Kawal PPDB Online di NTT – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Kawal PPDB Online di NTT

DPRD: Ini Sebuah Kemajuan

KUPANG, TIMEX-Untuk pertama kali, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Provinsi NTT dilakukan secara online. Meski belum semua sekolah, namun kebijakan ini dinilai sebagai sebuah kemajuan dalam pengelolaan pendidikan di daerah ini.

Winston Rondo

Winston Rondo

Anggota Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo kepada Timor Express mengaku menyambut baik kebijakan yang diambil pemerintah melalui Peraturan Gubernur NTT nomor 162 tahun 2018, terkait pengaturan kapasitas tampung SMA dan SMK Negeri itu.

“Secara khusus PPDB online yang akan berlangsung pada 23-26 Juni mendatang. Memang baru sekira 40 sekolah, tapi ini sebuah kemajuan besar. Kami berharap sekolah dan dinas, taat azas dengan amanat Pergub tersebut,” kata Winston, Selasa (19/6).

Politikus Partai Demokrat itu mengimbau orangtua siswa dan calon siswa agar memanfaatkan dengan baik kesempatan PPDB online yang ada. Dia katakan, ini kemudahan besar karena bisa mendaftat dari rumah atau dari warnet tanpa perlu antri panjang dan kepanasan.

“Kami mengajak semua pihak agar sama-sama kawal PPDB supaya berlangsung transpara dan adil. Silakan laporkan jika ada kecurangan dalam proses PPDB online ini,” tambahnya.
Sebagai anggota DPRD, dia siap mengawal serius proses PPDB ini. Pihaknya juga mendesak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT untuk mencopot kepala sekolah yang dengan sengaja melakukan kecurangan dan melanggar pergub dan juknis PPDB.

Dia sebutkan, untuk PPDB online tahun 2018, hanya dua kabupaten yang belum bisa laksanakan, yakni Malaka dan Sabu Raijua. Hal ini karena kedua daerah itu belum bisa mengakses internet secara baik. “Kami berharap tahun depan seluruh SMA/SMK negeri bisa lakukan PPDB online karena lebih jujur dan adil serta transparan,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Kemendikbud mengingatkan, acuan pertama PPDB (penerimaan peserta didik baru ) untuk jenjang SMA sederajat adalah jarak rumah dengan sekolah atau zonasi.

Ketentuan teknis PPDB SMA sederajat diatur oleh pemprov masing-masing. Sebab, SMA sederajat menjadi kewenangan pemprov. Daerah yang memulai PPDB jenjang SMA sederajat setelah libur Lebaran antara lain DKI Jakarta mulai 26 Juni. Di Jakarta, sistem PPDB berbasis zonasi per kecamatan. Satu sekolah bisa dilamar siswa dari beberapa kecamatan terdekat.

Begitu pula sebaliknya. Pelamar dari satu kecamatan bisa melamar ke beberapa sekolah se-kecamatan maupun kecamatan terdekat. Contohnya SMAN 1 Jakarta yang berada di Kecamatan Sawah Besar, bisa dilamar siswa dari Kecamatan Sawah Besar, Kecamatan Gambir, Kecamatan Kemayoran, Kecamatan Menteng, dan Kecamatan Senen.

Sedangkan siswa dari Kecamatan Sawah Besar selain bisa melamar ke SMAN 1 Jakarta, juga bisa ke sekolah lain seperti SMAN 2 Jakarta, SMAN 4 Jakarta, dan SMAN 10 Jakarta.
Provinsi lain yang menjalankan PPDB setelah Lebaran adalah Nusa Tenggara Barat (NTB). Di NTB, masa PPDB dimulai sejak 28 Juni dan untuk jalur umum baru dibuka 8-10 Juli. Di NTB ada tiga jalur PPDB, yakni jalur prestasi, jalur prasejahtera, dan jalur umum.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, regulasi PPDB yang baru mengacu pada Permendikbud 14/2018. Di dalam Permendikbud itu dijelaskan bahwa untuk PPDB SMA berbasis jarak dari rumah peserta didik ke sekolah alias zonasi. Khusus untuk PPDB SMK, boleh tidak menerapkan sistem zonasi.
Sementara itu, di beberapa daerah sistem zonasi diterapkan dengan kombinasi nilai ujian nasional (unas) SMP. “Bisa (dikombinasikan). Asal (pertimbangan) yang utama zonasi,” katanya Senin (18/6).

Sehingga acuan utama dalam proses seleksi PPDB adalah jarak rumah dengan sekolah atau zonasi. Baru jika ditemukan siswa yang berada dalam zonasi yang sama, diukur menggunakan nilai unas atau kriteria penilaian lainnya.

Secara umum, PPDB berbasis zonasi sudah berjalan sejak tahun lalu. Namun pemberlakuan secara masal diharapkan berjalan mulai tahun ini.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Mansur mengatakan di daerahnya setiap pelamar berhak memilih tiga sekolah sesuai dengan zonasi yang ditetapkan. Untuk proses seleksinya dilakukan secara online berbasis nilai unas.

Dia mengatakan, kuota PPDB berbasis zonasi paling banyak terdistribusi untuk kategori PPDB umum. Yakni mencapai 65 persen. ’’Sisanya jalur prasejahtera maksimal kuotanya 25 persen dan jalur prestasi maksimal kuotanya 10 persen,’’ tutur dia.(wan/oki/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!