Uang Rp 48 M Terancam jadi Silpa – Timor Express

Timor Express

NUSANTARA

Uang Rp 48 M Terancam jadi Silpa

BELUM DIPERBAIKI. Para pemain bola tetap melakukan latihan di Stadion Yosonegoro yang belum direnovasi karena proses tender yang masih bermasalah.

RADAR MADIUN/JPG

Renovasi Stadion Yosonegoro Ditender Ulang

MAGETAN, TIMEX–Bupati Magetan terpilih berpotensi memikul beban menuntaskan proyek renovasi Stadion Yosonegoro. Hal itu terjadi bila retender lelang pekerjaan yang diambil dinas pendidikan kepemudaan dan olahraga (disdikpora) kembali kandas.

Organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut memasukkan ulang dokumen lelang ke unit layanan pengadaan (ULP) setelah awal Mei lalu proses tahap pertama itu gagal. ‘’Karena kalau tahap dua ini gagal, waktunya sudah tidak mencukupi,’’ kata Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Magetan Ambar Setyanto kemarin (30/5).

Ambar mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan ulang berkas-berkas pengajuan lelang ke ULP Kamis lalu (24/5). Keputusan retender berdasar hasil kesepakatan rapat bersama bagian administrasi pengadaan barang dan jasa, administrasi pembangunan, DPUPR, serta tim pengawalan pengamanan pemerintahan dan pembangunan daerah (TP4D).

Pertimbangannya adalah sisa waktu masih tercukupi. Bila bulan depan sudah tanda tangan kontrak, pekerjaan bisa dilangsungkan Juli mendatang. Itu berdasar telaah teknis panitia perencanaan, ULP, dan TP4D. ‘’Estimasinya kan lima bulan. Kalau Juli mulai dikerjakan, November bisa selesai,’’ paparnya.

Dia menyebut, pihaknya masih mengajukan renovasi yang anggarannya Rp 4,8 miliar itu dalam satu paket pekerjaan. Yakni, mencari satu rekanan kontraktor untuk menggarap tiga bidang pekerjaan: tribun, lapangan bola, dan lapangan futsal.

Ambar optimistis lelang tahap dua ini bisa menemukan kontraktor yang sesuai. Sebab, berkaca tahap pertama, ada 10 perusahaan yang menawar kendati mereka dinyatakan gagal lantaran metode pelaksanaan kerja tidak sesuai ketentuan. ‘’Ya, lebih baik dananya masuk ke kas daerah lagi menjadi silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran, Red),’’ ujarnya ketika ditanya langkah seandainya lelang kembali gagal.

Dia belum bisa memastikan kelanjutan renovasi stadion bila tahun ini rencana pekerjaannya kembali kandas. Pihaknya perlu menanti kebijakan bupati terpilih kelak. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada perubahan dengan yang ada saat ini.

Ambar berpendapat bupati terpilih bisa jadi mengambil kebijakan mengubah konsep renovasi stadion. Misalnya, memulai dari awal pembangunan dengan perencanaan yang baru. Bentuk stadion diubah dari konsep era Bupati Sumantri.

Juga tidak menutup kemungkinan mengalihkan menjadi proyek multiyears dengan mengalokasikan paket dana besar untuk pekerjaan jangka waktu tertentu. Sedangkan saat ini dana digelontorkan bertahap di setiap tahun anggaran. ‘’Tergantung apakah infrastruktur dan olahraga menjadi program superprioritas bupati terpilih,’’ ujarnya.

Terpisah, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Ari Budi Santosa membenarkan adanya retender renovasi stadion. Pihaknya sudah menindaklanjuti dengan membentuk kelompok kerja (pokja) yang baru. Dokumen yang sudah dikirimkan disdikpora tengah ditindaklanjuti untuk ditayangkan di website layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). ‘’Masih kami proses,’’ katanya. (cor/c1/isd/jpg/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!