Timor Express

NUSANTARA

Disambar Petir, Tangki Pertamina Terbakar

ASET VITAL. Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di tangki minyak milik Pertamina di Stasiun Pusat Pengumpul Produksi (PPP) Sangasanga Kalimantan Timur yang terbakar karena disambar petir, Senin (7/5).

JPG

BALIKPAPAN, TIMEX–Raung sirene dua unit pemadam kebakaran dari tim Operasi Penanggulangan Keadaan Darurat (OPKD) menyentak warga Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar), kemarin (7/5). Tim milik PT Pertamina EP Asset V Field Sangasanga itu bergegas menuju Kelurahan Sangasanga Dalam. Ada kepulan asap hitam dari salah satu tangki pengumpul minyak mentah di kawasan itu.
“Kami terima laporan pukul 14.00 Wita. Tangki H-4 yang terletak di Stasiun Pusat Pengumpul Produksi (PPP) Sangasanga terbakar,” terang Asset 5 Legal and Relation Manager Pertamina EP Field Sangasanga Yosi Ardilla tadi malam.

Tangki itu berkapasitas 90 ribu barel minyak mentah. Sebelum peristiwa terjadi, ada kegiatan pemompaan (loading). Dari tangki menuju kapal barge. Namun, kegiatan dihentikan. Sesuai dengan standard operating procedure (SOP), dilarang melakukan aktivitas dalam kondisi cuaca buruk.

Ketika kejadian, kondisi langit mendung dengan petir menyambar. Tak lama, tiba-tiba terdengar suara keras disusul kobaran api. “Dari informasi yang kami terima dari saksi di lapangan, terjadi sambaran petir. Mengenai bagian tepi atas tangki,” ucap Yosi.

Padahal, kata Yosi, tangki hitam tersebut sudah dilengkapi dengan dua lightning arrester. Yakni, komponen proteksi petir internal. Fungsinya sebagai penerima tegangan listrik petir berlebih. Berdasarkan inspeksi terakhir pada November 2017, dinyatakan berfungsi dengan baik. Semua peralatan pendukung penanggulangan keadaan darurat di tangki H-4 juga dinyatakan dalam kondisi baik.

“Sehingga bisa dilakukan penanganan cepat. Api pun berhasil dipadamkan dalam waktu 20 menit menggunakan foam (busa). Dibantu aparat kepolisian dan TNI untuk mensterilisasi lokasi,” tegasnya.

Sterilisasi dilakukan dengan radius 150 meter. Proses pemadaman berlangsung cepat lantaran tangki berada di kawasan terbatas. Sebab itu, tak banyak kendaraan yang menghalangi mobil pemadam. Masyarakat pun dilarang mendekati lokasi. “Letak tangki H-4 ini tersendiri. Berada di kawasan terbatas dan tak diperkenankan untuk dimasuki umum,” ucapnya.

Disebutnya, ini merupakan kejadian pertama. Sebelumnya, sudah sering dilakukan sosialisasi terhadap warga, jadi tak menimbulkan kepanikan. Untuk korban jiwa, dinyatakan negatif. Sementara untuk kerugiannya, masih dilakukan inventarisasi oleh pihak Pertamina EP Asset 5 Field Sangasanga. Selain itu, pihaknya menyatakan, masih melakukan investigasi terkait kasus ini.

“Yang pasti tak mengganggu operasi. Minyak mentah yang ada di tangki H-4 juga tak ikut terbakar dan sudah kami lakukan pemindahan ke tangki lainnya. Yang terbakar hanya bagian luar tangki saja,” tutur Yosi.

Assistant Manager Legal and Relation, PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangasanga, Dika Agus Sarjono menambahkan pihaknya saat ini tengah melakukan investigasi mencari tahu secara pasti penyebab kebakaran. Sekalipun penyebab awal diketahui berasal dari sambaran petir. “Sementara ini kami mengindikasi belum ada minyak mentah yang terbakar. Itu dilihat dari api yang cepat padam. Tapi hasil akhir nanti tim investigasi yang menyimpulkan,” ucapnya.

Ditanya perlu berapa lama investigasi tersebut? Dika belum bisa memastikan. Namun dia menegaskan, yang melakukan investigasi adalah tim internal dari PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangasanga.

Sebagai informasi, produksi minyak mentah di lapangan Sangasanga terbesar di Pertamina Asset V, yakni 6.320 barrels of oil per day (BOPD). Sementara untuk gas di angka 2,3240 MMSCFD. Di Kaltimtara, perseroan ini memiliki lima lapangan minyak dan gas (migas). (*/rdh/aji/rom/k11/jpg/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!