Polisi Tangkap Tersangka Baru – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Polisi Tangkap Tersangka Baru

KUPANG, TIMEX – Aparat kepolisian Polres Kupang Kota kembali membekuk satu lagi tersangka kasus penculikan. Penangkapan dilakukan unit Buser Sat Reskrim Polres Kupang Kota dipimpin Bripka Yance Sinlaeloe, Rabu (30/5) petang sekitar pukul 17.00 di Desa Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.

Polisi menangkap Simson Rassi alias Ichal Bogen alias Richard (35) warga RT 05/RW 10, Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang di rumahnya di Sonraen.

Tersangka Simson Rassi merupakan tersangka ketiga dalam kasus penculikan Richard Edgar Mantolas, 4. Tersangka tiba di Mapolres Kupang Kota pada pukul 18.35 disambut Kapolres Kupang Kota AKBP Anton Ch Nugroho, dan Waka Polres Kupang Kota Kompol Edward Jacky Tofany Umbu Kaledi.

Hadir pula ayah korban Kundrat Mantolas dan sejumlah jaksa rekan ayah korban. Kapolres Kupang Kota, AKBP Anton Ch. Nugroho, di Mapolres Kupang Kota, mengaku penangkapan tersebut merupakan upaya dan kerja keras aparat kepolisian untuk mengungkap dan menuntaskan kasus penculikan tersebut. “Ini (Simson Rassi, red) merupakan tersangka ketiga dalam kaitan dengan kasus penculikan ini,” katanya.

Menurutnya, peran tersangka Simson dalam kasus penculikan ini masih didalami. “Kami masih periksa. Selanjutnya baru bisa diuraikan ceritanya juga peran masing-masing tersangka dalam kasus ini. Yang jelas kami masih terus lakukan penyelidikan, kemungkinan ada tersangka baru atau tidak kami masih dalami,” jelasnya.

Dikatakan, korban sementara masih menjalani perawatan agar memulihkan psikologinya. “Kami berharap semua proses berjalan lancar. Korban juga sehat,” pungkasnya.

Walau Kapolres masih enggan menjelaskan peran tersangka Simson Rassi, namun diperoleh informasi kalau tersangka Simson Rassi adalah sopir kendaraan yang dipakai menculik korban.
Simson, Ranti Kore dan Chris Nahas merupakan tiga pelaku penculikan bocah usia empat tahun pada Senin (28/5) pagi.

Ranti Mencoba Suap Kundrat

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasie Tipidsus) Kejari TTU, Kundrat Mantolas meyakini motif penculikan putera pertamanya yang dilakukan Ranti Koreh, karena kasus korupsi yang sedang ditanganinya.

Dalam kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Noenasi pada tahun 2016 itu Ranti Kore ditetapkan sebagai tersangka. Di kasus ini terdapat tiga tersangka dan sudah siap disidangkan.

Kundrat mengaku kesal dengan tindakan Ranti yang nekat menculik putranya yang sama sekali tidak mengetahui persoalan. “Kenapa harus anak saya yang tidak mengetahui duduk persoalan kasus tersebut yang harus menjadi sasaran. Toh, kasus dana desa Noenasi tinggal menunggu jadwal persidangan dari pihak pengadilan Tipikor Kupang saja,” kata Kundrat, Rabu (30/5).

Kundrat menjelaskan, dalam kasus tersebut, penyidik Kejari TTU menetapkan tiga orang tersangka yaitu Kepala Desa Noenasi, Milikheor Pot Aomenu, mantan Sekertaris Desa, Siprianus Olin dan Ranti Kore selaku suplier yang juga menjadi otak penculikan terhadap Richard Mantolas, putra pertama Kundrat.

Dijelaskan, dalam penyelidikan kasus tersebut, penyidik Kejari TTU menemukan adanya selisih antara pembayaran dan keadaan fisik pekerjaan di lapangan terkait pekerjaan pembukaan jalan baru. Dari hasil perhitungan penyidik Kejari TTU, hasil perhitungan tim ahli Politeknik Negeri Kupang (PNK) dan hasil audit Inspektorat Kabupaten TTU, item pekerjaan yang dikerjakan oleh Ranti Kore tersebut menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 450 juta lebih.

Ia mengaku usai penetapan tersangka terhadap Ranti Kore, Milikheor Pot Aomenu dan Siprianus Olin dirinya sempat didekati oleh beberapa oknum yang disuruh para tersangka untuk menawarkan sejumlah uang. Tujuannya menutup kasus tersebut. Namun Kundrat menolak tawaran tersebut. Oleh karena itu, ia dirinya menduga para tersangka sakit hati lantaran tawaran “damainya” ditolak. Kemudian anak Kundrat yang jadi korban. “Saya curiga karena tersangka sudah buntu makanya nekat menculik anak saya,” kata Kundrat.

Ia mengatakan saat ini anaknya sudah berada di rumah dan dalam keadaan sehat. Namun untuk memastikan keadaan psikologis anaknya, Kundrat berencana membawa sang buah hati ke psikolog untuk memulihkan mentalnya. Dirinya juga sudah berkomunikasi dengan Kapolres Kupang Kota terkait pengamanan keluarganya yang merupakan warga Kota Kupang. “Ke depan saya akan perketat pengamanan di rumah untuk memastikan keluarga saya aman. Saya juga sudah bicara dengan pak Kapolres terkait keselamatan keluarga saya dan beliau memastikan hal tersebut menjadi tanggung jawab pihak kepolisian,” ujar Kundrat. (mg25/mg26/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!