Timor Express

PILKADA

BKH Diduga Kampanye di Mimbar Gereja

KAMPANYE. Paslon Gubernur NTT, Benny Kabur Harman saat berkampanye di atas mimbar gereja Paroki Mamsena, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU saat misa sementara berlangsung.

PETRUS USBOKO/TIMEX

Panwaslu Siap Panggil
Uskup Minta Gereja Netral

KEFAMENANU, TIMEX – Pasangan Calon Gubernur NTT, Benny Kabur Harman (BKH) yang diusung oleh Partai Demokrat, PKS dan PKPI diduga menjadikan gereja sebagai panggung kampanye, Minggu (12/5) di Paroki Mamsena, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU.

Selain berkampanye, ia juga membagikan selebaran di dalam gereja. Dalam selebaran itu tertulis rangkaian doa rosario dan foto paslon cagub BKH mencium tangan uskup.

Misa dipimpin oleh pastor Paroki Mamsena, Pater Kornelis Dosi SVD. Pada kesempatan itu, BKH diberi ruang untuk menyampaikan visi-misi sekaligus membagikan selebaran bagi umat yang hadir mengikuti misa.
Informasi yang berhasil dihimpun Timor Express, kampanye politik di atas mimbar gereja tersebut tidak hanya terjadi di Paroki Mamsena, Kecamatan Insana Barat, namun dilakukan juga di beberapa paroki di Kabupaten TTU.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten TTU, Martinus Kolo ketika dikonfirmasi Timor Express membenarkan adanya kampanye politik pasangan calon dari paket Harmoni. Dikatakan, Panwaslu telah mendatangi lokasi kampanye tersebut untuk memastikan kebenaran informasi. Sebelumnya Panwascam setempat sudah melapor ke Panwaslu TTU. “Kami sudah turun lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Kita sementara kumpul data dan akan kita panggil para pihak untuk dimintai keterangan,” kata Martinus.

Martinus mengimbau seluruh tim paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT agar tidak memggunakan agama sebagai tameng untuk melakukan kampanye politik. Isu agama sangat sensitif apabila terus dimainkan oleh sekelompok elit politik bahkan dapat memecah belah NKRI.

Sementara Anggota Bawaslu NTT, Jemris Fointuna yang dikonfirmasi terpisah mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Panwaslu TTU terkait kasus tersebut. Dia akui, dugaan pelanggaran kampanye tersebut sedang ditangani Panwaslu TTU. “Panwaslu TTU juga sudah sampaikan ke Sentra Gakkumdu Kabupaten TTU untuk dibahas. Hanya belum ada kesimpulan apakah memenuhi unsur untuk ditindaklanjuti atau tidak memenuhi unsur,” kata Jemris, Minggu (13/5).

Terpisah, Romo Deken Kefamenanu, Gerardus Salu Pr ketika dikonfirmasi Timor Express mengatakan Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku Pr, telah menegaskan kepada seluruh imam dan pastor agar bersifat netral dalam menyikapi situasi politik NTT tahun ini.

Ditegaskan, gereja bukan tempat kampanye apalagi mimbar suci gereja dijadikan sebagai tempat paslon tertentu untuk melakukan kampanye politik. Seharusnya gereja menerima semua orang, apalagi semua umat tersebar di sejumlah partai politik yang ada.

“Uskup sudah mengimbau gereja itu menjadi tempat netral bagi semua partai dan semua paslon. Gereja bukan tempat untuk kampanye namun menerima semua orang karena semua umat juga tersebar di beberapa partai sehingga gereja harus terbuka bagi semua orang.” tegasnya.

Ia mengatakan, akan memanggil pastor Paroki Mamsena, Pater Kornelis Dosi SVD untuk dimintai keterangan terkait kegiatan kampanye yang dilakukan oleh paslon Gubernur NTT, BKH.

Sementara Juru Kampanye Paket Harmoni, Pius Rengka yang dikonfirmasi koran ini enggan berkomentar banyak. Pius yang dihubungi koran ini mengaku bersama Benny Harman sedang berada di Kabupaten Belu untuk melanjutkan kampanye. “Masa tidak boleh ke gereja?” tanya Pius kepada koran ini. Saat ditanya terkait penggunaan mimbar gereja, Pius menjawab singkat sembari pamit. “Itu tidak masalah,” tutupnya. (mg26/ays/cel/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!