Kapal Tenggelam, 13 Tewas – Timor Express

Timor Express

NUSANTARA

Kapal Tenggelam, 13 Tewas

KAPAL TENGGELAM. Petugas mengangkat salah satu korban tenggelam KM Arista di RS AL Jala Ammari Makassar, Makassar, Rabu (13/6). Sebanyak 13 korban meninggal dunia dalam kecelakaan kapal tersebut.

IDHAM AMA/FAJAR

MAKASSAR, TIMEX–Sebanyak 13 orang penumpang kapal jolloro Arista, tewas. Kapal tersebut karam diterjang ombak di Perairan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Rabu (13/6) siang.

Kapal nahas itu bertolak di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Paotere menuju ke Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang.

Kurang lebih satu mil usai bertolak itulah, angin kencang yang disertai ombak besar menerjang kapal yang dinakhodai Mustafa Daeng Kila (47), hingga terbalik dan karam.

Disinyalir, kapal jolloro Arista kelebihan muatan. Selain mengangkut penumpang, juga mengangkut sejumlah sepeda motor, serta barang bawaan penumpang.

Salah seorang penumpang yang selamat dalam peristiwa itu, Sarinah, (21), menceritakan, tidak lama setelah kapal meninggalkan Pelra Paotere, kapal yang ditumpanginya diterjang ombak besar.

“Tiba-tiba saja, hanya sekali ombak besar menghantam di sebelah kiri kapal, sehingga kapal terbalik ke kanan,”urainya.

Nakhoda kapal, Mustafa Daeng Kila, menceritakan, kapalnya meninggalkan Pelra Paotere usai salat Zuhur. “Cuaca baik ji waktu mau meninggalkan Pelabuhan Paotere. Bahkan, sudah ada kapal jolloro lainnya yang sudah berangkat duluan,” jelasnya ditemui di Mapolres Pelabuhan Makassar.

Setelah kapal yang dinakhodainya berlayar kurang lebih satu mil, tiba-tiba angin kencang. Mustafa memperlambat laju kapalnya dan rencananya akan memutar haluan kembali ke Pelabuhan Paotere.

“Saya pelankan jalannya mesin dan rencananya mau putar itu kapal untuk kembali ke Pelabuhan Paotere. Saat kapal berjalan pelan itulah angin kencang dan ombak besar menghantam sisi kiri kapal, sehingga terbalik ke kanan,” jelasnya.

Penumpang, bebernya, tidak sempat mengambil pelampung dan jeriken yang berada di atas kapal yang dapat dimanfaatkan sebagai pelampung.

“Tiba-tiba,dihantam ombak dan kapal langsung terbalik. Penumpang tidak sempatmi ambik jeriken yang bisa digunakan sebagai pelampung,”jelasnya dengan suara terbata-bata.

Dia mengakui, di atas kapalnya hanya tersedia tiga pelampung dan belasan jeriken yang dapat digunakan sebagai pelampung.

Selain itu, kapal yang dinakhodainya itu memang dipenuhi penumpang, termasuk mengangkut dua sepeda motor. Mustafa tidak menampik pula kapal yang dinakhodainya itu sama sekali tidak memiliki surat-surat kapal dan ijin berlayar.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar, AKP Benny Pornika, menjelaskan, pihaknya masih meminta keterangan dari nakhoda kapal nahas itu. Pihaknya, beber Benny, mengalami hambatan saat memintai keterangan nakhoda kapal.

Pasalnya, beber Benny, selain masih trauma, nakhoda kapal juga mengalami gangguan pendengaran. “Jadi pertanyaan penyidik, harus ditulis terlebih dahulu,”beber Benny. (eds/jpg/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!