Tersangka Target Habisi Kundrat – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Tersangka Target Habisi Kundrat

TERSANGKA BARU. Tersangka baru Simson Rassi alias Ichal Bogen alias Richard (topi merah) warga RT 05/RW 10, Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, saat diamankan di Mapolres Kupang Kota, Rabu (30/5).

FENTI ANIN/TIMEX

Aksi Penculikan
Terancam 12 Tahun Penjara

KUPANG, TIMEX – Sedikit demi sedikit drama penculikan balita Richard Edgar Mantolas, 4, terurai. Salah satu tersangka, Chris Nahas mengaku target awalnya adalah ayah korban, yakni Kundrat Mantolas.

Dalam pemeriksaan di Mapolres Kupang Kota, Rabu (30/5), tersangka Chris yang juga mengaku ke polisi sebagai anak buah Hercules, menyebutkan sempat masuk mencari Kundrat dalam rumahnya.

Dia mengaku memeriksa semua kamar pada rumah di Komplek BSB Liliba No. 38D itu, namun tidak berhasil menemukan Kundrat sehingga akhirnya menculik korban yang ditemui hendak masuk lewat gerbang pagar rumah.

Kepada penyidik, Chris telah mengakui semua perbuatannya dan menyatakan akan kooperatif menjalani proses hukum hingga di persidangan pengadilan nanti.
Sementara itu, tersangka utama Prantiana Kore alias Ranti Kore terus menjalani pemeriksaan intensif di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kupang Kota.

Dalam pemeriksaan sebagai tersangka, Ranti yang adalah aktor utama kasus penculikan balita Richard Edgar Mantolas,4, putra sulung Kasi Pidsus Kejari TTU Kundrat Mantolas, didampingi kuasa hukum Albert Ratu Edo.
Albert yang ditemui usai mendampingi kliennya di Mapolres Kupang Kota, sekira pukul 11.00, Rabu (30/5), mengaku dirinya ditunjuk sebagai kuasa hukum oleh penyidik yang juga Kanit PPA Bripka Bregita Usfinit. Albert mengaku siap mendampingi kliennya pada proses penyelidikan dan penyidikan di kepolisian. “Kami mendukung proses hukum, biar cepat rampung dan dilimpahkan ke kejaksaan dan persidangan. Biar klien juga cepat memperoleh kepastian hukum,” kata Albert.

Sementara Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman di ruang kerjanya, mengatakan pihaknya telah merampungkan pemeriksaan terhadap kedua tersangka. “Berkas sudah rampung,” kata Yance.
Tersangka Ranti Kore dan Christian Nahas alias Chris dijerat dengan Pasal 83 Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.

Informasi yang dihimpun di Mapolresta, menyebutkan, saat melancarkan aksi penculikan, Ranti menggunakan mobil Avanza warna putih dengan nomor polisi DH 1571 AN.

Mobil tersebut adalah mobil rental yang selama ini dikemudikan Marsel. Sebelumnya Ranti, Chris dan Simon Rassi alias Ical Bogen alias Richard (tersangka lainnya) ke Kupang menggunakan mobil milik Ranti merk Suzuki Ertiga pada Minggu (27/5), lalu mereka bertiga menginap sekamar di Hotel Ledetadu yang berlokasi persis di depan Lapas Anak Kupang hingga Senin (28/5) pagi.

Selanjutnya mobil tersebut ditukar dengan mobil Avanza putih milik Rekes. Saat ke rumah korban, mobil Avanza putih itu dikemudikan Ranti, membawa serta Chris dan Richard.
Saat di jalan depan rumah korban, Chris yang turun menculik korban, sementara Ranti dan Richard tetap menunggu di mobil.

Saat melihat korban berlari di jalan dan hendak masuk ke rumah, Chris membekap korban dan seketika dimasukkan ke mobil dan mereka pun bergegas meninggalkan TKP.
Setelah itu, para pelaku mengembalikan mobil Avanza tersebut ke Rekes dan menggunakan mobil Ertiga milik Ranti menuju Kefamenanu bersama korban.

Para pelaku kemudian membawa korban ke Malaka dan dititipkan di rumah dari salah satu kerabat tersangka Ranti. Setelah itu, ketiga pelaku kembali ke Kefamenanu.

Selasa (29/5), diduga karena mengetahui tersangka Ranti telah ditangkap tim Jatanras Polda NTT, Chris Nahas langsung berusaha melarikan diri menggunakan bus umum.
Sementara Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman yang mengetahui Chris melarikan diri menggunakan bus ke arah Kupang langsung melakukan pengejaran.
Ada beberapa bus yang berhasil dirazia di wilayah Takari dan Camplong tapi Chris tak ditemukan.

Hingga sekira pukul 17.00, polisi mengetahui nomor ponsel tersangka Chris kembali aktif dan sesuai hasil pelacakan menunjukkan posisi target di wilayah Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.Nomor Chris diketahui polisi dari ayah korban, karena tersangka terus menelepon dan mengancam akan membunuh korban jika mereka sampai ditangkap polisi

Hanya saja, saat mengancam ayah korban, bocah laki-laki berusia 4 tahun itu sudah lebih dulu ditemukan tim Jatanras dalam kondisi selamat di wilayah Malaka.

Untuk itu, tim Polres Kupang Kota yang dipimpin langsung Kapolres AKBP Anthon Christian Nugroho langsung melakukan razia terhadap semua bus umum luar kota antar kabupaten yang lewat dan masuk ke wilayah Kota Kupang melalui wilayah Bimoku, Kelurahan Lasiana.

Saat bus yang ditumpangi tersangka Chris melintas, Kapolres dan tim langsung menghentikan dan melakukan pemeriksaan.

Bermodal foto pelaku dan nomor ponsel Chris, polisi dengan mudah menemukan si tersangka yang kemudian diketahui adalah preman di wilayah Tanah Abang, Jakarta.
Chris sempat melakukan perlawanan saat hendak ditangkap, namun polisi bersikap tegas dan langsung membawa paksa yang bersangkutan ke Mapolresta.

Sementara informasi lain menyebutkan, tersangka Ranti Kore dalam pemeriksaan di Mapolresta mengaku nekat menculik korban karena sakit hati dijadikan tersangka oleh ayah korban.
Ranti mengaku jika ditahan sebagai tersangka maka akan terpisah dengan anak-anaknya. Itu sebabnya dengan menculik korban, dia bermaksud ingin memisahkan Kundrat dengan anak.
Perempuan 43 tahun itu ingin apa yang akan dialaminya (terpisah dari anak) juga dialami Kundrat Mantolas.

Namun demikian, Ranti saat diperiksa polisi mengaku tidak akan menyakiti korban. Dia mengaku ingin memelihara korban dan hanya ingin memisahkan korban dengan ayahnya.
Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Christian Nugroho juga menugaskan penyidik Unit PPA untuk membawa psikiater untuk memeriksa kondisi psikologi korban di rumahnya.

Sementara ayah korban, Kundrat Mantolas mengaku dirinya pernah didatangi Ranti yang berupaya menyuapnya agar perkara dugaan korupsi yang menjeratnya dihentikan Kundrat. Namun tawaran itu langsung ditolak mentah-mentah oleh Kundrat yang sebelumnya menjadi Kasi Intel Kejari TTU. (joo/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!