Rekrut Anak SD, Husnia Tangkap – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Rekrut Anak SD, Husnia Tangkap

DIAMANKAN. Husnia, 35, pelaku terduga trafficking saat diamankan di Mapolres TTS, Senin (21/5).

IST

SOE , TIMEX – Anggota TNI Kodim 1621/TTS bersama anggota Polsek Batu Putih, Sabtu (19/5) mengamankan Husnia, 35, asal Makassar Sulawesi Selatan karena diduga hendak merekrut anak-anak yang baru tamat SD di Desa Oebelo untuk dipekerjakan di Makassar. Husnia lalu diserahkan ke Polres TTS guna diperiksa lebih lanjut.

Informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa sumber menyebutkan, penangkapan pelaku bermula dari pengaduan Pendeta Isak La’a kepada anggota Kodim 1621/TTS terkait keberadaan Husnia yang merekrut anak-anak tamatan SD untuk dipekerjakan di Makassar.

Anggota Kodim 1621/TTS saat mendapat informasi tersebut, langsung bergerak menuju Batu Putih Desa Oebobo untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan-kendaraan yang datang dari arah Bena, karena dari informasi yang diperoleh anggota TNI Kodim 1621/TTS bahwa pelaku akan meninggalkan TTS menuju Kupang.

Ternyata laporan itu benar, karena setelah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa kendaraan yang hendak menuju Kupang, akhirnya anggota Kodim 1621/TTS berhasil menangkap pelaku bersama seorang anak bernama Yeni Petrus yang hendak dibawa pelaku dan diduga kuat anak yang dibawa itu akan dikirim keluar NTT.

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari kepada wartawan, Senin (21/5) membenarkan adanya penangkapan pelaku yang diduga melakukan aksi perdagangan manusia. Saat ini, Husnia telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel Polres TTS.

“Saat diamankan, pelaku membawa serta seorang anak di bawah umur yang diduga akan dibawa ke luar NTT. Pelaku mengaku, selama ini dirinya mencari anak-anak yang putus sekolah guna dimasukan ke panti asuhan di Makassar agar bisa sekolah lebih lanjut. Namun hal ini tidak kita percaya begitu saja. Saat ini kita masih terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut,” jelas Jamari.‎

Ia mengaku, tersangka dijerat dengan P‎asal 2 ayat (1) dan atau Pasal 10 dan atau pasal 17 UU Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman penjara minimal tiga tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara‎.

Beberapa sumber mengatakan,  selama ini pelaku melakukan perekrutan anak-anak yang putus sekolah mulai dari tingkat SD hingga tingkat SMP. Selama ini, pelaku melancarkan aksinya di wilayah Kuanfatu dan Kot’olin.

Kepada orang tua korban, pelaku mengaku akan melanjutkan sekolah anak-anak mereka dan seluruh biaya kebutuhan sehari-hari ditanggung pelaku. (yop/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!