30 Jam Diculik, Richard Selamat – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

30 Jam Diculik, Richard Selamat

SELAMAT. Korban penculikan Richard Mantolas (4) tiba di Kupang. Ia tampak digendong ibunya di Mapolres Kupang Kota, malam tadi.

FENTI ANIN/TIMEX

Dua Pelaku Ditangkap

KUPANG, TIMEX – Polisi bergerak cepat menangkap penculik balita Richard Edgar Mantolas, 4. Dua orang pelaku berhasil dibekuk masing-masing Ranti Kore (RK) dan Chris Nahas (CN). Sementara korban dalam kondisi sehat. Kisah penculikan hingga penangkapan para pelaku ini seperti drama.

RK yang diketahui berprofesi sebagai kontraktor ditangkap polisi di rumahnya di wilayah Kampung Baru, Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, Selasa (29/5) siang.
Diduga kuat pelaku RK sakit hati dan ingin balas dendam karena terjerat kasus dugaan korupsi. Kasus tersebut ditangani ayah korban di Kejari TTU.

Sementara CN yang diketahui selama ini tinggal di Jakarta dan belum lama di Kupang, ditangkap di wilayah Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang. Saat ditangkap, CN sedang menumpang bus dalam perjalanan dari Kefamenanu.

Saat dicokok, CN sempat melawan namun polisi langsung bertindak tegas dan langsung membawa paksa yang bersangkutan ke Mapolres Kupang Kota untuk menjalani proses hukum.
Polisi juga menyita barang bukti mobil Avanza warna putih dengan nomor polisi DH 1571 AN yang dipakai pelaku mengambil korban di lokasi kejadian, dan mobil Suzuki Ertiga yang dipakai pelaku membawa korban ke Kefamenanu dan Malaka.

Mobil Avanza putih tersebut diamankan polisi di wilayah Bena Kabupaten TTS. Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Christian Nugroho yang diwawancarai di Mapolresta, malam tadi, mengatakan, penangkapan kedua pelaku dilakukan bersama jajaran Ditreskrimum Polda NTT.

“Jadi dari sepanjang hari kemarin, setelah kejadian itu, kita kerja keras bersama rekan-rekan Polda. Kita diskusikan segala kemungkinan yang akan kita lakukan, dengan satu misi yaitu keselamatan anak. Kita malah berpikir tersangka itu nomor sekian, anak ini yang harus selamat,” kata Anthon.

Mantan Wakapolres Kupang itu jelaskan, hingga Selasa (29/5) pagi, setelah pihaknya yakin akan identitas dan keberadaan pelaku, tim Subdit Jatanras yang dipimpin Kasubdit AKBP Josua Tampubolon langsung bergerak menangkap pelaku RK.

Selanjutnya, sesuai hasil interogasi terhadap pelaku RK, diketahui keberadaan korban.

Tim Jatanras kemudian bergerak mengamankan korban dalam kondisi sehat dan selamat di rumah kerabat RK di wilayah Kabupaten Malaka.

Sesuai pengembangan informasi tim Jatanras di Kefamenanu, diketahui pelaku CN melarikan diri ke Kupang, sehingga pihak Polres Kupang Kota langsung melakukan razia dengan berbekal foto pelaku. “Anak ditemukan siang hari di Malaka dalam kondisi sehat. Korban dititip di salah satu rumah keluarga pelaku RK. Yang jelas anaknya selamat, pelakunya berhasil ditangkap. Penangkapan dilakukan serempak,” tandas Kapolres.

Orang nomor satu di Mapolres Kupang Kota itu melanjutkan, pihaknya berusaha keras mengungkap kasus tersebut, karena telah menjadi perhatian publik. “Pimpinan kita di Polda juga menaruh perhatian serius dan tidak membiarkan kita jalan sendiri, tetapi menurunkan tim bersama kami. Pak Dirkrimum dan Kasat Brimob sendiri turun. Semua Polres ikut membantu. Saya sangat terbantu sekali dengan pak Dirum, pak Kapolda dan Pak Wakapolda juga memberikan dukungan penuh agar manfaatkan teknologi apa saja yang dipunyai kita,” kata dia.

Perwira menengah dengan pangkat dua melati di pundak itu mengaku hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku untuk mendalami motif sesungguh dari kasus tersebut.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, lanjut dia, pihaknya mengumpulkan berbagai informasi untuk dijadikan petunjuk, termasuk informasi adanya ancaman teror oleh penelpon gelap terhadap orangtua korban.

Diakui kasus penculikan adalah kasus langka di Kota Kupang, apalagi korbannya anak-anak. Untuk itu, pihaknya selalu berpikir keselamatan anak-anak yang paling utama.
“Jadi sambil kita bekerja, kita terus berdoa anak ini harus selamat,” ungkap Anthon.

Selain itu, polisi juga mengumpulkan banyak keterangan saksi, termasuk dari keluarga korban. Orangtua korban juga dinilai sangat koperatif memberikan informasi sebanyak-banyaknya ke polisi. “Dalam pengungkapan kasus ini, kita dibantu tim Jatanras Polda NTT yang langkahnya jauh, sementara kita terus memberikan masukan dari sini terkait petunjuk yang ditemukan di lapangan,” terang dia.

Mobil Avanza warna putih yang diamankan, jelas Kapolres, dipakai pelaku CN untuk mengambil korban. Setelah itu terjadi pergantian mobil dengan jenis Suzuki Ertiga yang kemudian dipakai untuk membawa korban ke Kefamenanu selanjutnya ke Malaka.

