Timor Express

KUPANG METRO

2019, Pemkot Tutup Lokalisasi Prostitusi

Penghuni Diberi Kursus Keterampilan 

KUPANG, TIMEX – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang bakal menutup semua tempat lokalisasi prostitusi di wilayah Kota Kupang.

Penutupan lokalisasi menjadi salah satu program prioritas yang bakal dibahas khusus secara bersama dalam rapat koordinasi (Rakor) pemerintah daerah di tingkat pusat.

Dengan demikian, penutupan lokalisasi tidak hanya dilakukan di Kota Kupang, tetapi berlaku untuk seluruh wilayah di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man, saat diwawancarai Timor Express di Jl. El Tari, Senin (23/4).

Hermanus jelaskan, pemerintah daerah seluruh Indonesia akan mengikuti Rakor untuk membahas hal tersebut.

Penutupan tempat lokalisasi kata dia, merupakan instruksi pemerintah pusat untuk semua wilayah.

“Jadi untuk Kota Kupang akan mulai dilakukan pada awal tahun 2019,” kata dia.

Orang nomor dua di Pemkot Kupang itu melanjutkan, sebelum melakukan penutupan tempat lokalisasi, pemerintah terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi dan menjelaskan tentang aturan yang berpayung hukum.

“Kami akan sosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat dan para pekerja di tempat lokalisasi. Bukan hanya menutup tempat lokalisasi, kami juga akan berpikir bagaimana memberikan kehidupan yang layak bagi mereka yang bekerja di tempat lokalisasi,” jelasnya.

Ia mengaku sudah pernah berdiskusi dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, dan jika ada pekerja di tempat lokalisasi yang merupakan warga asal Surabaya, maka akan dijemput langsung oleh Wali Kota-nya. Begitupun dengan kota lainnya di Indonesia.

“Kami tidak akan menelantarkan para pekerja di tempat lokalisasi ini. Bukan hanya masalah jual beli seks, tetapi masalah perbudakan di dalam tempat lokalisasi ini yang kami sedang mencari jalan keluar. Tidak boleh ada orang yang terlilit utang lalu menjual tubuhnya untuk membayar. Ini adalah hal yang tidak benar,” katanya.

Hermanus mengungkapkan, Pemkot Kupang sementara berpikir untuk mencari solusi terbaik dalam menangani masalah ini.

“Untuk itu, kita sudah merencanakan berbagai pelatihan untuk memberdayakan para pekerja ini. Dengan meningkatkan keterampilan mereka, mungkin dengan kursus menjahit, kursus masak, dan membuat kerajinan tangan dan macam-macam pelatihan lainnya,” terangnya.

Ia berharap, semua masyarakat mengerti dengan rencana dan peraturan yang telah dibuat.

“Kita sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai agama dan budaya tentu mendukung pemerintah pusat untuk menutup tempat lokalisasi,” ujarnya.

Hermanus menilai tempat lokalisasi juga sebagai tempat penularan penyakit HIV AIDS terbesar. Maka dengan ditutupnya tempat lokalisasi diharapkan akan mengurangi penularan virus HIV AIDS. (mg25/joo)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!