Jalan Ruas Balibo-Raimea Tanpa Drainase – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Jalan Ruas Balibo-Raimea Tanpa Drainase

JALAN BARU. Kondisi ruas jalan lapen Balibo-Raimea yang dikerjakan tahun 2016 di Desa As Manulea tanpa pasangan saluran.

YOHANES SIKI/TIMEX

BETUN,  TIMEX – Jalan lapen ruas jalan Balibo-Raimea, kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, jalan lapen yang rampung dikerjakan akhir tahun 2016, tanpa dilengkapi drainase.

Pantauan Timor Express, Selasa (19/6) bahu kiri jalan di sejumlah titik tidak dipasang saluran penahan. Galian saluran dibiarkan menganga tidak dipasang semen. Diperkirakan panjang galian saluran mencapai 1 km, dibiarkan begitu saja tidak terpasang penahan saluran.

Bukan hanya itu, kondisi jalan lapen yang sudah rampung dikerjakan itu kualitasnya diragukan. Sebab, belum berumur dua tahun tapi sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik. Batu berhamburan terlepas dari lapisan aspal, sehingga berbentuk kubangan terjadi di sejumlah titik. Ada pula penahan saluran yang sudah terpasang semen belum rampung dikerjakan.

Peningkatan jalan lapen ruas Balibo-Raimea tepatnya di Desa As Manulea, dikerjakan PT Win Alam Abadi dengan nilai kontrak Rp 3.527.640.000, tahun anggaran 2016.

Kondisi jalan itu membuat warga kesal. Sebab, diduga kontraktor kerja asal jadi kendati masa pemeliharaannya sudah berakhir pertengahan Juli 2017.

Warga Desa As Manulea, Gabriel Manek menuturkan, saluran penahan dihalaman rumahnya ikut di galing pakai ekskavator dan tidak dipasang semen. Beruntung setelah meminta bantuan salah satu anggota DPRD Malaka yang saat itu melintas di halaman rumahnya, sehingga akhirnya saluran di depan rumahnya di semen.

“Saya protes karena setelah digali tidak di semen. Kita mau masuk rumah saja susah. Setelah saya marah akhirnya saluran di depan rumah baru dipasang. Tapi kan kasihan di depan rumah warga lain sampai sekarang tidak di semen salurannya,” ungkapnya.

Menurut Gabriel, di sepanjang bahu jalan galian saluran kedalaman rata-rata mencapai satu meter, membuat warga kesulitan saat melintas keluar masuk rumah. Selain itu, saat musim hujan air tergenang karena setelah digusur tidak dibangun pasangan saluran. Bila tidak secepatnya dipasang saluran, tentu jalan lapen terancam longsor disepanjang bahu jalan.

Apalagi kondisi badan jalan tidak ada bahu jalan karena jaraknya sangat dekat dengan saluran yang digali tapi tidak di semen.

“Kalau tidak mau pasang semen sebaiknya jangan gali tanah. Kita minta supaya pemerintah bisa bangun penahan, jangan sampai saluran depan rumah bisa longsor,” ungkapnya.

Kepala Desa As Manulea, Gabriel Manek Lon mengaku bangga kondisi ruas jalan di wilayahnya yang sebelumnya rusak saat ini sudah diperbaiki jenis peningkatan jalan lapen. Jalan lapen dikerjakan tahun 2016. Saat itu ada dua titik ruas jalan bersamaan melakukan aktivitas kerja disepanjang ruas jalan di desanya.

Dia menuturkan, peningkatan jalan lapen ada item penahan saluran,  namun dirinya tidak tahu alasan belum juga membangun saluran di sejumlah titik. Kendati saat itu saluran sudah digali menggunakan alat berat ekskavator. Selain itu, dirinya tidak tahu siapa kontraktor pelaksana yang mengerjakan jalan lapen itu.

“Saya tidak tahu kenapa saluran jalan di depan rumah warga setelah digali tidak diikuti pasangan semennya. Kita harap ke depan bisa ada tindak lanjut sehingga jalan lapen tidak longsor akibat saluran belum terpasang,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Malaka, Yohanes Nahak  membenarkan adanya sejumlah titik saluran jalan di ruas jalan Balibo-Raimea yang sudah digali tapi belum diikuti pasangan saluran karena item galian tanah tidak masuk dalam kontrak. Saat itu meminta kontraktor untuk menggali saluran sehingga air saluran tidak merembes ke jalan.

“Item galian itu tidak masuk dalam kontrak. Galian itu kita sumbang saja. Kita minta bantuan dari rekanan untuk gali tanahnya saja sehingga airnya tidak masuk ke badan jalan,” jelasnya.

Menurut Yohanes, pekerjaan bertahap sehingga masyarakat tidak perlu mengeluh karena pasangan saluran di sejumlah titik akan ditindaklanjuti. Termasuk sejumlah titik jalan yang sudah rusak tentunya diusulkan biaya pemeliharaan untuk tambal sulam di sejumlah titik kerusakan jalan.

Sebab, masa pemeliharaan kerja dua kontraktor yang saat itu mengerjakan peningkatan jalan jenis lapen di ruas jalan Balibo-Raimea sudah berakhir sejak Juli 2017 lalu.

“Ruas jalan itu dikerjakan tahun 2016 ada dua paket tapi saya sudah lupa nama pelaksana. Masa pemeliharaan juga sudah selesai nanti kita turun lihat, yang jelasnya kita akan tindak lanjuti sesuai perencanaan,” tandasnya.

Dikatakan, untuk tahun 2018 ada lanjutan peningkatan ruas jalan Balibo-Raimea, untuk menghubungkan akses transportasi dari Kecamatan Sasitamean dan Io Kufeu. Dua titik jalan tepatnya di pertigaan jalan masuk ke kantor kecamatan dan satu titiknya menuju Fatuknutu Desa Kufeu arah menuju Raimea. (mg24/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!