Gara-gara Belis, Antonius Luan Tewas Ditikam – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Gara-gara Belis, Antonius Luan Tewas Ditikam

BETUN, TIMEX – Kasus pembunuhan kembali terjadi di Kabupaten Malaka. Kali ini, pelakunya, Dimas Raja Djami, 33 dan korban Antonius Luan, 25. Dugaan kuat motif pembunuhan dipicu penyelesaian adat belis nikah.

Informasi yang dihimpun Timor Express menyebutkan, peristiwa nahas itu terjadi, Selasa (17/4) sekira pukul 21.00 di Kampung Debutalin Dusun Molosoan Desa Rainawe Kecamatan Kobalima.

Saat itu korban Antonius Luan bertandang ke rumah pelaku Dimas Raja Djami, yang tidak lain adalah iparnya. Korban Antonius selama ini tinggal di Kalimantan dan baru seminggu kembali di kampung untuk mengunjungi keluarga besarnya,  termasuk selesaikan adat belis Yuliana Abuk, saudarinya yang dinikahi pelaku Dimas.

Sayangnya, saat dialog sempat terjadi perang mulut yang berujung perkelahian hingga terjadi penikaman. Antonius terkena luka tikaman pisau sebanyak tiga kali dibagian dada kiri dan lengan kanan hingga korban jatuh terkapar. Korban langsung meninggal di TKP karena pendarahan serius.

Teriakan histeris Yuliana Abuk, istri pelaku membuat warga berdatangan di tempat kejadian perkara (TKP). Korban akhirnya digotong ke Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun. Sedangkan pelaku setelah melancarkan aksinya langsung kabur dan bersembunyi di desa tetangga.

Keesokan harinya, Rabu (18/4) sekira pukul 05.00, pelaku berhasil diciduk polisi dan langsung digiring ke Polres Belu. Kasus pembunuhan proses hukumnya bukan ditangani Polsek Kobalima tapi langsung ditangani Polres Belu.

Meliana Bete, mama besar korban menuturkan, sekira pukul 19.30, korban sempat bertandang ke rumahnya untuk meminta nomor handphone-nya. Korban lalu pergi menuju rumah pelaku. Tak lama berselang terdengar suara teriakan dari rumah pelaku. Warga bergegas ke TKP dan menemukan korban sudah jatuh tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan raya.

Menurut Meliana, korban selama ini tinggal di Kalimantan bersama istri dan kedua orang tuanya. Korban baru tiba di kampung. Kehadirannya di Dusun Molosoan untuk menjenguk keluarga besarnya di Dusun Molosoan Desa Rainawe.

Sementara Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Belu, Iptu Jemmy Noke membenarkan kejadian pembunuhan yang dilakukan Dimas Raja Djami terhadap Antonius Luan di Kampung Debutalin Dusun Molosoan Desa Rainawe Kecamatan Kobalima.

Korban Antonius  selama ini tinggal di Kalimantan dan baru seminggu tiba di Renawe untuk mengunjungi keluarga besarnya. Korban merupakan ipar yang saat itu bertamu ke rumah tersangka. Sesaat sebelum peristiwa itu sempat terjadi pertengkaran hingga terjadi penikaman. Korban jatuh terkapar dan akhirnya meninggal akibat terkena luka tusukan pisau.

“Korban di gotong ke RSPP Betun dan sudah dilakukan visum et repertum. Korban saat ini sedang disemayamkan di rumah duka menunggu tim identifikasi penyidik Polres Belu,” jelasnya.

Dikatakan, setelah terjadi peristiwa pembunuhan tersangka sempat kabur dan bersembunyi di salah satu rumah warga dan baru berhasil diringkus keesokan harinya oleh tim Buser Polres Belu. Saat ini, tersangka sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan Reskrim Polres Belu.

Polisi sedang mendalami dan belum dipastikan motif kasus pembunuhan yang merenggut nyawa Antonius.

Untuk menjaga situasi agar aman dan kondusif saat ini di TKP pengamanan di-beck up Satgas Brimob Wemasa dengan persenjataan lengkap. (mg24/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!