Cagub NTT Kupas Masalah Ekonomi NTT – Timor Express

Timor Express

PILKADA

Cagub NTT Kupas Masalah Ekonomi NTT

Diskusi Dihelat Sinode GMIT

KUPANG, TIMEX – Tiga calon gubernur dan wakil gubernur NTT hadir dalam diskusi publik yang digelar Sinode GMIT, Selasa (12/6) di Kampus UKAW Kupang. Para calon yang hadir, yakni calon gubernur Esthon Foenay, Viktor Laiskodat, calon wakil gubernur Benny Litelnoni dan calon wakil gubernur Emelia Nomleni.

Diskusi ini mengangkat tema “Qua Vadis NTT, Bedah Visi Misi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT untuk Kesejahteraan Masyarakat NTT”. Diskusi dimoderatori oleh Rodialek Polo. Tampak hadir Ketua Majelis Sinode GMTI, Pdt. Mery Kolimon dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT, Abdul Kadir Makarim.

Calon gubernur NTT, Esthon Foenay mengatakan pendidikan berbasis karakter adalah tujuan dan sasaran dalam pendidikan. Guru harus menjadi orang tua di sekolah dan orang tua harus menjadi guru di rumah.

Selain itu, menurut Esthon, di NTT masih banyak anak kurang gizi. Hal ini dikarenakan faktor pendidikan yang berkaitan dengan perilaku hidup sehat. “Dengan pendidikan yang berkarakter mari kita bangun dan kembangkan manusia NTT,” katanya.
Selanjutnya soal pariwisata, kata Esthon,  berkaitan dengan kaum perempuan NTT dengan industri tenun ikatnya. Faktor penting lainnya adalah data akurat tentang penduduk miskin.

Dikatakan, potensi pariwisata NTT sangat besar. Untuk itu, masyarakat harus diberi pelatihan untuk bisa menjadi guide dan sebagainya. “Kami juga akan meningkatkan keterampilan agar bisa mengembangkan manusia dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, calon wakil gubernur Benny Litelnoni mengatakan ia bersama Benny Harman bertekad mensejahterakan masyarakat NTT.  Masih banyak masyarakat NTT berkategori miskin. “Kita bicara tentang kesejahteraan.  Masalah utamanya adalah kemiskinan. Kami juga fokus pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya,” katanya.

Karena itu, kata Benny, jika terpilih, maka dirinya akan mengadakan sensus dan mendata semua petani seluruh NTT agar bisa terdata secara jelas dan program yang ada tidak salah sasaran.

Selain itu, dia mengatakan infrastruktur adalah dasar dalam pelayanan.  Misalnya transportasi. Banyak desa yang masih gelap. Transportasi sangat berdampak pada sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan dan lainnya. “Kita harus bekerja berdasarkan data agar program yang dikerjakan sesuai dengan data. Kami juga ada program untuk pendidikan, beasiswa dan peningkatan kapasitas guru-guru honor yang ada di NTT,” ujarnya. Berbicara tentang kesejahteraan, dirinya berjanji akan fokus memperhatikan kesejahteraan petani.

Sementara itu, calon gubernur Viktor Laiskodat mengatakan pilkada digunakan sebagai alat untuk melihat kepantasan semua calon gubernur dalam memimpin. Menurutnya, NTT tidak miskin,  hanya saja banyak calon yang lebih mencintai jabatannya daripada pelayanan kepada masyarakat. “Jadi pemimpin itu tidak gampang.  Pemimpin mempersembahkan hidupnya untuk melayani orang lain. Pemimpin mencintai pelayanannya kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki hati untuk melayani. Kekayaannya adalah pelayanan. Kalau pemimpin tidak mencintai rakyatnya, maka dia bukan seorang pemimpin. “Karena itu, saya ingin menbangun Provinsi Nusa Tenggara Timur ini dengan hati,” ungkapnya.

Dia mengatakan membangun pariwisata yaitu membangun alamnya dan membangun masyarakatnya. Pariwisata adalah menyiapkan manusia untuk melayani, bagaimana membangun infrastruktur pendukung pariwisata. Selain itu, kata Viktor, terkait perdagangan orang, alasannya bukan karena tidak ada lapangan pekerjaan.  Tetapi orang NTT tidak mau bekerja. Pemimpin dan rakyat NTT sungguh-sunguh ingin membuat diri menjadi miskin. “Contohnya makan sirih pinang. Orang NTT satu hari makan sirih pinang bisa lima kali. Tetapi pinang yang dikonsumsi diambil dari Sumatera,” ujarnya.

Sementara itu, calon wakil gubernur Emelia Nomleni mengatakan perlu meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan,  pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. “Untuk perempuan dan anak, kami memiliki agenda besar yaitu pemberdayaan perempuan dan perlindingan anak,” kata Emi.

Ia menambahkan, terkait kemiskinan, human trafficking dan gizi buruk,  perempuan dan anak selalu menjadi korban. Dikatakan,  konsep NTT berdaya terkait dengan semua anak harus bersekolah. Dan semua anak harus sehat.  Konsep NTT bekerja, yaitu terkait pemenuhan infrastruktur, air dan kebutuhan lainnya. Selain itu, NTT juga harus cukup pangan, cukup air dan lainnya.

Terkait pariwisata, harus dilakukan pemberdayaan masyarakat. “Anggaran juga difokuskan untuk perempuan dan orang muda.  Untuk memberikan kesempatan agar bisa diberdayakan,” ujar Emi.

Sementara itu, Juru Bicara KPU Provinsi NTT Yosafat Koli mengatakan di dalam tata kelola pemerintahan banyak sekali prinsip-prinsip.  Tetapi ada tiga prinsip utama, yaitu transparansi, yaitu menjamin kemudahan dalam memperoleh informasi. Kedua adalah akuntabilitas dan ketiga partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. “Tiga prinsip ini juga menjadi dasar dalam pemilu. Karena masyarakat harus ikut ambil bagian dalam pemilu. Diskusi publik ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk bisa menentukan pilihannya secara tepat,” ujarnya.

Ia mengatakan KPU NTT berterima kasih kepada GMIT, UKAW dan semua yang terlibat, karena telah menggelar diskusi ini. Kegiatan ini akan membawa dampak baik untuk mengedukasi pemilih dalam menentukan pilihannya. (mg25/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!