DPRD Panggil OJK dan Pemprov – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

DPRD Panggil OJK dan Pemprov

Hasil FPT Belum Diumumkan

KUPANG, TIMEX – Proses seleksi dewan komisaris dan direksi Bank NTT terus bergulir, meski OJK telah menyerahkan hasil uji kelayakan dan kepatutan tujuh calon yang diajukan.
DPRD NTT telah memastikan pemanggilan terhadap pemerintah provinsi NTT serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mempertanyakan sejauhmana operasional bank kebanggaan masyarakat NTT itu. Tidak berkaitan dengan hasil uji kelayakan yang dilakukan OJK.

Ketua Komisi III DPRD NTT, Hugo Rehi Kalembu yang diwawancarai Timor Express, Jumat (27/4) menegaskan, pihaknya sebelumnya sudah memanggil Kepala OJK Perwakilan NTT, Winter Marbun pertengahan April 2018. Namun karena kesibukannya, sehingga dijadwalkan ulang usai masa reses DPRD NTT awal Mei nanti. “Kita selama ini kan yakin bahwa apa yang dilakukan selalu yang terbaik berdasarkan kajian yang dilakukan oleh mereka,” kata Hugo yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar itu.

Menurut dia, apa pun hasil seleksi yang sudah dilakukan OJK, bukan menjadi urusan DPRD, baik yang lolos maupun yang belum memenuhi syarat. Pasalnya, secara teknis adalah bukan kewenangan DPRD.

Namun dia mewanti-wanti pemegang saham pengendali dan lainnya jika ada jabatan yang masih tetap lowong karena calonnya tidak lolos seleksi. Hugo kembali mempertanyakan alasan pemilihan calon yang hanya menyisakan satu calon untuk setiap jabatan. “Tapi kalau terjadi begitu (ada yang tidak lolos), maka pasti tambah waktu lagi. Kita akan memanggil pemerintah untuk rapat. Kenapa bisa begitu, kenapa ambil risiko, hanya satu calon sehingga kalau ada yang tidak lolos, harus rekrut baru lagi dan keluar biaya lagi,” tandas Hugo.

Menurut dia, seharusnya keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) mempertimbangkan kemungkinan lain yang bisa terjadi. Dia sebutkan, ketentuan regulasi memberikan ruang untuk mencalonkan lebih dari satu sebagai cadangan. “Nanti rekrut baru, proses baru, tentu butuh waktu lama lagi. Apalagi aturan di OJK itu ada jangka waktunya,” tandasnya lagi.

Dia tambahkan, para pemegang saham sudah harus bersikap lantaran Komisaris Utama Bank NTT, Frans Salem telah mengajukan pengunduran diri. Menurut dia, ketika salah satu pengurus mengundurkan diri, apalagi di tengah ketidakpastian proses seleksi pengurus baru, hal itu merupakan sebuah masalah. “Itu mengganggu kinerja. Ini yang kami awasi dengan tidak mencampuri urusan teknis. Tetapi bank ini kan mengelola dana rakyat (sekira RP 10 triliun), maka kita awasi supaya dia kembali sehat dan bisa berjalan normal lagi,” tutupnya.

Sementara itu hasil fit and proper test (FPT) calon pengurus Bank NTT hingga Sabtu kemarin belum diumumkan Bank NTT. Koran ini pagi kemarin hendak mengkonfirmasi hasil FPT tersebut di Kantor Pusat Bank NTT namun tidak berhasil. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Bank NTT Eduardus Bria Seran dan Ketua Komisaris Independen Bank NTT yang juga Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) Piet Jemadu tidak berada di tempat.

Sehari sebelumnya, Kamis (26/4) Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT Winter Marbun membenarkan hasil seleksi FPT tujuh calon pengurus Bank NTT (selengkapnya lihat grafis) sudah diserahkan ke Bank NTT. FPT itu sendiri dilaksanakan 5-6 April lalu di Denpasar, Bali. Tujuh calon pengurus Bank NTT hasil RUPS Maumere mengikuti FPT. (cel/tom/sam)

 

Calon Pengurus Bank NTT

Direktur Utama, Eduardus Bria Seran

Direktur Pemasaran Dana, Alex Riwu Kaho

Direktur Umum, Thadeus Sola

Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu

Dewan Komisaris

Komisaris Utama, Hali Lanan Ilias

Komisaris Independen

-Samuel Djo

-Sukardan Aloysius



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!