Peserta SBMPTN Diuji Dua Mata Pelajaran – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Peserta SBMPTN Diuji Dua Mata Pelajaran

UJIAN.Peserta SBMPTN sedang mengisi soal ujian yang berlangsung di SMPN 5 Kota Kupang, Selasa (8/5).

IMRAN LIARIAN/TIMEX

Ikut Tes di SMAN 5 Kota Kupang

KUPANG,TIMEX-Sebanyak 480 calon mahasiswa mengikuti tes masuk SBMPTN di wilayah III, SMP Negeri 5 Kota Kupang, Selasa (8/5). Ke-480 calon mahasiswa itu terbagi dalam 24 ruang ujian yang diawasi 48 pengawas.

Sebelumnya, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof.Fred Benu menyebutkan, sebanyak 12.336 peserta SBMPTN tahun akademik 2018 di Universitas Nusa Cendana (Undana) akan memperebutkan 3.360 kursi yang disediakan Undana. Ujian dilakukan secara tertulis berbasis cetak (UTBC) dan ujian tulis berbasis computer (UTBC) yang akan digelar secara serentak di seluruh Indonesia

Di Kota Kupang, ruangan yang dipakai sebanyak 617 ruang kelas, terdiri dari seluruh ruang kuliah di Undana, ruang kelas SMAN 4, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMKN 1, SMAN 5, SMAN 7, SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 5. Seleksi tersebut akan melibatkan 1.234 orang pengawas, selain dosen dan pegawai Undana, juga guru-guru pada sekolah mitra tersebut.

Dalam ujian sehari itu, para peserta diuji dengan dua mata pelajaran yang berkaitan dengan sosial humaniora. Dua mata pelajaran tersebut, yakni tes kemampuan dan potensi akademik serta dasar sosial humaniora.

Penanggungjawab lokasi SMPN 5, Agus Nalle kepada Timor Express di lokasi tersebut menjelaskan, di lokasi tersebut diawasi guru dari SMPN 5 dan dosen Undana Kupang. “Ujian tes dilaksanakan dua sesi. Sesi pertama pukul 11.00 wita sampai 13.45 wita. Sedangkan sesi kedua pukul 14.00 wita sampai 15.30. wita,” sebut dia.

Agus yang juga dosen Fakultas Peternakan Undana itu menjelaskan, terdapat dua orang penanggungjawab. Di antaranya dari pihak Undana dan Kepala SMPN 5 Kupang, yakni Ayub Martinus yang juga Kepala Sekolah SMPN 5

Sementara Ayub Martinus menjelaskan, dari 31 ruangan yang ada di sekolah tersebut, hanya 24 ruangan yang dipakai sebagai ruang ujian. “Saya imbau guru-guru dari SMPN 5 yang ikut mengawas supaya menghambat para calon mahasiswa yang hendak mengikuti ujian walaupun datang terlambat. Karena menurut dia, seluruh anak-anak NTT harus diberi kesempatan untuk kuliah.

“Pendidikan itu sangat penting, maka kita harus motivasi generasi penerus bangsa yang baru lulus SMA/SMK untuk menimba ilmu di bangku kuliah,” tuturnya.(mg22/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!