Mama dan Anak Terlibat Penculikan – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Mama dan Anak Terlibat Penculikan

EMPAT TERSANGKA. Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho didampingi Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Julest Abas dan aparat lainnya saat jumpa pers di Mapolres Kupang Kota, Kamis (31/5) malam.

FENTI ANIN/TIMEX

Polisi Tangkap Anak Ranti
Total Sudah 4 Tersangka

KUPANG, TIMEX – Penyidik Polres Kupang Kota terus mendalami kasus penculikan balita Richard Edgar Mantolas. Kamis (31/5), sekira pukul 10.00, aparat menangkap tersangka keemat, yakni Thomas Valentino Kore.

Tersangka yang akrab disapa Tom ini merupakan anak pertama dari Ranti Kore, tersangka utama kasus penculikan. Tom ditangkap di rumahnya di Jalan Angsana, Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota, Kabupaten TTU. Tom terlibat dalam kasus penculikan tersebut karena bersama ibunya serta dua tersangka lainnya datang ke TKP untuk menculik Richard Edgar Mantolas di perumahan Boedijanto Sejahtra Bersama (BSB), Blok D, No. 38, RT 034/RW 006, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kamis (31/5) malam, bertempat di Mapolres Kupang Kota, Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon C. Nugroho melaksanakan gelar perkara didampingi Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kasubdit Jatanras AKBP Josua Tampubolon dan Wakapolres Kupang Kota Kompol Jacky Umbu Kaledi.

AKBP Anthon mengatakan aparat kepolisian telah mengamankan empat tersangka kasus penculikan, yaitu Christian Nahas (38) ditangkap pada  Selasa (29/5) sekira pukul 20.00 di Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang. Tersangka kedua Prantiana Kore alias Ranti Kore sebagai otak penculikan ditangkap Selasa (29/5) sekira pukul 08.00 di Kefamenanu, TTU. Tersangka ketiga Simson Rassy alias Ichal ditangkap Rabu (30/5) sekira pukul 19.00 di Baun, Amarasi, Kabupaten Kupang dan Thomas Valentino Kore, ditangkap pada Kamis (31/5) sekira pukul 10.00 di Kefamenanu, TTU.

Dikatakan, polisi berhasil mengamankan barang bukti satu unit mobil Toyota Avanza warna putih dengan nomor polisi DH 1571 AN dari saksi (pemilik mobil rental). Menurut Anthon, motif pelaku melakukan penculikan karena ayah korban, Kundrat Mantolas yang sebagai Kasi Pidsus di Kejari TTU menolak untuk menutup kasus penyalahgunaan dana desa dengan tersangka Ranti Kore. Akhirnya tersangka kesal dan meminta bantuan untuk menculik korban.

Diuraikan, keempat tersangka sama-sama melaksanakan aksi penculikan pada Senin (28/5) pagi. Di TKP, saat korban sedang bermain adik korban lari menuju kios dan asisten rumah tangga ikut mengejar adik korban. Korban pun ditinggal sendirian. Saat itu keempat tersangka sudah berada di lokasi kejadian dengan membawa mobil Avanza putih. Selanjutnya, tersangka atas nama Chris Nahas keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah orang tua korban. Sedangkan tersangka Simson Rassi, Ranti Kore dan Tom Kore tetap menunggu di dalam mobil. Tidak lama kemudian tersangka Chris keluar dari rumah korban dan pergi ke warung untuk membeli air minum. Lalu tersangka Chris melihat korban sementara bermain di TKP lalu langsung menculik korban dan membawanya ke dalam mobil. Korban pun menangis.

Menurut Anthon, tersangka Ranti membujuk korban agar diam dengan mengatakan “Diam, diam, kita mau ke mama” namun korban tetap menangis.

Keempat tersangka yang sudah membawa korban tersebut langsung meninggalkan TKP dan hendak menuju ke luar kota. Tiba di depan SPBU Oesapa, tersangka Ichal meminta untuk turun.

Permintaannya disetujui para tersangka lainnya. Chris pun memberi uang sebesar Rp 3.000.000 kepada Ichal. Setelah menerima uang, Ichal pun turun dari mobil. Ketiga tersangka lainnya bersama korban melanjutkan perjalanan menuju Kefa. Lebih lanjut, AKBP Anthon menjelaskan, tiba di Kefa, tersangka Tom turun dan berpisah dengan kedua tersangka lainnya yakni Chris dan Ranti. Kedua tersangka ini melanjutkan perjalanan dengan membawa korban ke Malaka. “Tersangka Ranti dan Chris melanjutkan perjalanan ke rumah keluarga tersangka Ranti, yakni Linda dan menitipkan korban,” kata Anthon.

Setelah itu, kedua tersangka kembali ke Kefa dan berpisah di terminal bus Kota Kefa. Chris lalu menginap di Kota Kefa.

Kemudian, Selasa (29/5) pagi, Chris menumpang bus dari terminal Kefa menuju Kota Kupang. Akhirnya ia pun diciduk polisi di Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang. Selanjutnya pada Rabu (30/5) tersangka Ichal berhasil ditangkap di Baun, Kabupaten Kupang. “Kami masih akan terus melakukan pendalaman kasus ini. Dan menyelidiki apakah ada tersangka lainnya,” terang AKBP Anthon.

Disebutkan, para tersangka dikenakan Pasal 76 (f) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, yang bunyinya setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan penculikan, penjualan, dan/atau perdagangan anak. Ketentuan Pasal 83 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut “Pasal 83 UU Nomor 35 Tahun 2014 setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 (f) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling sedikit Rp 60.000.000 (enam puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah).

Terpisah, Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto, Jumat (1/6) membenarkan adanya penangkapan terhadap dua orang, yakni Tom Kore dan Siprianus Lelo. Penangkapan dilakukan Tim Jatanras Dirkrimum Polda NTT didampingi Tim dari Polres TTU. Kedua oknum tersebut diamankan Kamis (31/5) pagi di rumah masing-masing.

Dikatakan, kedua oknum diamankan karena memiliki peran penting dalam kasus penculikan terhadap Richard Mantolas, anak dari Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Kejari TTU, Kundrat Mantolas, Senin (28/5) silam.

“Namun saya tidak bisa berkomentar banyak karena locus di Polres Kupang Kota. Kami hanya mendampingi saja tim Jatanras Dirkrimum Polda NTT,” kata Rishian. Dari penangkapan itu, Tom sudah ditetapkan menjadi tersangka. Oleh karena itu, total tersangka menjadi empat orang, yakni Ranti Kore, Chris Nahas, Simson Rassi alias Ichal dan Tom Kore. (mg25/26/sam)

 

PARA PENCULIK BALITA

Nama Peran Penangkapan Lokasi

Ranti Kore Otak penculikan Selasa (29/5), 08.00 Kefa

Chris Nahas Masuk ke rumah korban, menculik korban Selasa (29/5), pukul 20.00 Lasiana, Kupang

Simson Rassi Membantu penculikan Rabu (30/5), pukul 19.00 Baun, Kab. Kupang

Tom Kore Membantu penculikan Kamis (31/5), pukul 10.00 Kefa

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!