Panwaslu Resmi Panggil BKH – Timor Express

Timor Express

PILKADA

Panwaslu Resmi Panggil BKH

Terkait Dugaan Kampanye di Gereja
Demokrat Bantah Kampanye

KEFAMENANU, TIMEX – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten TTU telah melayangkan surat panggilan kepada calon Gubernur NTT, Benny Kabur Harman (BKH) untuk menghadap tim pemeriksa, Rabu (16/5) di Kefamenanu.

BKH dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan kampanye politik yang dilakukan di Gereja Paroki Santo Fransiskus Asisi Mamsena, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU. Panwaslu Kabupaten TTU juga melayangkan surat panggilan untuk sejumlah saksi dan ketua tim pemenangan paket Harmoni (Benny K. Harman dan Benny A. Litelnoni).

Ketua Panwaslu Kabupaten TTU, Martinus Kolo kepada Timor Express, Selasa (15/5) mengatakan pihaknya telah bersurat kepada BKH beserta sejumlah pihak yang terlibat dalam kegiatan kampanye politik di Gereja Paroki Santo Fransiskus Asisi Mamsena.

Panwaslu siap memeriksa BKH bersama Pastor Paroki Santo Fransiskus Asisi Mamsena, Pater Kornelis Dosi SVD, para saksi dan ketua tim pemenangan paket Harmoni Kabupaten TTU. “Kita sudah kirim surat panggilan untuk Pak Benny Kabur Harman untuk menghadap besok (hari ini, Red) pukul 12.00. Kita juga panggil saksi-saksi dari masyarakat sebanyak tiga orang, pastor paroki dan ketua tim pemenangan Paket Harmoni Kabupaten TTU, Jack Ola,” kata Martinus kemarin.

Sementara itu, Romo Deken Kefamenanu, Gerardus Salu Pr, ketika dikonfirmasi Timor Express mengatakan tindakan yang dilakukan pastor paroki Santo Fransiskus Asisi Mamsena, Pater Kornelis Dosi SVD dengan memberi kesempatan kepada BKH menyampaikan kampanye politik di atas mimbar melanggar aturan. Tak hanya aturan pilkada, juga aturan Gereja.

Pasalnya, sebelumnya Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku telah mengimbau seluruh imam dan pastor agar bersifat netral dalam menyikapi situasi politik NTT tahun ini.
Dikatakan, gereja terbuka bagi semua umat yang datang untuk berkumpul dan berdoa, bukan tempat kampanye. Apalagi mimbar suci gereja dijadikan sebagai tempat paslon tertentu untuk melakukan kampanye politik. “Gereja itu menjadi tempat netral bagi semua partai dan semua paslon,” Tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Paket Harmoni Kabupaten TTU, Jack Ola belum berhasil dikonfrmasi wartawan. Jack Ola diketahui sementara mengikuti kampanye bersama tim di Kabupaten Belu dan Malaka.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Paket Harmoni, Ferdi Leu kepada koran ini menjelaskan apa yang dilakukan BKH tersebut bukanlah sebuah kampanye. Meski demikian, Ferdi akui BKH berada di TTU dalam rangka kampanye sesuai jadwal yang ditentukan KPU NTT.

Ferdi mengaku tidak ada di lokasi saat itu. Namun ia meyakini BKH tak mungkin berkampanye di gereja. “Apalagi dikatakan bahwa tim sukses membagi-bagi brosur Harmini saat misa berlangsung,” jelas Ferdi via telepon dari Jakarta.

Menurut dia, yang mungkin terjadi adalah BKH diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri di mimbar pada sesi penyampaian pengumuman jelang akhir perayaan misa. BKH diberi kesempatan naik mimbar mungkin karena pastor dan/atau Pengurus Dewan Pastoral Paroki setempat menilai kehadiran BKH mengikuti misa saat itu sebagai tamu istimewa. “Umat atau jemaat setempat diwakili Pastor dan Pengurus Dewan Pastoral Paroki setempat boleh jadi juga merasa mendapat kehormatan dengan kehadiran Pak BKH,” sambung Ferdi yang juga Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT itu. “Memang keberadaan Pak BKH di TTU saat itu adalah dalam rangka kampanye sesuai jadwal dan zonasi yang ditetapkan KPU NTT,” katanya lagi.

Dia kembali menegaskan, tidak yakin kehadiran dan pembicaraan BKH saat itu sebagai sebuah kampanye. BKH hadir sebagai umat Katolik yang kebetulan sedang berada di Kefamenanu. Secara kebetulan hari Minggu, sebagai umat Katolik BKH menunaikan ibadah minggu di salah satu gereja Katolik yang ada di Kefamenanu tersebut. “Singkat cerita, apa yang disebut sebagai Harmoni kampanye di gereja, menurut saya, terlalu mengada-ada. Itu paranoid oleh orang-orang yang kerdil, dan boleh jadi sedang dikejar dan ditekan oleh pihak tertentu,” beber dia.

Ferdi mengaku sangat memahami atmosfir politik di TTU akhir-akhir ini. Bahkan pada saat kampanye tatap muka terbatas paket nomor urut 3 tersebut di wilayah TTU sehari sebelumnya, dia menyebut ada upaya penghadangan oleh pihak tertentu. “Walau tidak ada di TKP, itu tanggapan saya selaku Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi NTT/Sekretaris Koalisi Kebhinekaan pengusung Paket Harmoni,” tutupnya. (mg26/ays/cel/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!