Rinto Sae Bakar Semangat Pendukung Marhaen – Timor Express

Timor Express

PILKADA

Rinto Sae Bakar Semangat Pendukung Marhaen

SEMANGAT MARHAEN. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama pendukung Marhaen saat berada di Bajawa, Kabupaten Ngada, Kamis (31/5).

IST

Di Hadapan Sekjen PDIP

BAJAWA, TIMEX – Walau berada di dalam tahanan, calon Gubernur NTT Marianus Sae tetap menginginkan para pendukungnya terus bekerja keras memenangkan paket Marhaen (Marianus Sae-Emelia Nomleni). Bahkan, lewat putra sulungnya, Rinto Sae, Marianus selalu menyampaikan pesan yang sama dalam 4 kali pertemuan.

“Pesannya cuma satu, bertarung sampai finis. Apa pun yang terjadi, kita harus menang,” kata Rinto di sela-sela penyambutan kedatangan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di Bajawa, Kabupaten Ngada, Kamis (31/5).

Suasana haru terasa ketika Hasto bersalaman dan memeluk Rinto. Kepada Hasto dan ribuan pendukung yang hadir, Rinto bercerita sang ayah tidak gentar untuk menghadapi proses hukum.

“Beliau bilang soal hukum akan dihadapi karena kita memang negara hukum. Yang beliau minta bantuan adalah secara politik, kepada simpatisan dan relawan MS-Emi, terus berjuang,” kata Rinto menirukan pesan ayahnya.

“Bertarung sampai akhir untuk memenangkan pasangan MS-Emi. Pesan inilah yang saya sampaikan juga kepada relawan,” imbuhnya lagi.

Anak Bupati Ngada itu mengatakan, ayahnya tidak cerita banyak soal detil masalah hukum yang dihadapinya. Namun, Marianus meyakinkan kepada keluarga bahwa yang dia alami sekarang adalah benar-benar soal politik. “Dan memang kami yakin sampai saat ini, kami punya bapa tidak bersalah,” kata Rinto.

Hasto Disambut Hangat

SAAT di Bandara Soa, Bajawa, Kamis (31/5) pagi, Hasto disambut hangat oleh ribuan warga Ngada yang sudah menunggu di luar. Setelah sehelai kain tenun lokal disematkan di leher Hasto, tarian adat pun ditampilkan sebagai penyambutan.

Massa ternyata tak hanya menyemut di bandara. Begitu Hasto dan rombongan meninggalkan bandara, masyarakat mulai dari anak-anak sekolah sampai orang tua berhamburan ke jalan sembari melambaikan dua jari dan meneriakkan ‘dua’, nomor urut paket Marhaen yang diusung PDI Perjuangan dan PKB.

Setidaknya tiga kali Hasto turun dari kendaraan yang membawanya untuk menyalami warga dan anak-anak sekolah di sepanjang jalan. Warga terus berteriak ‘dua’ ketika menyalami Hasto atau sekadar melambaikan tangan kepadanya. “Saya berterima kasih atas sambutannya,” kata Hasto yang datang dalam rangka konsolidasi internal pemenangan pilkada serentak 2018.

Hasto menegaskan, pihaknya tetap mendukung penuh paket Marhaen di Pilgub NTT 2018. Sikap itu berdasarkan pemahaman bahwa kasus yang melanda Marianus ternyata tidak sepenuhnya dilandasi kebenaran hukum itu sendiri.

Hasto memulai pernyataannya soal itu dengan menceritakan kisah pertemuan Bung Karno dengan Pak Marhaen, seorang petani miskin yang dianggap sebagai gambaran orang Indonesia kebanyakan. Pertemuan itu menjadi salah satu inspirasi Pancasila dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dari situ, Hasto mengatakan, disadari bahwa seorang pemimpin adalah yang hidup bersama dan melayani rakyat. Sebab tak akan ada pemimpin tanpa dukungan rakyat miskin. Dalam konteks ini, sosok Marianus Sae yang dekat dengan masyarakat, adalah salah satu contohnya.

“Setelah melihat dan membaca kebatinan yang ada, kami berkesimpulan, apa yang terjadi dengan Pak Marianus, tak terlepas dari dinamika politik di NTT. Ada orang khawatir dengan sosok pemimpin yang menyatu dengan rakyatnya,” kata Hasto di hadapan ribuan kader dan simpatisan PDI Perjuangan yang mengikuti rapat konsolidasi pemenangan Pilgub NTT, di depan kantor DPC PDI Perjuangan, Kabupaten Ngada.

Selama menyampaikan hal itu, peserta acara berkali-kali menyatakan dukungannya terhadap apa yang disampaikan Hasto. “Kita tetap hormati KPK menjalankan tugasnya memberantas korupsi. Tapi harusnya kebenaran dan keadilan ditegakkan di atas prinsip kebenaran dan keadilan itu sendiri, bukan atas orderan,” lanjut Hasto.

Politikus asal Yogyakarta ini akui, selama hadir di Bajawa, Kabupaten Ngada, rakyat terus menyampaikan antusiasme dan kecintaan terhadap Marianus. “Saya dengar ungkapan di sini, di Jakarta memang ada OTT, tapi di Ngada ini, OTT adalah Orang Tetap Tusuk (memilih) Marianus-Emi,” kata Hasto yang diikuti teriakan ‘betul’ oleh peserta acara.

Dilanjutkannya, PDI Perjuangan selalu berpegang pada nasehat bijak Raden Wijaya yang kerap diceritakan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Bahwa di dalam perjuangan, dikenal ‘Satyam Eva Jayate’.

“Artinya bahwa kebenaranlah yang akhirnya akan menang saudara sekalian. Di dalam politik, kebenaran sejati adalah kebenaran yang disuarakan rakyat,” tandasnya.
“Saya percaya dan seyakin-yakinnya, Pak Marianus Sae jadi korban konspirasi politik. Tapi kita tetap kokoh dalam keyakinan kita. Kita antikorupsi, tapi mendukung antikorupsi yang bersendikan kebenaran itu sendiri,” tukasnya.

Hasto pun meminta semua kader, simpatisan, dan relawan, mewujudkan sikap PDI Perjuangan tetap kokoh memberikan dukungan kepada Marianus-Emi. Maka itu, gerakan rakyat dari pintu ke pintu untuk mendukung pasangan nomor urut dua itu bisa dilaksanakan. “Mari kita buktikan bahwa kedaulatan rakyat tak bisa dikalahkan skenario politik apa pun,” tandas Hasto. (*/cel/sam)



1 Comment

1 Comment

  1. Stevlielay

    January 14, 2020 @13:04 at 13:04

    Propecia Completo tadalafil cialis from india Zithromax Free Antibiotics

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!