Victory-Joss Unggul, Marhaen Mengejutkan – Timor Express

Timor Express

PILKADA

Victory-Joss Unggul, Marhaen Mengejutkan

BKH Beri Selamat kepada Victory-Joss
Marhaen Masih Yakin Menang

KUPANG, TIMEX – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi (Victory-Joss) unggul sementara hasil penghitungan cepat (quick count) Pilgub NTT 2018, Rabu (27/6). Berada di posisi kedua ada pasangan Marianus Sae-Emelia Nomleni (Marhaen) (selengkapnya lihat grafis).

Berdasar hasil hitung cepat Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Victory-Joss unggul di 12 kabupaten/kota, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Alor. Paket Marhaen yang membuntuti di posisi kedua menang di lima kabupaten, yakni Ende, Ngada, Nagekeo, Flores Timur dan Lembata. Selanjutnya, peringkat ketiga paket Esthon-Chris menjadi pemenang di Manggarai Timur. Dan, paket Harmoni unggul di Manggarai, Manggarai Barat dan Sikka.

Paket Victory-Joss bersama tim pemenangan dan pendukung sudah berada di Gedung DPW Nasdem NTT sekira pukul 13.30. Setelah memantau hitung cepat tersebut dari Lantai II, ratusan warga terus berdatangan untuk memberi selamat kepada paslon yang didukung Nasdem, Golkar, Hanura dan PPP itu.

Sekira pukul 19.30, calon gubernur Benny Kabur Harman menyampaikan selamat kepada Viktor Laiskodat melalui sambungan telepon genggam. Hal ini diakui Viktor saat memberikan keterangan kepada awak media. “Baru Pak Benny (Harman),” kata mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu.

Berdasarkan hitung cepat SMRC, Victory-Joss menang di 13 kabupaten/kota, yakni Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya. Sabu Raijua, Rote Ndao, Alor, Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka dan Kota Kupang. Hitung cepat tersebut menggunakan sampling 300 TPS yang tersebar di seluruh NTT. “Kami berterima kasih karena telah mempercayakan haknya kepada kami dan kami berjanji untuk melaksanakan sungguh-sungguh kepercayaan yang diberikan pada lima tahun kami memimpin,” kata Viktor yang didampingi Josef Nae Soi serta petinggi partai pengusung.

Meski sudah memastikan kemenangan melalui hitung cepat tersebut, Viktor mengimbau pendukungnya untuk tidak menggelar pesta atau eforia yang berlebihan. “Karena gubernur bukan menjadi tujuan. Kemenangan ini bukan menjadi tujuan, tetapi tujuan utamanya adalah membangun NTT yang hari ini sebagai provinsi termiskin ketiga. Kita ingin mencapai provinsi dengan tingkat yang lebih baik dari sekarang,” tandas Viktor.

Dia pun mengajak tiga paslon lain untuk sama-sama membangun NTT agar lebih baik ke depan. Pasalnya menurut dia, ketiga paslon lain merupakan orang-orang terbaik NTT. “Kita harap mereka bersatu dengan kita untuk membangun NTT lebih baik dari saat ini,” sambung Viktor.

Ia mengatakan semua program yang telah disampaikan saat kampanye akan dilakukan selama memimpin NTT.

Sementara calon wagubnya, Josef Nae Soi mengatakan membangun NTT harus secara bersama-sama. “Karena saya dengan Pak Viktor datang ke NTT ini bukan untuk mencari jabatan, tetapi kami berdua mau datang untuk mengabdi bagi NTT,” kata politikus Golkar itu.

Marhaen Tunggu C1-KWK

Pasangan Cagub dan Cawagub NTT Marianus Sae- Emilia Nomleni (Paket Marhaen) yang diusung koalisi PDIP dan PKB masih optimistis memenangkan Pilgub NTT 2018.

Ketua DPD PDIP Provinsi NTT Frans Lebu Raya di Sekretariat DPD PDIP NTT, Jl. Piet. A. Tallo, Kamis (27/6) malam, mengimbau seluruh pendukung Paket Marhaen untuk tetap bersabar menanti hasil C1-KWK yang sedang dikumpulkan oleh tim di setiap TPS. “Kita tunggu sampai selesai pengumpulan C1-KWK. Kita ini partai yang sportif, jadi jika hitungan kita menang berarti, ya kita menang. Tapi jika hitungannya paket yang lain menang maka kita akui kemenangan itu,” tandas Frans.

