Kandang Marhaen Bergejolak – Timor Express

Timor Express

PILKADA

Kandang Marhaen Bergejolak

PDIP Minta PKB Lebih Aktif
PKB: Yang Penting Hirarki Jalan

KUPANG, TIMEX – Memasuki putaran IV masa kampanye pilgub NTT 2018, paket calon (Paslon) nomor urut 2, Marianus Sae-Emellia Nomleni diterpa isu kurang sedap. Bahkan paslon yang mengusung tagline “Marhaen” itu diterpa dua isu sekaligus.

Pertama, Cagub Marianus Sae diisukan mendukung paslon lain. Dan yang paling menarik, Ketua DPD PDIP NTT, Frans Lebu Raya yang juga Gubernur NTT diisukan mendukung paslon lain pula. Hal ini menurut kubu Marhaen sudah berhembus kencang di media sosial dan di kalangan masyarakat.

“Kami perlu klarifikasi karena kemarin (8 Mei) sebelum debat kandidat putaran kedua, saya bersama Ibu Emi dan beberapa teman mengunjungi beliau (Marianus Sae) di tahanan KPK. Kita menanyakan tentang hal itu dan beliau mengatakan tidak mungkin dan tidak akan mendukung paket siapa pun,” kata Ketua Tim Pemenangan Marhaen, Viktor Mado Watun di Sekretariat DPD PDIP NTT, Jln Piet Tallo Kota Kupang, Kamis (24/5).

Viktor didampingi tim lainya, Niko Frans dan Anton Landi. Menurut Viktor, Marianus tetap menjadi calon gubernur yang mendampingi Emi Nomleni karena sudah ditetapkan oleh KPU. Bahkan seluruh jaringan pendukung Marianus terus bekerja memenangkan paket yang diusung PDIP dan PKB itu.

“Intinya Pak Marianus Sae tidak mendukung paket lain. Kalau seandainya paket ini menang, Marianus Sae tetap dilantik menjadi gubernur dan ibu Emi dilantik menjadi wakil gubernur,” tambahnya.

Masih menurut dia, isu kedua adalah terkait dukungan Frans Lebu Raya kepada paslon lain. Menurut Viktor, hal tersebut tidak mungkin terjadi, karena Frans Lebu Raya adalah Ketua DPD PDIP NTT. “Bahkan dia sudah minta izin untuk berkampanye setiap Jumat, Sabtu dan Minggu sampai tanggal 27 Juni. Setiap minggu,” tandas mantan wakil bupati Lembata itu.

Menurut dia, isu tersebut harus diklarifikasi karena menjadi preseden buruk bagi Marhaen. Bahkan ada pula isu terkait dukungan keluarga besar Lamaholot ke paslon lain. “Itu tidak benar, karena Pak Frans sebagai Ketua DPD PDIP dan orang Lamaholot sudah menyerahkan parang dan alat perang lain kepada Marianus,” tambah Viktor yang menyebut timnya sudah berkeliling hingga 230 lebih titik di seluruh NTT.

Saat ditanya Timor Express terkait dukungan PKB kepada Marhaen, Viktor mengakui partisipasi pengurus PKB belum sepenuhnya dari DPW hingga DPC. Meski demikian dia tegaskan, PDIP masih tetap berkoalisi dengan PKB.

“Hanya memang dalam kampanye keliling di hampir seluruh NTT, ada tempat yang teman-teman (PKB) ikut secara aktif, tapi memang ada kabupaten yang ketika kita koordinasi memang mereka kesulitan untuk ikuti sama-sama, sehingga mereka selalu menugaskan teman-teman yang ada di tingkat kabupaten untuk bisa selalu bersama-sama kita,” kilah Viktor.

Masih menurut Viktor, keterlibatan DPW PKB NTT tidak tampak seperti saat kampanye tahap pertama dan kedua. Namun masih bisa digantikan dengan pengurus di tingkat kabupaten/kota.

“Hanya DPW (PKB) memang agak pasif. Mereka mungkin urus lain. Jadi mereka lebih banyak pasif. Tapi di tingkat DPC, mereka ikuti kita. Karena tidak bisa kita pisahkan, kalau tidak, kursi kurang. Sehingga kita harapkan mereka juga harus berpartisipasi secara langsung, apakah mengikuti kita ketika di titik kampanye masing-masing zona, atau mereka bisa membuat titik kampanye baru,” sambungnya lagi.

Hal senada juga dikatakan tim pemenangan lainnya, Anton Landi. Menurutnya, saat ini selain kesibukan di pilkada, juga sedang sibuk dengan persiapan pemilihan legislatif. Namun hubungan kedua parpol masih tetap terjaga untuk sama-sama mendukung Marhaen.

Sementara Ketua DPW PKB NTT, Yucundianus Lepa yang dikonfirmasi terpisah menegaskan, PKB masih tetap mendukung Marhaen meski dia akui keterlibatan pengurus DPW tidak secara langsung. “Kita kan tidak perlu ikut di seremoni kampanye yang kelihatan itu. Kan ada gerakan-gerakan di bawah dalam bentuk dukungan doa, perhatian, kasak-kusuk,” kata Yucun yang juga Ketua Fraksi PKB di DPRD NTT itu.

Menurut dia, partainya tidak sedang sibuk mengurus pencalegan, namun garis komando secara hirarkis sedang dijalankan. Sehingga, meski pengurus DPW tidak berada di titik kampanye, namun sudah ditugaskan kepada pengurus di tingkat kabupaten/kota.

Meski demikian, Yucun akui, dengan kondisi geografis NTT, tidak mungkin pihaknya harus hadir di setiap titik yang dikunjungi. “Jadi kalau kita mengandalkan kita sendiri hadir dalam setiap kampanye, berarti bisa kehabisan tenaga, pikiran dan dana segala macam. Karena itu setelah pertemuan dengan seluruh jajaran, saya perintahkan teman-teman di bawah mulai jalan. Ini kan kerja gotong royong,” imbuhnya. (cel/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!