52 Unit Rumah Subsidi Terjual – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

52 Unit Rumah Subsidi Terjual

REI EXPO. Ketua DPD REI NTT Bobby Pitoby memberi penjelasan kepada Asisten III Setda Provinsi NTT Stefanus Ratu Udju mengenai rumah subsidi usai seremonial pembukaan Bank NTT-REI Expo 2018 di Atrium Lippo Plaza Kupang, Jumat (8/6).

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Bank NTT-REI Expo 2018

KUPANG, TIMEX – Keinginan masyarakat untuk memiliki rumah subsidi dari program sejuta rumah rupanya sangat tinggi. Terbukti, pameran perumahan terbesar bertajuk ‘Bank NTT-REI Expo 2018’ yang digelar di Atrium Lippo Plaza Kupang semakin ramai dikunjungi. Tak hanya sekedar melihat perumahan yang dipamerkan oleh 18 developer di 33 lokasi seluruh NTT, para pengunjung yang tertarik dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan REI NTT selama pameran langsung memutuskan untuk membeli rumah.

Tak heran bila penjualan rumah hingga hari kedua, Sabtu (9/6) sudah mencapai 52 unit. Jumlah ini pasti akan terus bertambah karena Bank NTT-REI Expo 2018 digelar selama 10 hari, hingga tanggal 17 Juni mendatang.

Kepada Timor Express, Minggu (10/6), Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Provinsi NTT Bobby Pitoby menyebutkan, pada hari pertama pelaksanaan expo, rumah yang terjual sebanyak 22 unit. Pada hari kedua, penjualan rumah terus mengalami peningkatan dimana rumah yang terjual sebanyak 30 unit.

“Jadi hingga hari kedua pelaksanaan expo, rumah yang terjual sebanyak 52 unit. Sedangkan di hari ketiga (tadi malam, red) saya belum tahu berapa unit rumah yang terjual karena belum ditotalkan,” sebut Bobby.

Bobby menerangkan, 52 unit rumah yang terjual semuannya adalah rumah subsidi (FLPP) yang harganya Rp 148.500.000. Jika dinominalkan, maka total penjualan sudah hampir mencapai Rp 7,8 miliar. Dan menurut dia, rumah subsidi yang terjual kebanyakan berlokasi di Kota Kupang. Hanya ada beberapa unit rumah yang berlokasi di luar Kota Kupang seperti di Kota Maumere dan Rote.

“Rumah subsidi memang menjadi market kita di NTT. Tidak semua developer mau membangun rumah subsidi karena keuntungannya kecil, tapi REI punya tanggung jawab moral untuk membangunnya karena masyarakat NTT didominasi oleh MBR (masyarakat berpenghasilan rendah,red),” jelas CEO Pitoby Group itu.

Tingginya animo masyarakat untuk membeli rumah, lanjut Bobby, selain karena mendapat edukasi seputar program sejuta rumah, juga karena ada kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh masing-masing developer. Misalnya free uang muka dan lain sebagainya. Untuk itu, dia optimis target penjualan sebanyak 300 unit rumah pada expo kali ini akan tercapai. Bahkan bisa melampui target tersebut.

“Kami optimis bisa mencapai target penjualan, bahkan bisa melebihinya. Karena pada pameran sebelumnya di Transmart selama lima hari, target kami hanya 125 unit tapi bisa mencapai 247 unit,” kata CEO PT. Charson Timorland Estate itu.

Sementara Head Group Consumer Bank NTT Tonny Tampubolon mengatakan, persyaratan kredit rumah subsidi sangat mudah. Paling utama, penghasilan dari calon pembeli tidak lebih dari Rp 4 juta dan yang bersangkutan belum punya rumah.

“Kita tidak ada batas upah minimal. Sepanjang menurut hitungan perbankan, dia masih bisa hidup dari sisa setelah dipotong angsuran, ya oke-oke saja. Biasanya PNS, potongan angsuran bisa sekitar 60 persen dari penghasilannya. Tapi kelompok sasaran kami tidak hanya PNS tetapi semua masyarakat,” jelasnya.

Besar angsurannya, lanjut Tonny juga tergantung dari usia pemohon. Jika usia pemohon sudah cukup tua, maka jangka waktu kreditnya akan makin pendek dan angsurannya lebih besar. Jika ingin angsurannya kecil, maka uang muka harus diperbesar nominalnya.

Tonny menjelaskan, pada tahun 2018, target pelayanan kredit rumah sesuai alokasi yang disediakan kementerian sebanyak 853 unit rumah (satu unit Rp 148.500.000). Dan Bank NTT melayani penjualan rumah dengan suku bunga sebesar 5 persen.

“Sebenarnya dari sisi bisnis, bunga lima persen itu tidak menggembirakan. Tapi kami juga punya tanggung jawab moral untuk merumahkan masyarakat makanya kami ikut menandatangani PKS dengan Kementerian PUPR,” ungkapnya. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!