Jaksa Periksa PPK dan Konsultan Perencana – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Jaksa Periksa PPK dan Konsultan Perencana

Selidiki Penyebab Kerusakan Bronjong Maubeli

KEFAMENANU, TIMEX – Penyidik Kejaksaan Negeri TTU melakukan pemeriksaan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan perencana. Keduanya diperiksa karena diduga memiliki peran penting dalam proyek pembangunan bronjong pengaman kali Maubeli Kelurahan Maubeli Kecamatan Kota Kefamenanu, Selasa (15/5).

Hal tersebut dilakukan penyidik Kejaksaan Negeri TTU guna melakukan perhitungan kerugian negara akibat ambruknya bronjong pengaman kali Maubeli sekaligus melakukan penyelidikan tentang sebab akibat dari ambruknya bronjong tersebut.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Kejaksaan Negeri TTU, Kundrat Mantolas kepada Timor Express, Selasa (15/5) mengatakan, pihaknya sementara melakukan penyelidikan terhadap ambruknya bronjong pengaman kali Maubeli yang dikerjakan CV Antriksa milik Fred Usboko. Proyek tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU tahun anggaran 2016.

Dikatakan, pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui ada tindaknya kerugian negara yang disebabkan oleh ambruknya bronjong pengaman kali Maubeli. Apabila terbukti adanya kerugian negara, maka proses hukum akan dinaikan dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Namun apabila tidak terbukti, maka proses hukum kasus tersebut akan dihentikan.

“Kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap PPK, Laurensius Sau dan juga konsultan perencana proyek bronjong pengaman kali Maubeli. Kita lakukan penyelidikan untuk mengetahui ada tidaknya kerugian negara dalam ambruknya bronjong tersebut,” kata Kundrat.

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik Kejaksaan Negeri TTU terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Laurensius Sau dan konsultan perencana guna mengetahui perencanaan awal hingga proses pekerjaan proyek bronjong pengaman kali Maubeli.

Selain pemeriksaan terhadap PPK dan konsultan perencana, penyidik Kejaksaan Negeri TTU akan melakukan pemeriksaan terhadap kontraktor pelaksana dan juga kuasa pengguna anggaran. Untuk memastikan ada tidaknya kerugian negara, penyidik Kejaksaan Negeri TTU akan mendatangkan tim ahli Politeknik Negeri Kupang (PNK) untuk melakukan perhitungan kerugian negara terhadap ambruknya bronjong pengaman kali Maubeli.

Hasil pemeriksaan akan dijadikan rujukan untuk mengetahui penyebab kerusakan fisik proyek.

Sementara, Direktur CV Antariksa, Fred Usboko ketika dikonfirmasi Timor Express terkait ambruknya bronjong pengaman kali Maubeli mengatakan, proses pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai perencanaan yang dilakukan tim teknis dari BPBD TTU, sehingga pihaknya bersedia apabila ada aparat penegak hukum yang ingin melakukan penyelidikan terhadap kerusakan bronjong tersebut.

Dikatakan, titik kerusakan yang terjadi saat ini merupakan titik yang sama saat kerusakan awal. Kerusakan yang terjadi itu disebabkan oleh aliran kali yang menyempit dan menikung sehingga penahan menggunakan bronjong tidak mampu menahan derasnya arus banjir.

“Kerusakan yang terjadi itu pada titik yang sama. Seharusnya pekerjaan bronjong pada titik tersebut menggunakan cor beton sehingga bisa mampu menahan derasnya arus banjir, Namun dalam perencanaan, volume pekerjaan seluruhnya hanya menggunakan bronjong,” kata Fred.

Ia menyarankan, seharusnya pemerintah melakukan normalisasi aliran kali terlebih dahulu sebelum mengalokasikan dana untuk pekerjaan bronjong pengaman kali Maubeli. Selain itu, dalam perencanaan seharusnya pada titik tertentu bisa direncanakan untuk menggunakan cor beton. Namun yang terjadi selama ini, semuanya fokus pada penggunaan bronjong.

Dalam proses pekerjaan bronjong pengaman kali Maubeli, CV Antariksa juga mendokumentasikan setiap proses perkembangan fisik pekerjaan dari awal pekerjaan hingga selesai. Bahkan perbaikan awal yang dilakukan didokumentasikan. Hal itu dilakukan sebagai bukti apabila dikemudian hari terjadi persoalan terkait item pekerjaan.

Sebagaimana diketahui, pembangunan bronjong dengan volume 386 meter dikerjakan CV Antariksa milik Fred Usboko dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1.955.576.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU, rusak parah akibat tidak mampu menahan derasnya arus banjir pada musim hujan Januari lalu. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!