Menurutnya, hasil sementara yang masuk baru beberapa kecamatan dari setiap kabupaten. Untuk itu pihaknya tetap bersabar menanti hasil C1-KWK dan belum bisa memberikan proficiat kepada siapa-siapa. “Kita jangan kasih statemen yang macam-macam dulu, nanti membuat semangat kerja dari tim kita yang bekerja di lapangan lemah,” tegas Lebu Raya.

Dari hasil perhitungan, kita optimis menang karena masih banyak data dari kabupaten belum masuk,” ungkap gubernur NTT dua periode itu.
Sementara, Emilia Nomleni juga mengatakan, pihaknya tetap yakin akan memenangkan Pilgub.
“Jadi kami tetap pada posisi dengan keyakinan bahwa kami menang,” kata Emilia.

Menurut mantan anggota DPRD Provinsi NTT dua periode itu, data tersebut tidak diklaim sebagai hitung-hitungan real, jika tidak didukung bukti-bukti data. “Laporan-laporan cukup banyak dan kami tetap melakukannya. Modul C1-KWK yang memastikan. Sehingga jika sekarang itu dianggap bahwa ada paket yang sudah menyatakan menang, ini penggiringan opini, sehingga ketika ada hasil-hasil yang berbeda, pasti akan terjadi klaim-klaim lagi. Sehingga mari kita hormati seluruh proses dan kita berikan ruang kepada KPU yang memastikan bahwa seluruh proses ini berjalan sesuai dengan aturan,” kata Emilia.

Dia melanjutkan, untuk semua pendukung Paket Marhaen, simpatisan termasuk juga PDIP dan PKB, diimbau untuk tetap tenang dan bekerja mengawal semua proses ini sampai selesai.
“Kami meminta untuk semua pendukung dan semua simpatisan dan juga partai yang bertanggungjawab dalam perhitungan. Tentunya kita akan terus lebih tenang, tidak usah terpengaruh. Segala sesuatunya terus berjalan karena proses ini sudah berjalan sampai di ujung, dan kita akan menyelesaikan proses ini dengan baik,” harap Emilia.

Ketua Tim Pemenangan Paket Marhaen Viktor Mado Watun menyatakan hasil quick count yang dirilis lembaga survei terkait hasil Pilgub NTT 2018 merupakan sebuah upaya penggiringan opini.
Viktor mengatakan, sesuai data yang diterima DPD PDIP NTT secara lisan dari seluruh kabupaten di daratan Flores justru dimenangkan Paket Marhaen.
“Justru data lisan yang kami terima, kami menang telak dari Lembata sampai Labuan Bajo. Yang kita himpun sekarang adalah real count,” kata Viktor.

Menurut dia, dalam real count yang dilakukan, seluruh DPC PDIP segera mengumpulkan semua data modul C1-KWK, sebagai bagian dari pada hasil pasti yang nanti akan dilakukan oleh masing-masing KPUD di kabupaten/kota. “Jadi quick count mereka boleh menang, tapi kami juga mengklaim bahwa kami menang. Karena di Timor tidak mungkin seorang Emi Nomleni tidak mendapat suara di daratan Timor. Tidak mungkin,” tandas Viktor.

Bekas Wakil Bupati Lembata itu meyakini masyarakat NTT cukup cerdas, untuk itu dia mengimbau agar tetap tenang mengikuti proses ini dan semua tahapan di tingkat PPK sampai di tingkat KPU.

“Nanti akan diumumkan secara resmi oleh KPU, karena lembaga yang mengatakan bahwa menang kalahnya paslon yang maju kali ini di Pilgub itu adalah lembaga KPU, bukan quick count. Sehingga kita tetap mengejar real count yang semuanya tertuang dalam modul C1-KWK yang malam ini diharapkan semuanya sudah terkumpul di seluruh DPC PDIP se-NTT,” kata dia.

