Uang yang Ditarik Masih Bisa Ditukar – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Uang yang Ditarik Masih Bisa Ditukar

KUPANG, TIMEX – Uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran rupanya masih dapat masih dapat ditukarkan oleh masyarakat. Dilansir dari www.bi.go.id, Bank Indonesia merilis 23 pecahan uang kertas dan 5 pecahan uang logam yang sudah dicabut dan ditarik dari peredaran, namun masih dapat masih dapat ditukarkan. Baik di Kantor Pusat Bank Indonesia (KPBI) maupun di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPw BI DN).

Khusus pecahan uang kertas yang ditarik pada 2 April 1988, seperti pecahan Rp 500/TE 1968-Sudirman, Rp 100/TE 1968-Sudirman, Rp 5.000/TE 1975, Rp 1.000/TE 1975, Rp 500/TE 1977 dan Rp 100/TE 1977 hanya dapat ditukarkan di KPBI hingga 31 Desember 2020.

Pecahan uang kertas yang ditarik pada 1 Mei 1992, seperti pecahan Rp 10.000/TE 1979, Rp 5.000/TE 1980, Rp 1.000/TE 1980 dan Rp 500/TE 1982 hanya ditukarkan di KPBI hingga 30 April 2025. Pecahan uang kertas yang ditarik pada 25 September 1995, seperti pecahan Rp 100/TE 1984, Rp 10.000/TE 1985, Rp 5.000/TE 1986, Rp 1.000/TE 1987 dan Rp 500/TE 1988 hanya ditukarkan di KPBI hingga tanggal 24 September 2028.

Pecahan uang kertas yang ditarik pada 15 November 1996, seperti pecahan Rp 0,05/TE 1964-Dwikora, Rp 0,10/TE 1964-Dwikora, Rp 0,25/TE 1964-Dwikora dan Rp 0,50/TE 1964-Dwikora bisa ditukarkan di KPBI dan KPw BI DN hingga 14 November 2029.

Pecahan uang kertas yang ditarik pada 31 Desember 2008, seperti pecahan Rp 10.000/TE 1998, Rp 20.000/TE 1998, Rp 50.000/TE 1999 dan Rp 100.000/TE 1999 bisa ditukarkan di KPBI dan KPw BI DN hingga 30 Desember 2018.

Sedangkan uang logam yang ditarik pada 15 November 1996, seperti pecahan Rp 2/TE 1970, Rp 10/TE 1971, Rp 10/TE 1974 dan Rp 10/TE 1979 bisa ditukarkan di KPBI dan KPw BI DN hingga 14 Nopember 2029. Dan, uang logam yang ditarik pada 31 Agustus 2010 yakni pecahan Rp 25/TE 1991 masih bisa ditukarkan di KPBI dan KPw BI DN hingga 30 Agustus 2020.

Lalu bagaimana mekanisme penukaran uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran? Menurut situs www.bi.go.id, Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran sepanjang masih dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal pencabutan dan masih dapat dikenali keasliannya.

Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.3 Tahun 2004 pada pasal 23 ayat 4 disebutkan bahwa hak untuk menuntut penukaran uang yang sudah dicabut, tidak berlaku lagi setelah 10 tahun sejak tanggal pencabutan.

Penukaran di Bank Indonesia dilakukan di KPBI dan KPw-DN Bank Indonesia yang terdekat. Waktu layanan mulai hari Senin-Jumat mulai pukul 09.00 – 11.30 waktu setempat. Selain di KPBI dan KPw-DN, penukaran uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran juga bisa dilakukan pada Kas Keliling Bank Indonesia. Untuk mengetahui lokasi dan waktu beroperasinya Kas Keliling Bank Indonesia dapat dikonfirmasikan kepada Departemen Pengelolaan Uang di nomor telepon 021-2981 8722, 2981 7297 atau Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPw-DN) Bank Indonesia pada hari dan jam kerja.

Selain penukaran uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran, Bank Indonesia juga melayani penukaran uang tidak layak edar seperti uang Rupiah yang lusuh dan rusak. Penukaran dapat dilakukan di kantor Bank Indonesia setempat atau pada waktu kegiatan kas keliling Bank Indonesia, dan di bank umum yang melayani penukaran uang.

Khusus uang lusuh, Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang lusuh atau uang cacat sepanjang dapat dikenali keasliannya.

Sedangkan uang rusak, Bank Indonesia atau pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia memberikan penggantian kepada masyarakat yang menukarkan uang rusak sebagai berikut. Apabila uang rusak dapat dikenali ciri-ciri keasliannya dan memenuhi kriteria penggantian uang rusak, masyarakat akan mendapat penggantian dengan uang layak edar sejumlah uang rusak yang ditukarkan.

Apabila ciri-ciri keasliannya sulit diketahui, penukar wajib mengisi formulir permintaan penelitian uang rusak untuk penelitian selanjutnya. Uang rusak yang ciri-ciri keasliannya sulit dikenali dapat dikirimkan dalam kemasan yang layak ke Bank Indonesia. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!