Menurutnya mobil tersebut adalah mobil rental dan pemiliknya setelah diperiksa, mengaku tidak tahu menahu soal aksi kejahatan yang dilakukan penyewa mobil. “Pemiliknya nggak tahu. Modusnya mobilnya itu malam dihubungi mau dipakai, dan paginya diambil. Setelah dipakai ngambil anak ini kemudian ditukar lagi pakai mobilnya yang lain dan dibawa ke Kefamenanu. Mobil yang satu akan dibawa juga ke sini,” jelas Kapolres.

“Kalau pelaku CN, mungkin karena ada penangkapan di Kefamemanu sehingga dia lari ke sini. Nanti kita akan dalami, apakah ada kemungkinan penambahan tersangka atau tidak, karena kita belum periksa tersangka RK sebagai aktor utama yang dibawa dari Kefamenanu,” lanjut dia.

Sebelumnya, kasus dugaan penculikan anak kecil oleh orang tak dikenal (OTD) sontak menggegerkan masyarakat Kota Kupang sekira pukul 07.00, Senin (28/5) lalu.
Balita bernama Richard Mantholas, tiba-tiba saja menghilang saat bermain di jalan depan rumahnya, komplek perumahan Budianto Sejahtera Bersama (BSB) Blok D No. 38,
Jl. Fatudela 2, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Korban adalah putra pertama dari Kundrat Mantolas yang kini menjabat Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Sebelum diketahui hilang, bocah laki-laki berusia empat tahun itu masih bersama Deby Yunita Nara Loni, pembantu rumah tangga, pergi ke kios yang terletak persis di samping rumahnya.

Saat di kios milik Yuli Aris Kartiko, korban lalu berlarian di jalan kembali ke arah depan rumahnya, meninggalkan Deby bersama adiknya Wiliar. Di saat yang bersamaan, Wiliar masuk ke dalam kios sehingga disusul si pembantu.

Deby dan Wiliar kemudian kembali ke rumah mereka. Korban dikira telah lebih dahulu masuk ke dalam rumah. Namun setelah dicek ternyata korban tidak ada.
Deby lalu memberitahu kejadian tersebut kepada Noni dan Esy, tante korban yang tengah bersiap hendak ke kampus.

Mereka lalu berusaha mencari korban di sekitar komplek perumahan tersebut namun nihil.
Kejadian itu pun dilaporkan ke ibu dan ayah korban, termasuk ke aparat kepolisian.

Deby si pembantu, kepada wartawan mengatakan, setiap pagi saat majikan perempuannya hendak berangkat ke kantor, dia biasa membujuk korban dan adiknya Wiliam ke kios. “Setiap pagi, kalau ibu mau pergi kerja, Richard dan Wiliam suka rewel, jadi saya biasa bujuk ke kios. Tidak belanja juga,” kata Deby.

Gadis asal Kabupaten Sabu Raijua itu juga mengaku saat ke luar rumah dan hendak ke kios, dia sempat melihat ada sebuah mobil warna putih yang terparkir di depan rumah majikannya dengan posisi bagian depan ke arah timur.

Dan saat mengetahui Richard hilang, mobil tersebut pun tidak berada lagi di lokasi semula.
Sementara, Yuli Aris Kartiko yang diwawancarai di kediamannya, mengatakan, saat membuka kiosnya sekira pukul 07.00, dia sudah mendapati ada mobil Avanza warna putih terparkir di jalan depan rumah korban.

Beberapa saat kemudian, dia melihat ada seorang pria bertubuh kekar keluar dari mobil itu dan datang ke kiosnya untuk belanja.
Si pria yang diduga kuat pelaku penculikan itu, menurut Yuli, membeli minuman teh botol.

“Awalnya laki-laki itu datang terus bilang mau beli rokok tapi batal. Terus bilang lagi mau beli jajan tapi tidak jadi. Terakhir beli dua teh botol. Dia kasih uang Rp 100 ribu. Jadi saya kembalikan Rp 90 ribu,” kata Yuli.

“Orang itu baru saya lihat. Tubuhnya besar dan tingginya sekitar 1,7 meter, pakai jacket warna gelap yang langsung ada topi belakangnya, dan dipakai menutup kepala. Resleting jacket juga ditarik penuh hingga mentok di dagunya. Dia juga pakai masker warna abu-abu sehingga menutup separuh wajah,” lanjut dia.
Lebih lanjut dikatakan, saat berbelanja, pria asing itu berbicara dengan logat Kupang.

“Bicaranya kayak orang sini. Bukan Jawa. Kalau Jawa, sudah saya Jawain dia,” lanjut Yuli.
Dia juga sempat melihat mobil Avanza putih itu bergerak cepat keluar dari komplek perumahan tersebut.

Sesaat kemudian baru dia mendapat informasi dari Deby, si pembantu di rumah Kundrat bahwa Richard telah hilang. Yuli juga menyampaikan selain pria misterius itu, ada seorang pria lagi yang mengemudikan mobil tersebut. Si pengemudi tetap berada dalam mobil.

Awalnya, Yuli mengaku suaminya juga sempat menanyakan pria tak dikenal itu karena gelagatnya yang mencurigakan. “Suami saya sampai tanya ke orang itu mau beli apa. Karena mondar-mandir ke kios. Orang itu sempat jawab katanya lupa bawa uang,” imbuh Yuli.

Terhadap kasus tersebut, pihak Satreskrim Polres Kupang Kota yang dipimpin Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman telah mendatangi kediaman korban dan mendalami keterangan sejumlah saksi. Polisi juga berupaya melihat rekaman CCTV dari warga komplek perumahan tersebut. (joo/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!