersebut, namun ada beberapa hal mendasar yang perlu di jelaskan lebih lanjut, sehingga persoalan terhentinya rehab stadion ini menejadi lebih transparan sebelum persetujuan diberikan.

“Komisi V tetap mendukung penuh dan mendorong pemerintah Provinsi NTT untuk membangun olahraga dengan membangun fasilitas olahraga serta SDM, dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga,” tegasnya.

Untuk memperjelas kenapa sampai rehab stadion Oepoi ini terhenti, Komisi V lanjutnya akan menunggu hasil pemeriksaan BPK.
“Karena itu Komisi V juga meminta agar Pemprov NTT melalui dispora agar berkoordinasi dengan BPK sehingga rekomendasi hasil pemeriksaan BPK bisa dipercepat,” terangnya.

Komisi V lanjut Jimmi, akan menjadwalkan ulang rapat dengar pendapat untuk membahas usulan ini, yang wajib dihadiri oleh Sekda, TAPD, ULPD.
“Saat rapat tersebut, rekomendasi dari BPK harus di bawa serta,” ingatnya.
Ditambahkan Jimmi, bukan hanya menolan untuk memberikan persetujuan, dalam Rapat tersebut Anggota Komisi V bahkan merekomendasikan agar ada langkah hukum yang diambgil terkait persoalan terhentikan rehabilitasi stadion Oepoi ini.(rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!