Masyarakat Diimbau Tenang dan Tidak Terprovokasi – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Masyarakat Diimbau Tenang dan Tidak Terprovokasi

BAKAR LILIN. Umat Kristen Kota Atambua membakar lilin sebagai ungkapan belasungkawa atas kejadian pemboman tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5).

FRANS BORGIAS KOLO/TIMEX

ATAMBUA, TIMEX – Umat Kristen di Kota Atambua membakar lilin dan mendoakan korban peristiwa pemboman tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5). Kegiatan dimotori Pastor Paroki dan Orang Muda Katolik Paroki Fatubenao Keuskupan Atambua, bertempat di lapangan umum Simpang Lima.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Belu, Willybrodus Lay, pemuka agama serta tokoh masyarakat di Kota Atambua. Aparat Polres Belu dan TNI bersiaga mengamankan jalannya aksi pembakaran 1.000 lilin yang dimotori Pastor Paroki Fatubenao, Rm Reno Tae Lake, Pr.

“Ini ungkapan belasungkawa sekaligus perasaan duka cita umat atas kejadian yang menimpa gereja dan sesamanya di Surabaya. Aksi ini juga sekaligus mau menunjukkan bahwa kami tidak setuju dengan kegiatan terorisme yang mengorbankan orang. Kami cinta Indonesia yang damai, rukun dan bersatu untuk memajukan bangsa ini,” jelas Rm Renzo Tae Lake, Pr.

Ia mengajak umat Kristen untuk menanggapi peristiwa yang mengorbankan nyawa orang, sekaligus merusak ketiga gedung gereja dari mata iman dan cinta kasih. Sebab, hanya orang yang memiliki iman kuat  dan cinta kasih sejati yang bisa mengalahkan sebuah kejahatan.

“Kita berdoa saja dengan iman yang kita miliki pasti ada jawabannya. Orang beriman pasti mencintai perdamaian dan kerukunan. Hanya orang yang memiliki iman lemah yang suka buat kejahatan bagi orang lain,” katanya.

Rm Renzo meminta pemerintah terutama aparat penegak hukum untuk memproses hukum pelaku maupun pihak-pihak yang terlibat  dalam kasus pemboman tiga gereja dan mako Brimob secara adil sesuai hukum yang berlaku.

“Maksudnya supaya ada efek jerah dan hukum sebagai panglima benar-benar ditegaskan bagi setiap pelaku kejahatan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat bangsa kita,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Belu, Willybrodus Lay mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Belu agar tetap tenang dan jangan terprovokasi dengan pihak-pihak yang ingin mengganggu keamanan dan kenyamanan  hidup masyarakat Belu.

“Saya bangga dengan antusias masyarakat Belu yang merespon peristiwa di Surabaya dengan kegiatan spontan dan humanis seperti ini. Ini bentuk kecintaan orang Belu akan perdamaian, persatuan dan kesatuan yang kita junjung tinggi selama ini. Mari kita terus berusaha menjaga  suasana keamanan yang lebih kondusif di daerah kita dan jangan terprovokasi oleh isu-isu menyesatkan yang membuat bangsa kita dan daerah kita tercerai berai,” ajaknya. (ogi/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!