Danrem Tak Bersedia, Musprovlub FORKI Dihentikan – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Danrem Tak Bersedia, Musprovlub FORKI Dihentikan

MUSPROVLUB. Sekjen PB FORKI, Mayjen TNI (Pur) Lumban Sianipar didampingi Ketua Kareteker Herman Naiulu saat membuka Musprovlub FORKI NTT, di ruang rapat Dinas PUPR, Jumat Kemarin (8/6).

RUDY MANDALLING/TIMEX

Ada Komunikasi Yang Tidak Jalan
Kareteker Kolektif Diberi Waktu 7 Hari Cari Figur Ketua

KUPANG,TIMEX – Keinginan masyarakat olahraga Karate di NTT untuk memiliki Ketua Umum Pengprov FORKI NTT melalui Musyawarah Provinsi Luar Bisa (Musprovlub) gagal terpenuhi.

Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa yang didaulat oleh Karteker kolektif sebagai calon tunggal, ternyata tidak bersedia untuk menjabat Ketua Umum FORKI NTT periode 2018-2022.

Akibatnya, Musprovlub yang dilangsungkan di ruang rapat Dinas PUPR, dan dihadiri sekaligus dibuka secara resmi Sekjen PB FORKI, Mayjen TNI (Pur) Lumban Sianipar dihentikan.

Pantauan koran ini, pelaksanaan Musprovlub yang dipersiapkan oleh 7 orang kareteker koletif yang ditetapkan dalam pertemuan dengan Sekjen PB FORKI, yang berasal dari tujuh perguruan antara lain Herman Naiulu (KKI), Agus Brua Seran (Inkai), Ambo (Inkanas), Frans Koten (Amura), Yoktan Taneo (Shoto Kai) dan Darmawan (Lemkari), dihadiri oleh utusan dari tujuh perguruan dan delapan utusan Pengkab/Pengkot yakni Belu, TTU, TTS, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Ende, Manggarai Barat dan Rote Ndao.

Sementara itu tujuh pengkab Lainnya yang diundang namun tidak hadir antara lain Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Flores Timur, Manggarai, Ngada dan Sikka.

Untuk memperlancar jalannya Musprovlub tersebut yang memiliki agenda tunggal milih ketua Umum Pengprov FORKI NTT Periode 2018-2022, mekanisme Murprovlub oleh seluruh peserta disepakati untuk dibuat singkat, sehingga setelah pembukaan oleh Sekjen, langsung di lakukan pemilihan pimpinan Musprovlub, dimana seluruh peserta sepakat untuk mempercayakan kepada Herman Naiulu selaku ketua dan Ambo selaku sekretaris.

Herman yang memimpin jalannya Musprovlub tersebut kemudian menjelaskan bahwa agenda tunggal Musprovlub ini adalah pemilihan Ketua umum, sedangkan pembahasan program kerja dan lainnya akan di bahas dalam rapat kerja setelah ketua terpilih dan membentuk kepengurusan.

Untuk figur ketua umum Pengprov FORKI NTT, Kareteker kolektif yang ditunjuk telah menyepakati di bahwa figur ketua Pengprov FORKI NTT dipercayakan kepada Danrem 161/wirasakti.

Atas penjelasan tersebut, sebenarnya seluruh peserta setuju atas usul pimpinan Musprovlub, dengan memberikan kepercayaan kepada Danrem.
Namun, peserta mempertanyakan apakah hal ini sudah dibicarakan langsung dengan Danrem, dan kalau memang Danrem bersedia, diharapkan Danrem bisa dihadirkan dalam Musprovlub untuk didengar pernyataanya.

Menanggapi pertanyaan peserta, Herman Naiulu menjelaskan, bahwa Tim Karteker beberapa waktu lalu mencoba bertemu dengan Danrem untuk meminta kesediaan Danrem. Namun, Danrem ternyata tidak berada di tempat.

“Tetapi, dari orang kepercayaan Danrem dalam hal ini Pasi Intel Korem diperoleh informasi bahwa Danrem bersedia,” katanya.

Jawaban tersebut tentunya tidak memuaskan peserta, dan meminta agar harus ada komunikasi langsung dengan Danrem untuk memperoleh kejelasan.

“Jangan pakai perantara, tetapi harus bertemu langsung. Kalau bisa Danrem di telepon dan bicara langsung, Karena ini forum bermartabat supaya dipastikan apakah Danrem siap menerima,” kata Ketua Harian Inkai, Daud Kadiwano.
Atas permintaan perserta dan masukan dari Sekjen PB Forki, rapat di skor 30 menit untuk bisa mendapatkan kepastian langsung dari Danrem, yang dalam Musprovlub tersebut dikabarkan berada di Ngada.

