Timor Express

KUPANG METRO

Temukan 10 Pasien, Dinkes Gencar Tangani Kusta

KUPANG, TIMEX – Pemkot Kupang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mencari dan mendata penderita kusta di wilayah Kota Kupang.

Tahun 2017, Dinkes berhasil mendata 10 pasien yang positif menderita kusta.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian dan Penyakit Menular Dinkes Kota Kupang, Sri Wahyuningsi, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (19/4), mengatakan, jumlah penderita kusta di Kota Kupang mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.

Hal tersebut dikarenakan dari jumlah yang terdata, ada pasien yang setelah mendapat penanganan medis secara intensif akhirnya berhasil disembuhkan.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, jelas Sri, jumlah penderita kusta di Kota Kupang berubah-ubah, dimana tahun 2015 terdata 3 kasus.

Sementara itu, tahun 2016 menurun menjadi satu kasus, dan tahun 2017 naik lagi menjadi 6 kasus. “Total dari tahun 2015, 2016 dan 2017 ada 10 kasus,” sebut Sri.

Total kasus kusta tersebut diketahui sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Puskesmas Kota Kupang terhadap warga masyarakat yang berada di dalam wilayah pelayanannya.

“Dalam pemeriksaan tersebut, ada 10 orang positif kusta. Ada juga 21 orang yang baru gejala kusta dan sangat membutuhkan pengobatan sehingga tidak bertambah parah,” jelas dia.

Sri juga sampaikan penyakit kusta bukan penyakit turunan, karena secara medis disebabkan bakteri mycobaterium leprae yang menyerang saraf tepi kulit dan organ tubuh.

Dan untuk menangani kusta di Kota Kupang, Sri katakan pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program P2 Kusta di puskesmas se-Kota Kupang.

“Kita juga terus memberikan penyuluhan kusta di masyarakat, sekolah, pasien dan keluarga pasien,” imbuh dia.

Tidak hanya itu, Dinkes Kota Kupang juga gencar memberikan pelatihan kusta bagi pengelola program Kusta di 11 puskesmas, klinik dan satu rumah sakit di Kota Kupang.

Dinkes juga melakukan pemeriksaan kontak serumah dan lingkungan, pencatatan dan pelaporan program, monev program, penyediaan logistik, register kohort pasien, pelaporan dan pertanggungjawabann program.

“Termasuk penemuan pasien secara pasif melalui pelayanan di UPK dan survei kontak serumah dan rapid village survei (RVS),” sebut Sri Wahyuningsi. (joo)

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!