SMK PPN Lepas 94 Wisudawan – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

SMK PPN Lepas 94 Wisudawan

WISUDA.Puluhan wisudawan SMK-PPN Kupang saat mengikuti seremoni wisuda di Millenium Ballroom Kupang, Selasa (15/5).

CARLENS BISING/TIMEX

Kadistan NTT: Jadilah Pengusaha Sektor Pertanian

KUPANG, TIMEX-Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Lili, Kabupaten Kupang NTT menggelar wisuda ke-34 di Millenium Ballroom Kupang, Selasa (15/5).
Dalam acara dies natalis yang dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian itu, hadir pula Kepala Dinas Pertanian NTT, Yohanes Tay Ruba dan Kepala Sekolah SMK-PPN Kupang, Cornelis Kaho. Wisuda dihadiri ratusan undangan dari kalangan orangtua siswa dan tamu lainnya.

“Hari ini kita melepas sebanyak 94 anak didik kita. Mereka sudah melewati proses pendidikan dan sertifikasi yang dinyatakan lulus 100 persen,” kata Cornelis dalam sambutannya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian NTT, Yohanes Tay Ruba pada kesempatan itu meminta wisudawan untuk mengelola ilmu dan keterampilan yang telah mereka dapat selama tiga tahun di sekolah tersebut. Menurut Anis Tay Ruba, pemerintah NTT sudah komit untuk mendorong pertanian sebagai penunjang ekonomi. Sehingga kehadiran anak-anak yang baru diwisuda tersebut diharapkan menjadi agen perubahan di daerah-daerah pelosok.

“Kebiasaan selama tiga tahun dalam bimbingan guru, dipegang teguh. Info rmasidan bahan yang berkaitan dengan pertanian bisa didapat dengan membuka internet. Tapi moral etika dan disiplin itu penting,” kata Anis.

Dia ingin, para alumni kembali ke daerah dan menjadi petani yang maju dan berkembang sesuai tuntutan zaman. Tidak menjadi pekerja atau karyawan yang hanya mengandalkan upah minimum provinsi (UMP) yang jumlahnya di bawah Rp 2 juta per bulan. Menjadi petani moderen, kata Anis, mereka harus bisa menghasilkan minimal Rp 100 ribu per hari.

“Supaya kita tidak dikatakan sebagai penganggur. Bergabunglah bersama kelompok tani yang sudah ada di kampung. Biar menjadi pembawa perubahan dan pendobrak di sana. Nanti jadi ketua kelompok, kemudian menjadi distributor bidang pertanian. Jadilah pengusaha sektor pertanian di daerahmu,” tandas Anis Tay Ruba.

Sementara Kepala Dadan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian, Momon Rusmono dalam sambutan tertulisnya mengatakan, wisuda merupakan akhir dari masa pendidikan di sekolah, namun sebagai titik awal para lulusan untuk kembali ke tengah masyarakat. Kehadiran para lulusan diharapkan menjadi harapan untuk mendukung kebijakan arah pembangunan pertanian di negeri ini.

“Selama manusia masih hidup, usaha bidang pertanian tidak akan habis.
Ada yang bilang, jadi petani itu tidak kaya, miskin. Tapi mari kita tengok. Semua orang terkaya di Indonesia itu memulai usahanya dari sektpr pertanian,” kata Momon Rusmono dalam sambutan tertulisnya.

Disebutkan, hanya dua sektor yang tidak goncang saat krisis moneter, yakni pertanian dan pariwisata. Saat krisis, manusia tetap membutuhkan makan dan membutuhkan hiburan. Bukti bahwa sektor pertanian adalah sektor yang luar biasa. Pihaknya berharap para wisudawan tetap menekuni bidang pertanian. Pasalnya, setiap tahun, Indonesia kehilangan 500 ribu. Denan total 26 juta petani saat ini, diyakni akan terus tergerus jika tidak ada generasi muda yang dipersiapkan menjadi petani di daerah. Saat omo terdapat 85 SMK PPN yang dibina oleh Kementerian Pertanian. Dan, para lulusan akan menjadi tenaga teknis menengah di bidang pertanian.(cel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!