“Kalau Danrem tidak bisa, minimal satu orang utusannya hadir mewakili Danrem. Kalau tidak, maka harus ada surat,” saran Sekjen PB FORKI.

Untuk memperlancar komunikasi dengan Danrem, Pimpinan Musprovlub meminta kesediaan sekjen PB FORKI untuk menghubungi Danrem. Dan Sekjen PB FORKI bersedia, dan sempat menghubungi nomor HP Danrem namun tidak diangkat.
Karena itu sekjen meminta nomor PASI Intel. Setelah sempat berkomunikasi dengan PASI Intel yang bersiap untuk Sholat Jumat, sehingga Sekjen berinisiatif mendatangi langsung di Masjid.

Setelah kurang lebih 30 menit, Sekjen kembali ke ruang Musprovlub, dan dihadapan seluruh peserta Musprovlub, Sekjen PB FORKI memastikan bahwa Danrem tidak bersedia memimpin FORKI NTT.

Menurut Sekjen, dirinya sudah bertemu langsung dengan Danrem.
“Saya ke mesjid, saya lihat mobil Danrem ada, sehingga saya putuskan menunggu di ruang kerjanya,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut lanjut Sekjen, Danrem mengatakan dirinya belum pernah memberikan keputusan dan respon apapun, dan belum pernah bertemu dengan pengurus karate.
“Menurut Danrem dengan kondisi sekarang, dimana dia sudah pegang beberapa beberapa Cabang Olahraga, belum lagi tiga Satgas yang menjadi tanggungjawabnya, sehingga Danrem menyatakan dirinya tidak bersedia menerima. Jangan sampai nanti hanya mengecewakan teman-teman karate,” beber Sekjen PB Forki, Lumba Sianipar.

Dikatakan Sekjen, tidak bersedianya Danrem menerima jabatan Ketua FORKI NTT karena ada komunikasi yang tidak jalan.
“Pejabat itu tidak bisa ditodong begitu saja, ada komunikasi sebelumnya,” terangnya.

“Dengan tidak bersedianya Danrem, saya Kembalikan ke forum,” apa yang perlu dilakukan sekarang,” tanya Sekjen.
Sebagai solusi, karena ini menyangkut kepentingan terdekat menghadapi Porprov NTT dan juga Pra PON. Sekjen langsung menawarkan tiga alternatif, yakni mencari figur baru diluar karate, mencari figur dari kalangan orang karate, atau PB bisa menunjuk seorang kareteker dari pengurus PB FORKI “Karena hari ini tidak mungkin ada keputusan yang diambil,” tegasnya.

Soal figur baru ini sempat dimunculkan nama Plt Dirut Bank NTT Absalom Sine, bahkan nama Ketua Umum KONI NTT Andre Koreh juga sempat dimunculkan, dan beberapa nama lainnya.

Karena sulit mencari figur lainnya, nama karteker seperti Herman Naiulu dan juga Agus Bria seran juga disebut layak menjadi ketua. Nakmun terbentur dengan surat PB FORKI yang tidak membolehkan Kareteket untuk mencalonkan diri bahkan menjadi pengurus

Hal inilah yang juga diminta oleh Agus Bria Seran agar Sekjen mau merevisi SK kareteker tersebut, sehingga anggota kareteker juga bisa menjadi pengurus.
Namun permintaan ini di tolak Sekjen yang tidak akan mengubah SK tersebut.

Setelah mentok menentukan figur ketua, Agus Bria seran menyarakan agar kareteker kolektif di beri kepercayaan untuk bekerja kembali dengan batas waktu tertentu untuk mencari figur ketua yang mau memimpin FORKI NTT.

usulan ini di terima oleh peserta, termasuk juga Sekjen PB FORKI, yang memutuskan memberikan perpanjangan waktu bagi Kareteker kolektif untuk bekerja selama 7 hari lagi, hingga tanggal 15 Juni.

“Saya putuskan perpanjang kareteker selama 7 hari dengan syarat dan ketentuan tetap sama,” tegasnya.
Jika dalam 7 hari kareteker tidak berhasil, maka kareteker akan diganti. “Mungkin saya akan menunjuk kareteker tunggal dari PB FORKI,” ungkapnya.
Waktu kerja kareteker kolektif sampai tanggal 15, dan jika figus etua sudah ada, sekjen berharap agar dilaporkan kepadanya, shingga bisa di jadwalkan waktu untuk menggelar musprovlub berikutnya,

“Saya tegaskan mekanisme Musprovlub harus tetap ada. Dan mekanisne organisasi tidak boleh di korbankan,” ingat Sekjen PB FORKI dan langsung pamitan kepada peserta Musprovlub untuk menuju Bandara dan kembali ke Jakarta.(rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!