Ratusan ASN Absen Pasca Libur Idul Fitri – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Ratusan ASN Absen Pasca Libur Idul Fitri

10 Terlambat, Enam Dijemput Paksa

SOE, TIMEX – Pasca libur Lebaran, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten TTS, absen. Jumlah ASN mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten sebanyak 1.600 orang, hanya 1.522 yang berkantor hari pertama setelah libur panjang.

Data itu diketahui saat Bupati TTS, Paulus Mella bersama jajarannya, melakukan sidak di 67 OPD, Kamis (21/6).

Sekretaris Daerah (Sekda) TTS, Marthen Selan kepada wartawan di ruang kerjanya menjelaskan, ASN yang tidak berkantor hari pertama pasca libur Idul Fitri akan diberi sanksi sesuai edaran Gubernur NTT yaitu pemotongan tunjangan kesra sebesar 10 persen.

Ratusan ASN yang tidak berkantor terdiri dari mereka yang izin, cuti dan juga tidak ada alasan masuk. Untuk pemberian sanksi, hanya diberikan kepada ASN yang tidak masuk tanpa alasan. Sanksi serupa juga akan dikenakan kepada ASN yang terlambat masuk kantor dan juga ASN yang tidak masuk sama sekali.

“Untuk angka pasti berapa yang tidak masuk tanpa alasan, izin dan cuti sekarang BKD masih rincikan. Sedangkan yang dijemput paksa tadi ada enam orang. Sementara 10 lainnya datang terlambat. Tadi yang datang terlambat berdiri sepandang rapat di ruang pak bupati. Sudah makan, baru dipersilakan duduk. Tadi yang terlambat pejabat eselon II adalah Kadis Perhubungan dan Komunikasi, Yulius Taneo,” ujar Marthen.

Marthen mengatakan, ASN di TTS sesungguhnya sudah tahu tentang sanksi yang akan diterima jika tidak masuk pada hari pertama libur Idul Fitri. Sebab, edaran terkait sanksi yang akan diterima ASN jika tidak berkantor pasca liburan adalah pemotongan tunjangan kesra. Sehingga jika masih ada ASN yang tidak berkantor, itu merupakan sesuatu yang disengajakan.

“Sebelum libur kan sudah ada edaran. Jadi kami sudah sampaikan kalau tidak masuk atau terlambat masuk kantor pada hari pertama libur, maka tunjangan kesra akan dipotong 15 persen,” papar dia.

Dijelaskan, jika pada hari kedua pasca libur masih ada ASN yang tidak berkantor, maka pemotongan terhadap tunjangan akan dinaikkan menjadi 20 persen. Hal itu diberlakukan agar memberikan pelajaran kepada ASN di TTS, sehingga benar-benar loyal terhadap tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan negara kepadanya.

Jika ASN ogah-ogahan masuk kantor, maka yang rugi adalah daerah karena pekerjaan yang diemban terbengkalai. Sehingga pembangunan dan pelayanan publik juga akan terbengkalai. “Saya rasa sanksi yang kita terapkan ini cukup baik, karena bisa mendisiplinkan ASN dalam menjalankan tugasnya,” pungkas Marthen. (yop/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!