FST Undana Kembangkan Kreativitas Mahasiswa – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

FST Undana Kembangkan Kreativitas Mahasiswa

PENSI. FST Undana Kupang menggelar Pentas Seni I tahun 2018 di aula rektrotat lama, Sabtu (19/5). Tampak peserta mahasiswa menari Tobelo bersama.

FENTI ANIN/TIMEX

Gelar Pentas Seni I Tahun 2018

KUPANG, TIMEX — Fakultas Sains dan Teknis (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar Pentas Seni I tahun 2018 di aula rektrotat lama, Sabtu (19/5).

Pentas seni ini diikuti 10 jurusan pada FST, dengan dua mata lomba yang dilombakan yaitu tarian Tobelo dan paduan suara.

Dekan FST Hery Sianturi mengatakan, pentas seni yang digelar setiap tahun ini bertujuan untuk menyeimbangkan antara otak kiri dan kanan, sehingga tercipta keseimbangan.

Otak tidak hanya digunakan untuk berpikir tetapi juga butuh penyegaran dan refresing.

“Kita tidak hanya dituntut untuk terus berpikir tetapi otak juga butuh penyegaran. Agar tercipta keseimbangan antara otak kiri dan kanan,” katanya.

Menurutnya, pentas seni juga sebagai ruang bagi mahasiswa untuk menunjukan bakat dan kemampuan seni. Di luar dari pembelajaran yang diterima setiap hari di kampus.

Mahasiwa dituntut memiliki kreativitas dan kemampuan lebih. Salah satunya di bidang seni.

“Gunakan ajang pentas seni ini untuk meningkatkan dan kembangkan kemampuan kalian. Juga untuk merefresing otak kalian. Kompetisi tetap komptisi, tetapi persaudaraan yang paling penting, kekompakan anggota tim dan lainnya. Di sini kalian belajar saling menghargai juga kekompakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, I Made Udiana, mengatakan, tema Pentas Seni I FST Undana yaitu Bersemangat Kembali dengan Lagu dan Tarianmu.

Tujuannya sebagai sarana mengembangkan jiwa kompetisi yang komptetitif di kalangan mahasiswa.

“Juga sebagai sarana mengembangkan soft skill mahasiswa khususnya di bidang budaya. Sebagai sarana bagi mahasiswa untuk berperan aktif memperkenalkan dan mengembangkan kebudayaan daerah,” katanya.

Dia menjelaskan, kategori yang dilombakan yaitu Tarian Tobelo dengan 15 peserta, 249 peserta dan vokal grup yang diikuti oleh 12 grup dengan total peserta 138 orang.

Dikatakan, perbedaan kuliah antara zaman dulu dimana kuliah lebih identik dengan prestasi dan gelar, sementara zaman sekarang justru mahasiswa menikmati masa kuliahnya dengan bahagia dan lebih produktif.

Selain itu, perguruan tinggi juga menginginkan mahasiswanya memanfaatkan waktu luang dengan lebih bermakna. Terlebih dunia kerja menuntut keseimbangan antara pengetahuan dan keahlian.

Untuk itu, pentas seni ini merupakan salah satu ruang yang diberikan kepada mahasiswa untuk mengembangkan bakatnya.

Sementara itu, Wakil Dekan III Suliha N. I. Neonufa, mengatakan, pentas seni biasanya digelar dua kali dalam setahun, dan sudah berjalan sejak tahun 2016.

Dia mengaku, ada beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang digelar FST Undana dari berbagai aspek baik aspek kesenian, keilmuan, maupun olahraga.

Dunia kampus kata Suliha, bukan hanya memberikan kegiatan dan pembelajaran akademik saja, tetapi juga nonakademik atau ekstrakurikuler yang bersifat pembekalan bagi mahasiswa, bahwa selain memiliki kemampuan akademik, mahasiswa juga harus mempunyai pengembangan dalam berbagai bidang.

“Jadi antara keseimbangan antara akademik dan nonakademik. Agar ketika lulus, mahasiswa berada di tengah-tengah masyarakat harus memiliki kemampuan lebih,” pungkasnya. (mg25/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!