SHU dan Aset KSP TLM Meningkat Drastis – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

SHU dan Aset KSP TLM Meningkat Drastis

TOMMY AQUINODA/TIMEX

RAT Tahunan VII Tahun Buku 2017

KUPANG, TIMEX – Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (KSP TLM), Sabtu (12/5) menggelar rapat anggota tahunan (RAT) VII tahun buku 2017 di Resto Oriental. RAT tersebut dihadiri Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM Kementerian Koperasi, Untung Tri Basuki, Ketua Dekopin, Agung Sujatmoko, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Cosmas Lana, Walikota Kupang Jefri Riwu Kore, Plt. Bupati Sabu Raijua, Nicodemus Rihi Heke, pejabat dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa. Hadir pula Ketua Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon bersama tokoh lintas agama. RAT tersebut juga dihadiri 500 anggota perempuan yang adalah ketua kelompok Sesama (Persekutuan Usaha Bersama).

Dalam laporannya, Ketua Pengurus KSP TLM Pdt. Semuel V. Nitti, mengatakan, saat ini KSP TLM sebagai koperasi primer nasional memiliki 120 ribu anggota dan memiliki 33 kantor cabang serta cabang pembantu yang tersebar di tiga provinsi. Yakni NTT, Sulawei Tengah dan Bali. Jumlah pegawai KSP TLM 437 orang. “Tahun 2018, KSP TLM berencana melebarkan sayap ke Kabupaten Sumbawa Provinsi NTB. Kami berharap semua proses pembukaan cabang dapat berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan dan peraturan pemerintah,” ujarnya.

Menurut Pdt. Nitti, KSP TLM juga fokus melayani anggota perempuan melalui program Sesama sesuai visi misi KSP TLM yakni pemberdayaan perempuan. Melalui program sesama, KSP TLM menyediakan layanan pinjaman dengan rata-rata pinjaman Rp 2 juta dan simpanan serta pendidikan bagi anggota.

Pdt. Nitti juga membeberkan sejumlah keberhasilan KSP TLM pada tahun buku 2017. Antara lain, jumlah anggota bertumbuh 44 persen dari 66.801 orang menjadi 96.289 orang. Jumlah anggota yang meminjam meningkat dari 41.521 orang menjadi 54.422 orang. Jumlah aset bertumbuh sebesar 32,31 persen dari 68,7 miliar menjadi 90,9 miliar. Jumlah pinjaman yang disalurkan kepada anggota bertumbuh 46 persen dari Rp 90 miliar menjadi Rp 131 miliar dengan rata-rata pinjaman Rp 2 juta per orang. Modal mandiri bertumbuh 103 persen dan mendapatkan modal penyertaan baru sebesar Rp 2 miliar. Kualitas program pinjaman dan kredit macet berhasil ditekan menjadi 2,05 persen dari sebelumnya 3,2 persen. Bahkan secara khusus dalam program Sesama, tunggak macet hanya sebesar 0,07 persen. Hasil SHU sebelum pajak bertumbuh 814 persen dari Rp 736 juta menjadi Rp 6 miliar. “Keberhasilan ini berkat dukungan dari Kementerian dan Dinas Koperasi. Dengan demikian keberhasilan ini bukan milik KSP TLM semata, tetapi milik bersama,” katanya.

Sementara Ketua Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon dalam sambutannya, meminta kepada pengurus, manajemen dan staf KSP TLM memperkuat pelayanan, bukan terutama mencari keuntungan semata dan memperlebar kerja bisnisnya. KSP TLM harus menjadi bagian dari pekerjaan gereja untuk mewujudkan komitmen gereja bagi solidaritas Allah terhadap mereka yang miskin dan lemah dalam kehidupan bersama. Dia juga meminta seluruh pengurus untuk dengan sungguh memelihara motivasi pemberdayaan masyarakat. Sehiingga KSP TLM daoat memperoleh kepercayan dari pemerintah, memperoleh kepercayaan dari tokoh dan umat lintas agama di NTT dan Indonesia. “Motivasi kita mesti tulus dan murni sehingga kita bahu membahu untuk memastikan Indonesia sebagai rumah bersama rumah keragaman,” kata Pdt. Mery.

Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore mengucapkan limpah terima kepada KSP TLM yang sudah membantu pemerintahb dan masyarakat Kota Kupang. Sebab baik langsung atau tidak langsung, KSP TLM sudah memperkuat usaha kecil dan menengah yang ada di Kota Kupang. “Saya bangga karena TLM tidak saja melayani umat GMIT tetapi melayani semua umat lintas agama sehingga KSP TLM menjadi pion terpenting pembangunan di kota ini,” katanya.

Jefri juga bangga dengan keberhasilan yang dicapai KSP TLM di tahun buku 2017. Baik dari sisi aset, SHU, jumlah anggota, dan lain sebagainya. Kendati demikian dia yakin, KSP TLM tidak mengejar provitnya, tetapi pelayanan yang sungguh kepada masyarakat.

Ketua Dekopin Agung Sujatmoko juga bangga dengan prestasi yang ditorehkan KSP TLM di tahun buku 2017. Terlepas dari prestasi yang telah diraih, dia juga mengingatkan pengurus dan pengawas koperasi bahwa tantangan koperasi ke depan semakin tidak mudah. Namun, tantangan koperasi ke depan bisa diselesaikan. Dan yang menyelesaikan permasalahan/tantangan itu adalah pasrtisipasi aktif anggotanya. “Pertumbuhan bisinis dan anggota sudah bagus, tetapi KSP TLM harus terus melebarkan sayap ke provinsi lain,” pesan Agung.

Selanjutnya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Cosmas Lana mengatakan, KSP TLM tergolong koperasi yang sehat karena kredit macetnya hanya 2,5 persen. Para pengurus KSP TLM, lanjut Cosmas juga tidak melakukan satu tindak kefatalan. “Selain tujuh unsur yang akan dinilai sebagai syarat penilaian kesehatannya,unsure kedepalan adalah koreksi penilaian dan kefatalan. Tapi KSP TLM sudah diaudit oleh akuntan publik dan predikat yang diperoleh adalah WTP,” katanya.

Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM Kementerian Koperasi, Untung Tri Basuki dalam sambutannya sebelum membuka RAT , mengatakan KSP TLM akan lebih bermanfaat dan hebat kalau bisa terapkan prinsip koperasi. Seperti keswadayaan, solidaritas, pendidikan anggota, demokrasi dan lain sebagainya. Dan sebagai KSP, ada dua hal yang harus dijaga yakni kehati-hatian dan penegelolaan yang sehat. “Kalau prinsip-prinsip koperasi diterapkan dengan baik, maka KSP TLM akan dirasakan manfaatnnya,” kata Untung seraya berharap agar KSP TLM ke depannya terus berkeinginan untuk maju dengan membuka diri atau melebarkan sayap ke provinsi lain. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!