Kemendikbud Latih Guru Pendidikan Pendekatan Penalaran – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Kemendikbud Latih Guru Pendidikan Pendekatan Penalaran

SUMBANG BUKU.Ketua Panitia Sumbangan buku, Yusuf Landumata menerima 74 buku bekas layak baca dari Jakobus Marcelinus warga Bakti Karang Oebobo Kota Kupang, Jumat (11/5). Buku-buku tersebut akan disumbangkan ke lembaga pendidikan yang membutuhkan. Panitia menerima sumbangan buku bekas layak baca dari siapapun untuk disalurkan demi mendukung pembangunan pendidikan di NTT tercinta.

ISTIMEWA

 

JAKARTA, TIMEX-Kemendikbud melakukan pelatihan untuk guru agar melakukan pendidikan dengan pendekatan penalaran. Pendekatan tersebut sesuai dengan konsep higher order thinking skills (HOTS) yang diterapkan pemerintah dalam ujian nasional (Unas).

Hamid Muhammad

Hamid Muhammad

”Pelatihan dilakukan oleh pusat,” kata Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Hamid Muhammad, Kamisn (10/5). Direktur Pembinaan SMA merupakan penyelenggara acara tersebut dalam dua tahun terakhir. Menurut Hamid, direktur pembinaan SMA melatih guru untuk menulis soal yang menerapkan aplikasi dan penalaran.

Melihat sikap kritis siswa dalam menilai soal yang diujian menurut Hamid merupakan hal yang bagus. Dia yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa sikap kritis siswa dalam menilai soal-soal yang diujikan merupakan sinyal untuk memfasilitasi dan mengarahkan sikap kritis tersebut menjadi kompetensi yang andal.

Sehingga siswa Indonesia menjadi siswa yang mampu berpikir secara kritis, kreatif untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Untuk dapat menyelesaikan soal penalaran siswa tidak hanya perlu menguasai konsep tetapi juga perlu mengolah informasi yang disajikan untuk menemukan penyelesaian yang sesuai.

Sementara itu Kemendikbud tengah memetakkan kekurangan masing-masing sekolah. Hamid mengatakan jika hasil Unas tiap tahunnya akan dianalisis untuk mendiagnosa topik-topik yang harus diperbaiki di setiap sekolah untuk setiap mata pelajaran. Hasil analisis tersebut akan didistribusikan ke semua dinas pendidikan untuk ditindaklanjuti dengan program-program peningkatan mutu pembelajaran.

Hamid menekankan bahwa hal terpenting yang perlu dilakukan dalam proses asesmen adalah menindaklanjuti hasil diagnosisnya. ”Sekolah dengan hasil yang rendah biasanya setelah dipetakkan permasalahan ada di guru dan sarana prasarana,” ucapnya

Dia berjanji akan tetap menjadikan hasil diagnosis ini sebagai salah satu acuan dalam pembuatan kebijakan peningkatan proses pembelajaran. Satu hal positif yang perlu dicatata adalah bahwa hasil Unas tahun ini memberikan gambaran apa adanya tentang salah satu hasil belajar para siswa.

”Distorsi-distorsi pengukuran akan capaian siswa makin dapat dikurangi sehingga hasil UN tersebut bisa dijadikan pijakan yang lebih meyakinkan untuk perbaikan kualitas pendidikan ke depan,” tambah Hamid.(lyn/jpnn/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!