Empat Warga Dilarikan ke Rumah Sakit – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Empat Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Bentrok di Kupang Timur
Satu Pelaku Diamankan

KUPANG, TIMEX – Dua kelompok massa di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang terlibat bentrok pada Minggu (10/6) malam. Bentrokan berawal sekira pukul 17.45, saat Dominggus Hornai (57), warga RT 11/RW 05, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang meminta tolong kepada warga yang berada di RT 14/RW 07, Desa Tuapukan, karena dirinya dianiaya oleh Ham Benyamin (30), warga Dusun Oli’o, Desa Tuapukan.

Korban juga melaporkan kejadian tersebut ke Polsubsektor Tuapukan. Laporan diterima oleh Anggota Bhabinkamtibmas Polsubsektor Tuapukan, Brigpol Sirman. Kemudian, korban kembali diarahkan untuk melapor ke Polres Kupang.

Setelah menerima laporan, aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan di tempat kejadian perkara (TKP). Namun saat itu massa dari dua kelompok ini saling menyerang menggunakan batu.

Aparat Polres Kupang yang dipimpin Kasat Narkoba IPTU Iskandar Abukar menuju TKP. Tiba di TKP, mereka mendapati massa dari Oli’o telah berkumpul di jalan menuju Oli’o. Bahkan melakukan penghadangan terhadap anggota polisi. Massa juga memegang senjata tajam sambil mengancam anggota polisi. Mereka mengatakan dari pihak mereka terdapat korban yang dianiaya oleh warga Tuapukan.

Pada kesempatan itu, seorang warga Desa Tuapukan dilarikan ke RSUD Naibonat karena dianiaya warga Oli’o. “Sekitar pukul 00.50 massa gabungan yang diduga berasal kampung Tuapukan, Oefafi dan Naibonat berupaya untuk melakukan penyerangan terhadap warga Oli’O namun berhasil ditenangkan oleh pak Tome Da Costa dan Egi bersama anggota Dit Sabhara Polda NTT yang dipimpin oleh AKP Joni Simon,” kata Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan kepada koran ini Senin kemarin.

Selanjutnya, aparat kepolisian melakukan negosiasi. Massa meminta kepada pihak kepolisian agar dalam waktu 1×24 jam dapat menangkap pelaku utama atas nama Ham Benyamin yang merupakan pelaku kasus penganiayaan terhadap korban Dominggus Hornai. Setelah mendengar penjelasan Kapolres Kupang, massa pun kembali ke rumah masing–masing.

Insiden tersebut mengakibatkan empat orang korban luka-luka. Mereka dilarikan ke RSUD Naibonat. Ada juga yang dirujuk ke RSUD Prof. W. Z. Johannes dan RSP Bhayangkara Kupang (lihat grafis).

Sementara itu, Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan menyebutkan aparatnya berhasil menangkap satu orang pelaku berinisial Y. “Sementara pelaku yang lain masih dalam tahap pengembangan oleh pihak kepolisian Polres Kupang,” ungkap mantan Kabag RBP Biro Rene Polda NTT itu.

Hingga Senin (11/6) malam tadi, aparat kepolisian yang merupakan gabungan Polres Kupang, Dit Sabhara Polda NTT, Sat Brimobda Polda NTT serta pihak TNI dari Kodim 1604 Kupang masih berada di TKP guna melakukan pengamanan.

Kapolres juga mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya konflik, maka disarankan kepada pimpinan tingkat desa dapat berkoordinasi dengan unsur Forkopimda Kabupaten Kupang dengan melibatkan perwakilan tokoh masyarakat, tokoh pemuda untuk duduk bersama. Dengan demikian persoalan ini dapat diselesaikan dengan cara sumpah adat dari kedua belah pihak. (*/sam)

 

KORBAN KEKERASAN

1. Kristianus Soares, 63 tahun. Warga RT 13/RW 007, Desa Tuapukan, Kec. Kupang Timur Kab. Kupang. Mengalami luka potong di kepala dan lengan kiri.

2. Filamena Maria Soares, 55 tahun. Warga Desa Oebelo, Kec. Kupang Tengah, Kab. Kupang. Mengalami patah tangan kanan dan pergelangan tangan kiri hampir putus.

3. Akorta Ornai, 8 tahun. Warga Desa Tuapukan, Kec. Kupang Timur, Kab. Kupang. Mengalami bengkak di bagian belakang akibat dibanting.

4. Daniel Ora, 60 tahun. Warga RT 12/RW 05, Kel. Merdeka, Kec. Kupang Timur, Kab. Kupang. Mengalami luka sabetan di kepala dan terkena panah di tangan kiri.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!