Penyidik Polda NTT Geledah Rumah Welhelmus Pingakh – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Penyidik Polda NTT Geledah Rumah Welhelmus Pingakh

Laporan Dugaan Surat Palsu di Polda NTT

SOE, TIMEX – Penyidik Polda NTT dipimpin AKP Imanuel Sabaneno, melakukan penggeledahan rumah Welhelmus Pingakh, warga Kelurahan Cendana Kecamatan Kota SoE, Jumat (7/6). Penggeledahan dilakukan atas laporan surat palsu yang diadukan Imanuel Selan ke Polda NTT, 10 April 2018 lalu.

Usai melakukan penggeledahan, kepada wartawan Imanuel Sabaneno enggan mengurai secara detail mengenai penggeledahan tersebut. Ia hanya mengatakan, penggeledahan yang dilakukan berkaitan dengan laporan dugaan pemalsuan surat yang disampaikan Imanuel Selan di Polda NTT, beberapa waktu lalu.

“Kami lakukan penggeledahan, sesuai dengan laporan yang disampaikan Imanuel Selan di Polda,” ujar Imanuel Sabaneno.

Terpisah, Imanuel Selan selaku pelapor kepada wartawan mengatakan, pihaknya mengadukan Welhelmus Pingakh Cs ke Polda NTT dengan tuduhan surat palsu dikarenakan PN SoE memenangkan Welhelmus Pingakh Cs terhadap lahan seluas 45,5 hektare di Kelurahan Cendana, karena atas dasar surat palsu kesepakatan yang sebelumnya sudah dianulir pada perkara nomor 6 di PN SoE.

Pada permohonan PK di MA oleh keluarga Welhelmus Pingakh Cs, justru surat kesepakatan yang sudah dianulir keabsahannya itu menjadi novum di MA saat melakukan permohonan PK dan dikabulkan permohonannya oleh MA atas dasar surat kesepakatan itu.

Namun putusan PK itu diduga abal-abal, karena putusan PK itu tidak ditindaklanjuti oleh PN SoE, sehingga tahun 2017, atas dasar PK itu, keluarga Pingakh Cs kembali menggugat keluarga Tauho Cs di PN SoE dan dinyakan menang.

“Bagaimana surat yang sudah dianulir keabsahannya kemudian dipakai sebagai novum dan akhirnya dikabulkan. Padahal, semua saksi yang menandatangani surat itu mengaku tidak pernah melakukan penandatanganan surat itu,” jelas Imanuel Selan.

Pada surat kesepakatan pemberian lahan oleh keluarga Tauho Cs kepada keluarga Pingakh Cs seluas 30 kali panjang di Oenutnanan Kelurahan Cendana, bukan dilahan yang saat ini disengketakan menjadi bukti oleh keluarga Pingakh Cs untuk sengketakan lahan di lokasi yang berbeda.

Karena itu, surat pernyataan itu diduga kuat palsu, sehingga pihaknya melaporkan persoalan itu ke Polda NTT. Tanda tangan yang diduga dipalsukan pada surat tersebut adalah ketua RT Oeneontes atas nama Maksi Selan, ketua RT Nuna atas nama TH Bell, Ketua RW Oenutnanan atas nama Urbanus Isu dan Dandamil 1621-01 Kota SoE diwakili Babinsa atas nama M Ette.

“Mantan lurah Cendana atas nama TH Saekoko juga ikut menandatangani surat pernyataan itu. Namun sampai hari ini tidak pernah menghadiri panggilan penyidik Polda NTT. Sedangkan yang lainnya sudah diperiksa dan mereka mengatakan bahwa tidak pernah tanda tangan surat pernyataan itu,” urai Imanuel Selan.

Untuk diketahui, tahun 2010, keluarga Tauho Cs dinyatakan oleh MA RI sebagai pemenang dan melaksanakan eksekusi terhadap 31 bangunan yang dibangun di atas lahan seluas 4,5 hektare dan persoalan sengketa lahan antara keluarga Tauho Cs dan Pingakh Cs belum berakhir sampai saat ini. (yop/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!