Viktor kembali menegaskan, jika berdasarkan hasil real count yang sekarang dihimpun PDIP Provinsi NTT, maka pihaknya optimis menang. “Pada beberapa kabupaten di daratan Timor, itu selisih sangat tipis sekira satu koma sekian persen dengan paket nomor urut 4. Sehingga kalau data suara daratan Flores masuk, saya rasa angkanya pasti akan berubah. Masa di Flores kita tidak mendapat suara. Kami punya keyakinan menang, karena selain kita keliling, sekarang informasi terbatas dari Flores dan seluruh teman-teman DPC seperti itu hasilnya, bahwa posisinya kita unggul tapi masih proses untuk Pilkada kabupaten, sehingga diminta bersabar untuk direkap sekaligus. Jadi saya memastikan bahwa quick count adalah penggiringan opini,” tegas Viktor Mado Watun.
Sementara, pantauan Timor Express, Paket Marhaen menang di TPS 2 Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. TPS 2 Kelurahan Oetete, merupakan TPS dimana Cawagub Emilia Nomleni memberikan hak suaranya.

Dalam perhitungan suara pukul 13.30, dari total 440 pemilih di TPS 2 dan yang memilih 337 dan 1 rusak, Paket Marhaen dengan nomor urut 2 unggul dengan perolehan 184 suara, sementara pasangan nomor urut 4 Viktor Bungtilu Laiskodat- Josep Naisoi (Paket Viktori-Joss) berada di urutan kedua dengan perolehan 133 suara.

Pasangan nomor urut 1 Esthon L. Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris) berada di urutan dengan meraih 34 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 3 Benny Kabur Harman–Benny Alexander Litelnoni (Paket Harmoni) memperoleh 5 suara.

Emiliana Nomleni memberikan hak suaranya di TPS 2 Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (27/6) pagi.
Sebelumnya terpantau, Emi, sapaan karib pasangan Cagub Marianus Sae itu mendatangi TPS sekira pukul 09.30 didampingi kakak kandung dan sejumlah keluarganya. Sebelum ke TPS, mereka berdoa bersama di kediaman Emi, selanjutnya mendatangi TPS dengan berjalan kaki.

Dia tampak mengenakan kemeja lengan panjang warna putih dipadu dengan kain tenun ikat. Sesampainya di TPS, Emi terlihat sempat antre selama 10 menit, barulah dipersilahkan petugas TPS dengan DPT sebanyak 440 pemilih itu untuk mengambil surat suara dan melakukan pencoblosan di bilik suara.

Emi kepada wartawan usai memberikan hak politiknya, mengatakan hari H pencoblosan merupakan akhir dari perjuangan dan tahapan yang dilakukan selama empat bulan terakhir. “Ini proses terakhir kita, sejak dari Januari. Kita serahkan semua prosesnya dan berharap berjalan baik, dan semua kita yang terlibat di dalam, mungkin hari ini selesai tugas kita untuk membangun NTT. Jadi kalau Tuhan mengizinkan siapapun yang ada di situ, kita semua harus bergandengan tangan untuk bersama-sama membangun NTT, karena NTT milik kita,” kata Emi.

Bekas Ketua Komisi B DPRD Provinsi NTT itu melanjutkan, semua perbedaan harus dikelolah untuk menjadi kekayaan dalam mengelolah NTT. “Rakyat NTT menunggu pemimpin yang baru untuk menyelesaikan banyak hal. Kami semua sebagai calon yang nanti Tuhan tetapkan sebagai pemimpin, memiliki tugas juga untuk bertanggung jawab melihat seluruh masyarakat NTT sebagai bagian yang dipercayakan Tuhan, untuk menjawab semua yang menjadi harapan masyarakat,” harap Emi.

Emilia mengaku optimitis terhadap proses politik di Pilgub NTT 2018 yang dijalani bersama pasangannya, Cagub Marianus Sae. “Saya selalu optimis karena ini merupakan anugerah Tuhan. Jadi apapun anugerah Tuhan itu sesuatu yang baik. Sehingga saya tidak berbicara soal kalah atau menang tetapi soal bagaimana Tuhan memberikan anugerah itu sebagai sebuah tanggung jawab,” kata Emi. “Jadi apapun yang Tuhan berikan itu, bagi saya itu hal yang luar biasa. Sehingga soal optimis, saya tetap optimis. Optimis dalam tanda bahwa semua hal yang menjadi anugerah Tuhan itu baik adanya,” lanjut dia.

