Harga Bawang Merah dan Cabe Mulai Naik – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

Harga Bawang Merah dan Cabe Mulai Naik

Staf Ahli Bidang HI Kemendag RI, Dody Edward dan tim dari Dinas Perdagangan NTT, TPID NTT, dan Satgas Pangan berdiskusi dengan pedagang di PAsar Kasih Naikoten, Selasa (17/4).

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Pangan Lainnya Masih Stabil

KUPANG, TIMEX – Untuk memastikan harga dan pasokan bahan pokok di NTT jelang bulan puasa, Tim Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI bersama tim dari Dinas Perdagangan NTT, TPID NTT, dan Satgas Pangan, Selasa (17/4), memantau harga pasar komoditi hortikultura di Pasar Kasih Naikoten.

Dari hasil pemantaun, harga pangan secara umum masih stabil. Misalnya, beras, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang putih, kentang, tomat dan lain sebagainya. Namun ada beberapa komoditi yang harganya mulai naik, seperti bawang merah dan cabe rawit merah. Harga bawang merah kini berkisar antara Rp35 ribu-Rp 36 ribu. Sedangkan harga cabe rawit merah mencapai Rp 70 ribu.

Padahal berdasarkan data perkembangan pasar komoditi hortikultura dari DInas Pertanian NTT tanggal 16 April 2018, harga bawang merah di empat pasar tradisional (Pasar Naikoten, Oebobo, Kuanino da Oeba) berkisar antara Rp 20 ribu – Rp 20 ribu. Sedangkan harga rawit merah berkisar antara Rp 55 ribu – Rp 60 ribu.

Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kemendag RI, Dody Edward kepada wartawan, menyebutkan, dari hasil pemantauan di pasar tradisional secara umum harga bahan pokok masih stabil. Bahkan ada yang harganya sudah turun, seperti beras. “Jelang bulan bulan puasa, pemerintah hadir untuk memastikan harga dan pasokan bahan pokok. Hasil pantauan di pasar tradisional menunjukan harga bahan pokok relatifstabil,” kata Dody didampingi Kepala Biro Umum Kemendag, Simon Zelotes, Kepala Biro Ekonomi Setda NTT, Petrus Keron, Kepala Dinas Perdagangan NTT, Simon Tokan dan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, MUhamad Syahrial.

Beberapa komoditi yang naik, menurut Dody, kenaikan harganya karena fluktuasi dan kisaran kenaikannya tidak begitu signifikan. Untuk itu, Kemendag bersama pemda setempat harus terus bekerja sama menjaga stabilitas harga agar bahan pokok yang relatif stabil, tetap dalam kondisi stabil. Sedangkan bahan pokok yang naik, diupayakan untuk kembali stabil dan perlu diantisipasi agar jangan sampai harganya terus melonjak.

Sedangkan mengenai ketersediaan bahan pokok di gudang distributor, termasuk gudang bulog, Dody mengatakan, pasokan bahan pokok seperti beras, gula, tepung terigu, minyak goreng sangat cukup untuk beberapa bulan ke depan. Sebab bulog dan distributor lainnnya, masih terus mendatangkan bahan pokok. “Ketersediaan pasokan bahan pokok di gudang distributor sesuai pemantauan kita, semua masih aman,” katanya.

Sementara Kepala Biro Ekonomi Setda NTT, Petrus Keron mengatakan, semua stakeholder terkait didukung Satgas Pangan harus bersama-sama menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan. Sehingga di bulan puasa yang akan datang, masyarakat khususnya kaum muslimin muslimat bisa membeli bahan pokok dengan harga yang wajar. “Kita harus sama-sama menjaga agar harga bahan pokok di pasar tetap stabil, sehingga masyarakat umum dan saudara kita umat muslim dapat menjalankan puasa dengan baik dan tidak panik karena harga bahan pokok melonjak,” ungkapnya. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!