BI Proyeksi Ekonomi NTT Tumbuh 5,30 Persen – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

BI Proyeksi Ekonomi NTT Tumbuh 5,30 Persen

FGD. Kepala Kantor Perwakilan BI NTT Naek Tigor Sinaga memimpin pertemuan bersama dengan stakeholder terkait yaang membahas mengenai langkah-langkah antisipasi kenaikan harga dan persediaan telur dan daging ayam, Selasa (5/6).

IST

KUPANG, TIMEX – Pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTT beberapa tahun terakhir selalu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tahun 2016, perekonomian NTT tumbuh sebesar 5,17 persen (nasional 5,02 persen). Tahun 2017 pertumbuhan ekonomi NTT sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya yakni sebesar 5,16 persen (nasional 5,07 persen). Di tahun 2018, perekonomian NTT pada triwulan I mengalami pertumbuhan sebesar 5,19 persen (yoy) dengan nominal produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai Rp 23,07 triliun. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2018 tumbuh sebesar 5,06 persen.

Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Muhammad Syahrial, Rabu (6/6) menyebutkan, tantangan pertumbuhan ekonomi NTT dari waktu ke waktu yakni nilai ekspor antar daerah tidak sebanding (lebih rendah, red) dengan nilai impor antar daerah. Misalnya pada triwulan I 2018, nilai impor antar daerah mencapai Rp 9,6 triliun sedangkan nilai ekspor hanya Rp 1,2 triliun. Hal ini dikarenakan, hanya ada beberapa komoditi dari sektor kelautan dan pertanian yang diekspor ke daerah lain. Seperti rumput laut, garam, kopi, mete, kakao dan kelapa. Sedangkan barang-barang yang diimpor daerah lain diantaranya makanan jadi, bahan konstruksi, transportasi, sandang, dan energi.

“Struktur ekonomi NTT pada triwulan I 2018 dalam hal lapangan usaha tidak banyak berubah sebab masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 28,87 persen. Sedangkan di sisi pengeluaran masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga sebesar 73,37 persen,” terang dia.

Muhammad menyebutkan, berdasarkan hasil proyeksi menggunakan data tren historis dan pertimbangan asesmen kualitatif, maka pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT diperkirakan pada kisaran 5,1 persen sampai dengan 5,6 persen. “Perkiraan pertumbuhan ekonomi NTT di kisaran itu (5,1 – 5,6 persen, red). Dan sesuai proyeksi kita, pertumbuhan ekonomi NTT di tahun 2019 bisa mencapai 5,30 persen,” sebut dia.

Muhammad menjelaskan, ada beberapa faktor pendorong utama pertumbuhan ekonomi NTT di tahun 2019. Pertama, sektor pertanian. Pada sektor ini diperkirakan tumbuh meningkat dibandingkan tahun 2018 seiring beroperasinya dua bendungan besar yang merupakan proyek nasional, yakni bendungan Raknamo dan Rotiklot. Serta adanya peningkatan daerah irigasi di sekitar bendungan tersebut serta jaringan irigasi di berbagai tempat.

Kedua, sektor pariwisata. Muhammad menjelaskan, sektor pariwisata akan juga berkontribusi dalam pertumbahan ekonomi NTT di tahun 2019. Sebab tahapan pengembangan kepariwisataan sudah dalam jalur dengan menggunakan Labuan Bajo sebagai pintu masuk pengembangan pariwisata baru Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang disinkronkan dengan pengembangan daerah lainnya.

Ketiga, sektor administrasi pemerintahan. Muhammad mengatakan, sesuai proyeksi diperkirakan mengalami peningkatan pertumbuhan seiring adanya peningkatan gaji tahunan pegawai, tunjangan harian lepas (THL) serta persiapan administratif menghadapi pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres).

Selain ketiga sektor di atas, Muhammad menyebutkan, sektor perdagangan besar dan eceran turut diprediksi meningkat karena didorong penjualan ritel dan kendaraan yang terus meningkat seiring meningkatnya daya beli masyarakat. Serta adanya momen pemilihan umum yang diperkirakan dapat menciptakan sentimental positif bagi dunia usaha.

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan I 2018 sebelumnya sudah dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Senin (7/5) lalu. Kepala BPS NTT Maritje Pattiwaellapia saat itu menerangkan, ada beberapa catatan peristiwa di tingkat regional sepanjang triwulan I 2018. Antara lain, beberapa kabupaten sudah mulai panen tanaman pangan (padi dan jagung) di Manggarai Raya, Sumba, Ngada, Rote, TTS, TTU, Belu, Malaka dan Alor. Selain itu, nilai ekspor perikanan provinsi NTT pada bulan Januari mengalami peningkatan. NTT juga mulai melakukan ekspor perdana cumi untuk memenuhi permintaan dari China pada bulan Februari 2018. Lama menginap para tamu mancanegara di NTT, kata Maritje juga meningkat rata-rata 3,03 hari. “Produksi rumput laut di NTT memberikan peningkatan hasil yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya,” ujar dia.

Menurut Maritje, meskipun perekonomian NTT triwulan I-2108 tumbuh sebesar 5,19 persen (y-on-y), namun secara umum kondisi dan tingkat optimisme konsumen NTT pada triwulan I-2018 menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada triwulan I-2018 sebesar 80,84. Artinya kondisi ekonomi konsumen menurun dibanding triwulan sebelumnya. Kondisi ini didorong oleh menurunnya pendapatan rumah tangga (nilai indeks sebesar 72,29), adanya pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi (nilai indeks sebesar 93,41) dan penururnan volume konsumsi (nilai indeks sebesar 85,27). (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!