Ditanya perasaannya tidak didampingi Marianus Sae, Emi katakan, walau tak bersama-sama pasangannya, namun spirit dan energi dari sosok Bupati Ngada dua periode itu tetap ada bersamanya. “Kalau kita omong bilang tidak ada rasa apa-apa, tidak juga. Tapi yang pasti bahwa saya terharu dan merindukan pasangan itu ada sama-sama. Tapi saya pikir, walau secara fisik dia tidak ada, tapi spirit dan energi positifnya untuk membangun NTT ada bersama-sama, dan itu yang bersama-sama kita sampai pada titik ini. Jadi bukan sekedar hanya kita yang berjuang, tetapi spirit dan energi pak Marianus Sae juga ada bersama-sama kita, dan oleh karena itu kita semua bisa bergandengan tangan sampai ke titik ini,” ungkap Emi.
Bagi Emi, hingga sampai ke titik sekarang ini bukan sesuatu yang mudah, namun cukup sulit

Tapi perjuangan itu kata dia, karena dirinya bersama-sama dengan Marianus Sae dan semua keluarga yang bergandengan tangan sehingga bisa mencapai sampai titik ini.

Indo Survei Pastikan Victory-Joss Unggul

Tak hanya SMRC, salah satu lembaga survei yang melakukan quick count (hitung cepat) hasil Pilgub NTT yakni Indo Survey & Strategy juga memastikan paslon Viktor Laiskodat dan Joseph Nae Soi unggul atas tiga paslon lainnya.

Koordinator/Manajer Riset Triatmojo didampingi Direktur Eksekutif Indo Survey & Strategy Hendrasmo, menyebutkan pada quick count Pilgub NTT kali ini, mereka memilih TPS secara acak dan sistematis dengan metode ilmiah, serta tidak ada unsur subyektivitas. Penentuan TPS itu sendiri menggunakan multistage random sampling dengan margin of error 1 persen. “Jumlah sampel yang kami ambil sebanyak 347 TPS dari 9.671 TPS (data KPU NTT) dengan partisipasi pemilih 72,18 persen. Sedangkan DPT yang kami jadikan dasar dalam metode ini adalah sebesar 3.177.562 pemilih,” sebut Triatmojo dalam konpers hasil quick count Pilgub NTT di Aula Hotel Neo by Aston, Rabu (27/6).

Triatmojo menjelaskan, dari data yang masuk sebesar 80,69 persen hingga pukul 17.10 wita, posisi pertama ditempati paslon Viktor B. Laiskodat-Joseph Nae Soi (37,24 %), disusul pasangan Marianus Sae-Emmilia Nomleni (24,85%), Esthon Foenay-Christian Rotok (19,30%) dan Benny K. Harman-Benny A. Litelnoni (19,19%).

Data ini, menurut Triatmojo tidak akan berubah. Kalaupun ada, mungkin hanya posisi paslon nomor urut 1 dan nomor urut 3 bisa berubah karena perolehan suaranya kedua paslon itu masih dalam posisi margin of error sebesar 1 persen. “paslon nomor urut 4 akan tetap pada urutan pertama karena selisih dengan paslon nomor urut 2 sekitar 12 persen lebih dan sudah jauh melebihi dari margin of error kami. Jadi kami berkesimpulan, gubernur dan wakil gubernur NTT 2018-2023 adalah paslon nomor urut 4,” jelas dia.

Selanjutnya mengenai perolehan suara di setiap kabupaten/kota, Triatmojo menyebutkan, paslon nomor urut 4 unggul di 14 kabupaten yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, SBD, Sumba Tengah, Sumba Timur, Sumba Barat, Ende dan Alor. Paket nomor urut 2 unggul di 4 kabupaten yakni Ngada, Nagekeo, Flotim dan Lembata. Paket nomor urut 3 unggul di 2 kabupaten yakni Sikka dn Manggarai Barat. Sedangkan paslon nomor urut 1 juga unggul di 2 kabupaten yakni Manggarai dan Manggarai Timur.

“Di seluruh kabupaten di Pulau Sumba, kemenangan telak diperoleh oleh paslon nomor 4 di atas 43 persen. Di Pulau Flores, pemenangnya bervariatif. Bisa dikatakan, peta kekuatan para paslon terbagi. Sedangkan di Pulau Timor, seluruh kabupaten/kota dimenangkan oleh paslon nomor 4,” ungkapnya. (cel/joo/tom/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!