Warga Baru Wajib Lapor Diri – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Warga Baru Wajib Lapor Diri

DALAM PENGAWASAN. Inilah rumah Dedy Sulistiantono di kawasan Manukan Indah, Surabaya yang sedang dijaga aparat saat penggeledahan, Rabu (16/5).

FOTO JAWA POS

JAKARTA, TIMEX – Kejadian bom bunuh diri yang terjadi selama dua hari berturut-turut di Surabaya menyita perhatian publik. Tak terkecuali masyarakat di Provinsi NTT. Pasalnya, pelaku bom bunuh diri di tiga lokasi gereja berbeda termasuk di pintu gerbang Mako Polrestabes Surabaya menunjukkan para pelaku teroris semakin berani menunjukkan eksistensinya di depan publik. Saat ini, upaya Densus 88 Mabes Polri untuk mengungkap jaringan teroris tersebut gencar dilakukan. Hasilnya beberapa orang yang diduga sebagai jaringan tersebut sudah diamankan.

Menyikapi fenomena tersebut, anggota Komisi I DPR RI yang membidangi masalah keamanan, Jacki Ully yang dimintai komentarnya Selasa (15/4) di Jakarta menegaskan bahwa apa yang terjadi beberapa hari belakangan ini patut diwaspadai. Buktinya, menurut anggota Fraksi Partai Nasdem ini, telah terjadi beberapa kali penangkapan terduga jaringan teroris di Bima, Provinsi NTB dan di Flores, Provinsi NTT belum lama ini. Karena itu NTT sebagai bagian dari NKRI wajib mewaspadai kejadian terorisme tersebut.

“Publik sudah tahu bahwa selama ini ada segelintir orang asal NTB yang dikirim ke Poso untuk belajar jihad,” katanya. Itu dibuktikan dengan sudah ditangkapnya sejumlah orang yang diduga menjadi kelompok jaringan teroris. Apa yang terjadi selama ini jangan dianggap sepele. Artinya, seluruh masyarakat NTT termasuk aparat TNI dan Polri supaya selalu waspada.

Diakuinya, dengan kejadian itu semua sistem intelijen yang dimiliki, baik TNI maupun Polri harus bekerja ekstra sehingga bisa mendapatkan informasi yang akurat sehingga jika ada jaringan tersebut masuk ke wilayah NTT supaya cepat diantisipasi.

Ia meminta TNI dan Polri yang ada di wilayah NTT peka dan selalu siaga melakukan pantauan di lapangan. Jika ada kejadian yang mencurigakan supaya langsung direspon sehingga tidak membuat masyarakat cemas soal keamanan mereka.

Ia mengimbau aparat pemerintah yang ada di tingkat bawah yakni RT/RW supaya memantau kondisi di lingkungannya masing-masing. “Kalau ada warga baru yang masuk ke NTT supaya wajib dipantau dan warga baru tersebut supaya wajib melaporkan diri ke ketua RT/RW dalam waktu 1 X 24 jam,” katanya.

Keamanan di lingkungan masing-masing akan tetap terjaga jikalau ada kerja sama serta koordinasi yang baik antara masyarakar dan pihak pemerintah yakni keamanan. (gat/fmc/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!