Mantan Caleg Lolos – Timor Express

Timor Express

PILKADA

Mantan Caleg Lolos

ILUSTRASI: MARTHEN LADO/TIMEX

Seleksi Anggota Bawaslu NTT

KUPANG, TIMEX – Proses seleksi calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT masih menyisakan tanda tanya. Selain dua calon yang diduga lolos dari seleksi administrasi meski belum melengkapi surat izin dari atasan karena berasal dari Aparat Sipil Negara ASN), ada pula kasus lain.

Tim seleksi meloloskan salah satu bakal calon yang merupakan mantan calon anggota legislatif pada tahun 2014 silam atas nama Heri Getruida Mauboi. Dari hasil penelusuran Timor Express menyebutkan, bakal calon tersebut pernah menjadi penyelenggara pemilu sebelum pemilihan legislatif 2014. Dan, kemudian menjadi caleg Kota Kupang dari Partai Golkar nomor urut lima Daerah Pemilihan Oebobo. Namun yang bersangkutan tidak terpilih.

Heri Mauboi kemudian sempat mengikuti seleksi calon anggota Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Kupang pada 2017 lalu dan belum memenuhi syarat karena belum lima tahun keluar dari parpol.
“Soal caleg, kalau ada pengaduan, kami akan tindak lanjut dengan melakukan pengecekan ke KPU, apakah benar dia caleg atau tidak. Jika benar caleg berarti dia anggota parpol, maka akan dianulir,” tegas Ketua Timsel, Yohanes Tuba Helan kepada Timor Express, Senin (21/5).

Di dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang penyelenggara pemilu huruf (i) disebutkan, anggota penyelenggara pemilu harus mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik sekurang-kuranganya lima tahun pada saat mendaftar sebagai calon.

Selain itu, Ketua Timsel juga mengakui salah satu bakal calon yang tidak lolos seleksi administrasi sempat mengajukan protes setelah diumumkan tidak lolos. Bakal calon atas nama Susiani Kanaha, sambung Jhon Tuba Helan melakukan protes karena tidak puas dengan poin atau skor yang diberikan timsel. “Yang bersangkutan sudah mengadu ke timsel dan sudah dijelaskan sehingga klir,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Timor Express, bakal calon atas nama Mas’ud Umar yang merupakan ASN di Pemprov NTT hingga kemarin belum mengantongi surat izin dari pimpinan.

Sementara itu, Kepala Divisi Hukum PIAR NTT, Paul SinlaeloE kepada Timor Express menyesalkan 80-an persen pelamar komisioner Bawaslu yang merupakan anggota Panwaslu kabupaten baru dilantik pada September 2017. Oleh karena itu, belum tuntas dalam melaksanakan tugas sesuai sumpah jabatan. Sayangnya mereka berambisi melamar ke Bawaslu NTT.

Sedangkan 15 persen lainnya, kata Paul, adalah mereka yang pernah tidak diterima pada seleksi Panwaslu tahun 2017. Lima persen lainnya pernah gagal ketika menjadi Panwaslu pada periode yang lalu. “Bahkan ada di antara mereka yang sudah dikenakan sanksi kode etik pada saat bertugas kali lalu,” jelas Paul. Ia juga menambahkan, ada yang sudah dua kali dikenakan sanksi kode etik. Bahkan ada yang pada tahun 2009 diduga terlibat korupsi uang sewa mobil Panwaslu NTT. (cel/sam)

 

Nama-nama bakal calon dari Panwaslu kabupaten/kota

1. Agustinus Bau: Belu
2. Andreas Parera: Belu
3. Dominika Deran: Alor
4. Estherlina Sagajoka: Ende
5. Melky Fay: TTS
6. Melpi Marpaung: Belu
7. Rofinus Kopong Teron: Flotim
8. Sebastianus Fernandes: Ngada
9. Simeon Sofan Sofian: Manggarai Barat
10. Tarsis Toumeluk: Rote Ndao
11. Timoteus Sebo: Ngada
12. Yohana Maria Leba: Ngada



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!