Israel Cabut Larangan Berkunjung bagi WNI – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Israel Cabut Larangan Berkunjung bagi WNI

JAKARTA, TIMEX – Akhir Mei lalu, pemerintah Israel mengeluarkan keputusan larangan berkunjung bagi warga Indonesia. Larangan itu sedianya berlaku efektif mulai hari ini (9/6). Ternyata jelang deadline pemberlakuan, Israel melunak. Meskipun untuk sementara, larangan berkunjung itu dicabut.

Keputusan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon Kamis (7/6). Sebagaimana dilansir Albalad.co, pelancong asal Indonesia masih bisa berkesempatan mengunjungi Tepi Barat, Yerussalem, dan Israel pada 7 Juni hingga 27 Juni nanti.

Nahshon mengatakan keputusan baru ini bersifat sementara. Pertimbangannya adalah kepentingan Ramadan dan Idul Fitri. “Kalau Indonesia juga membatalkan larang berkunjung bagi warga Israel, larangan serupa tidak akan kami berlakukan lagi setelah 30 Juni,” katanya.

Sekretaris Umum Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom menuturkan pencabutan larangan oleh Israel itu memang sementara. “Selama Ramadan saja,” katanya. Menurut Gultom kebijakan larangan masuk Israel bagi warga Indonesia, sejatinya merugikan Israel sendiri. Sebab dalam setahun, ada sekitar 40 ribu orang Indonesia berkunjung ke Israel untuk berziarah.

Dia mengatakan PGI tidak pernah memberangkatkan atau memfasilitasi keberangkatan umatnya ke Israel. Menurut dia umat berangkat sendiri lebih karena inisiatif masing-masing. “Baik itu inisiatif pribadi, maupun jemaah-jemaah lokal,” katanya.

Dia juga menjelaskan Jerusalem, menurut resolusi PBB, sebagai kota untuk dua negara. Yakni Israel dan Palestina. Selain itu kota dengan tiga komunitas agama; Yahudi, Kristen dan Islam. Sehingga mestinya terbuka kepada semua umat. Oleh karena itu, Israel tak bisa secara sepihak melarang umat lain yang hendak berziarah ke sana.

Gomar menjelaskan larangan WNI ke Israel bagi saya tidak nemiliki implikasi apa-apa terhadap umat Kristen. “Tidak ada kewajiban keagamaan atau ritual ibadah Kristen yang harus dilakukan di Israel,” kata dia.

Bagi umat Kristen, semua tempat di mana pun adalah suci kalau kehadiran Allah melalui Rohnya ada di sana.

Sebagaimana diberitakan Israel mulai memberlakukan larangan pelesir terhadap turis asal Indonesia pada 29 Mei. Dalam surat ditandatangani Kepala Kontrol Perbatasan Otoritas Kependudukan dan Imigrasi Israel, disebutkan larangan itu diberlakukan sebagai balasan atas kebijakan serupa diterapkan oleh pemerintah Indonesia.

Indonesia memberlakukan larangan berkunjung bagi wisatawan Israel tidak lama setelah Amerika Serikat memindahkan Kedutaan besarnya dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ke Yerusalem, pada 14 Mei lalu. Insiden ini diwarnai penembakan terhadap demonstran Palestina di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel, menewaskan 63 orang dan melukai lebih dari 2.400 lainnya.

Sebelumnya, situs Haaretz melaporkan bahwa kebijakan yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri Israel itu akan membuat sektor pariwisata terpuruk. Khususnya, wisata religi.
“Dampak ekonomi (kebijakan tersebut) terhadap penyelenggara tur, hotel, perusahaan bus, pemandu wisata dan agen tur di seluruh Israel sangat besar,” kata Yossi Fattal, dirjen Israel Incoming Tour Operators Association.

Karena itu, Fattal memprotes pemerintah. Atas nama asosiasi, dia mengajak pemerintah duduk satu meja untuk membahas dampak kebijakan tersebut secara lebih rinci. “Tiket-tiket pesawat sudah dibeli. Hotel-hotel juga sudah telanjur dibooking. Biaya-biaya lain terkait wisata rohani untuk kelompok-kelompok Indonesia juga sudah dibayar. Itu merugikan kami,” tandasnya.

Menteri Pariwisata Israel Yariv Levin pun menganggap kebijakan yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri itu sebagai sebuah kesalahan. Menurut dia, pemerintah tidak seharusnya membalas kebijakan Indonesia yang muncul sebagai bentuk protes terhadap militer Israel yang terlalu merepresi demonstran Palestina di Jalur Gaza. (wan/jun/hep/ttg/jpg/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!