Anak Bomber jadi Saksi Mahkota – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Anak Bomber jadi Saksi Mahkota

Community Policing Jadi Alternatif
Polisi Panen Bahan Peledak

SURABAYA, TIMEX – Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menyatakan empat anak terduga teroris bakal jadi saksi mahkota. Seluruh pengakuan yang mereka sampaikan bakal jadi alat petunjuk polisi.

Empat orang anak itu adalah Ainur Rohman, Faisa Putri, Garida Huda Akbar dan Aisyah Azzahra Putri. Ainr, Faisa dan Garida merupakan anak dari bomber di Rusun Wonocolo, Taman, Sidoarjo. Sedangkan Aisyah merupakan putri dari Tri Murtiono yang meledakkan diri di Mapolrestabes Surabaya.

Lantaran semuanya masih di bawah umur, polisi berusaha menggali fakta keseharian mereka saja. Mulai dari jadwal bangun tidur hingga agenda apa saja yang biasa mereka ikuti. “Tentu dengan pendekatan khusus. Seluruh pengakuannya dimungkinkan jadi petunjuk,” kata Machfud.

Oleh karena itu, kini mereka ditempatkan di ruangan khusus di RS Bhayangkara Polda Jatim. Salah satu pengakuan yang berhasil didapat polisi adalah soal fakta pernah disuruh menonton film jihad ala Timur Tengah. “Padahal penuh kekerasan. Ngeri. Tapi itu pengakuannya,” jelas jenderal bintang dua itu.

Di sisi lain, pihak kepolisian mendapatkan tugas tambahan, yakni trauma healing dan deradikalisasi terhadap empat bocah itu. “Kami lakukan pendampingan bersama psikolog dan pemerhati anak,” tutur Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera.

Ainur tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya, meski masih satu rusun. Dia tinggal bersama neneknya di unit yang berbeda. Ainur pulalah yang menunjukkan lokasi gudang penyimpanan bahan peledak milik ayahnya kepada polisi. “Mereka ini kami sebut korban indoktrinasi,” terang mantan Kabidhumas Polda Sulsel itu.

Maka, keempatnya diberi pendampingan oleh psikolog dan pemerhati anak untuk menghilangkan trauma atas apa yang terjadi. Sebagai langkah awal, mereka dibuat senyaman mungkin  dengan keadaan di sekelilingnya. Kemudian, ada proses relaksasi progresif untuk mencegah agar mereka tidak stres.

Psikolog juga akan mengupayakan agar setiap informasi yang disampaikan kepada anak-anak tersebut tidak berdampak buruk terhadap kondisi mereka. Khususnya, informasi yang berkaitan dengan orang tua anak-anak tersebut.

Begitu pula dengan kerabat anak-anak itu, polisi akan memberikan pendampingan. Tujuannya, pihak keluarga ikut memperhatikan tumbuh kembang anak-anak itu agar jauh dari indoktrinasi sebagaimana orang tua mereka. Pihak keluarga juga diberi briefing agar tidak keliru dalam menyampaikan informasi kepada keempat anak itu.

Pelibatan anak-anak dalam lima serangan bom di Surabaya dan Sidoarjo perlu jadi peringatan keras bagi masyarakat. Sebab, jika level terorisnya keluarga bakal sulit dideteksi. Machfud menyatakan perlu semua pihak untuk melakukan deteksi dini.

Dia menyebut perlu partisipasi tiga pilar. Yakni Polri, TNI dan Pemkot/Pemkab. “Sampai ke level Polsek lalu tembus sampai RT-RW. Tanpa bantuan mereka ya nggak mungkin bisa,” ujarnya.
Model Community Policing itu perlu dibudayakan dalam masyarakat. Sebab, sejatinya warga bisa menjadi polisi atas dirinya sendiri. Jika hanya mengandalkan pengamanan personel polisi, tentu tidak akan efektif. Sebab, jumlah polisi terbatas. “Pokoknya semua harus waspada, bukan saling mencurigai, harus peduli dengan sekitar,” himbaunya.

Sementara itu, kemarin (15/5), aparat mengadakan dua kali disposal atau pemusnahan terhadap bom yang sudah jadi maupun bahan pembuat bom. Barang-barang itu didapatkan dari berbagai operasi di Surabaya dan Sidoarjo sejak Minggu (13/5) lalu.

Disposal dilakukan di lahan mangrove Medokan Sawah Gunung Anyar Surabaya. Pemusnahan pertama berlangsung antara pukul 11.00-13.00. itu untuk barang bukti yang kami dapatkan dari dua lokasi. Masing-masing di kediaman pelaku bom gereja Dita Oepiarto di Wonorejo, Rungkut, Surabaya, dan tempat tinggal Anton Febrianto di Rusun Wonocolo, Sepanjang, Sidoarjo.

Di rumah Dita, polisi mendapati bahan-bahan racikan bom. Kemudian ada senapan angin, rangkaian kabel hingga bahan peledak untuk bom pipa. “Untuk rangkaian bom (pipa) yang sudah siap pakai, di rumah Dita ditemukan 15 buah,” terang Kabidhumas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim kemarin.

Sementara, di rumah Anton, ditemukan lebih banyak lagi bahan pembuat bom. Karung-karung berisi sulfur belerang dan bahan lainnya ditemukan di sebuah gudang di rusun tersebut. “Yang menunjukkan lokasi barang bukti itu anaknya yang nomor 2, dia tinggal dengan neneknya,” lanjut perwira kelahiran Toraja, Sulsel, itu.

Untuk bom aktif, hanya ditemukan satu di rumah Anton. Bom itu tadinya nyaris meledak, karena Dita sudah memegang tombol pemicu saat polisi datang. Namun, upayanya gagal karena dia keburu ditembak hingga tewas. Seluruh barang bukti tersebut didisposal.

Sementara, barang bukti dari kediaman Tri Murtiono, pelaku bom Mapolrestabes Surabaya, didisposal sorenya pukul 17.00. Kemarin menjelang siang, rumah kontrakan Tri di Jalan Tambak Medokan Ayu VI digeledah. Sekitar tiga jam, tim Gegana dan Densus 88 Polda Jatim memeriksa rumah Tri dan menemukan puluhan bom aktif. “Ada 54 bom yang ditemukan. Itu terdiri dari 27 kontainer yang masing masing berisi dua pipa,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan. Bom yang ditemukan sebagian besar berdaya ledak tinggi. Dari 54 bom itu, tiga di antaranya yang berdaya ledak kecil diledakkan di lokasi penemuan. Selebihnya, 51 bom dibawa ke Gunung Anyar.

Pukul 14.00 mobil penjinak bom mulai meninggalkan rumah kontrakan Tri untuk menuju lokasi disposial. Bom yang mereka bawa lantas di tanam di dalam tanah. Sebuah backhoe digunakan untuk membuat lubang penanaman. “Karena daya ledaknya tinggi, peledakan kami lakukan dalam beberapa tahap,” sambung Rudi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi efek ledakan yang besar. Persiapan untuk peledakan pun membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Setelah persiapan selesai, wartawan diminta mundur untuk semakin menjauhi lokasi disposial. Saat diledakkan, dari jarak 300 meter, suara terdengar menggelegar. Letupan api juga terlihat mengudara. Sirine mobil yang ada di sekitar pun langsung berbunyi. (byu/dwi/mir/jpg/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!