Komit Jaga Kota Kupang dan NTT – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Komit Jaga Kota Kupang dan NTT

Sikapi Aksi Bom Surabaya

KUPANG, TIMEX – Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon mengatakan terorisme adalah musuh bersama. Serangkaian peristiwa yang terjadi di Surabaya sangat memprihatinkan.

Ia mendukung polisi dan pemerintah untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dan gereja. “Visi kita sebagai warga Kota Kupang adalah apa pun yang terjadi kita mau tetap menjaga kedamaian. Pemerintah maupun elemen-elemen masyarakat, aparat kepolisian dan semuanya mari kita menjaga Provinsi NTT tetap aman,” katanya saat menyampaikan pernyataan sikap bersama Pemerintah dan DPRD Kota Kupang, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, pimpinan umat beragama, dan tokoh pemuda di Kota Kupang di Balai Kota, Senin (14/5).

Pdt. Mery menjelaskan, terorisme adalah musuh bersama bukan hanya musuh agama tertentu. Ia meminta jika ada aksi solidaritas, berhati-hati agar tidak mengekploitasi emosi masyarakat.

Dikatakan, ketika orang beribadah dan diserang, bukan agama yang diserang, tetapi keragaman. Yang diserang adalah bangsa Indonesia. “Jangan biarkan kita terobrak-abrik dan teradu domba. Maka kita harus berdiri bersama dan berkomitmen bersama. Kami mau menjaga Indonesia, menjaga Kota Kupang dan menjaga Nusa Tenggara Timur,” terangnya.

Ia menjelaskan, deteksi dini dan bahu-membahu untuk menjaga keamanan di lapangan juga sangat penting. Koordinasi yang baik harus dilakukan gereja, pemerintah dan lain sebagainya. “Kalau di Jawa gereja yang diserang, di Kupang kita perlu menjaga rumah-rumah ibadah. Bukan hanya gereja. Tetapi masjid dan tempat ibadah lain juga dijaga. Kami minta pihak keamanan menjaga rumah-rumah ibadah dan fasilitas publik juga membangun mekanisme yang tidak menimbulkan kepanikan tetapi kerja sama,” ungkapnya.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho mengimbau jangan menyebarkan berbagai isu, foto-foto dan video yang akhirnya justeru memperkeruh suasana. Di Kota Kupang, keberagaman harus selalu dijaga, jangan sampai suasana cinta damai di Kota Kupang terpengaruh dengan kejadian yang ada di Surabaya. Ia meminta semua aparat pemerintahan bersatu dengan kepolisian untuk menjaga kedamaian.

Pada kesempatan yang sama, Dandim 1604 Kupang, Letkol Kav. Aprilian Setyowicaksono, mengatakan akan terus bersinergi dengan aparat kepolisian dan pemerintah untuk menciptakan suasana aman dan damai di Kota Kupang.

“Media sangat berperan di sini. Semakin dibesar-besarkan dalam pemberitaan akan menambah dan menjadi pemicu dalam menghadapi masalah sekarang ini,” katanya.

Dikatakan, bagi masyarakat di level RT/RW harus menggalakkan kembali siskamling untuk menjaga dan wajib lapor bagi warga baru. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengantisipasi semua kemungkinan yang terjadi.
“Babinsa dan Babinkantibmas akan selalu siaga di wilayahnya masig-masing,” tegasnya.

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe mengatakan, dirinya sebagai wakil rakyat mengimbau agar selalu ada koordinasi antar umat beragama di Kota Kupang. Juga deteksi dini terhadap paham-paham radikal. Contohnya HTI yang telah dibubarkan tetapi bibit-bibitnya harus dideteksi dan diselidiki.

“Siskamling juga harus dihidupkan kembali. Pemberitaan juga harus menyejukkan dan tidak memancing hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Ia menambahkan, peristiwa ini bukan persoalan agama, tetapi oknum-oknum tertentu. Untuk itu, perlu disampaikan di gereja-gereja, masjid dan lainnya agar senantiasa menyejukkan jemaatnya.

Mewakili Kejaksaan Negeri Kota Kupang, M. Khuzelni mengatakan isu-isu provokatif tidak harus ditanggapi agar tidak berdampak negatif. TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat harus bersatu. Juga bisa melakukan patroli untuk memberikan rasa aman dan tetap menjaga kedamaian. “Walaupun NTT tenang tapi kita harus tetap waspada. Mulai dari menjaga lingkungan masing-masing,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengatakan Kota Kupang merupakan rumah bersama yang perlu dijaga. Kota Kupang merupakan rumah yang nyaman. Untuk itu, rumah yang nyaman ini juga tidak menutup kemungkinan menjadi sasaran teroris. Oleh karena itu, semua pihak perlu waspada dan tidak menyebarkan berbagai foto dan video yang akan memicu kemarahan.

Ketua MUI Kota Kupang, Haji Muhamad MS mengatakan, aksi yang terjadi di Surabaya merupakan aksi teroris bukan dari agama tertentu. Ia meminta semua masyarakat bersatu dan meningkatkan kewaspadaan. Tidak memyebarkan isu atas nama agama.

Semua tokoh agama, pemuda, pemerinah, kepolisian, Kejari, DPRD, dan TNI sepakat membuat pernyataan bersama atas peristiwa pemboman di Surabaya. Pernyataan ini ditandatangani oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Ketua DPRD Yeskiel Loudoe, Komandan Kodim 1604 Kupang Letkol Kav. Aprilian Setya Wicaksono, Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon C. Nugroho, Kasie Datun Kejaksaan Negeri M. Khuzelni, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon, Ketua MUI Kota Kupang M. Muhamad MS, perwakilan Keuskupan Agung Kupang RD Yeri Siono, Sekretaris PHDI Kota Kupang I Wayan Astawa, Ketua FKUB Kota Kupang Pdt. Rio Fanggidae, dan Ketua Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang, Ernest Blegur. (mg25/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!