Para Mantan Berebut ke Senayan – Timor Express

Timor Express

METRO

Para Mantan Berebut ke Senayan

ILUSTRASI: MARTHEN LADO/TIMEX

Persaingan Sengit di Golkar

KUPANG, TIMEX – Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan membuka pendaftaran calon legislatif untuk pemilu 2019 mulai Rabu (4/7). Di sisi lain, partai politik sedang mempersiapkan kader-kader terbaiknya untuk merebut kursi di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan juga tingkat pusat.

Menariknya, sejumlah nama bupati, bahkan gubernur NTT pun sudah disebut-sebut akan ikut bertarung menuju Senayan. Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam berbagai kesempatan telah menyatakan secara terbuka bahwa dirinya akan mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI pada pemilu 2019.

Hal ini dia akui saat diwawancarai Timor Express, 20 Juni 2018 lalu. “Doakan ya,” kata Frans Lebu Raya seraya guyon saat disinggung mengenai persiapan menuju Senayan.

Wakil Ketua DPD PDIP NTT, Viktor Mado Watun yang dikonfirmasi koran ini, Senin (2/7) mengakui, DPD PDIP baru akan menggelar rapat terkait persiapan pendaftaran caleg pada Selasa (3/7). Namun menurut dia, Frans Lebu Raya yang juga Ketua DPD PDIP NTT itu dipastikan akan ikut bertarung. “Iya, dari daerah pemilihan 1 (Flores, Alor, Lembata),” kata Viktor yang juga mantan wakil bupati Lembata itu.

Beberapa nama yang menurut dia digadang-gadang maju dari daerah pemilihan 2 (Timor, Sumba, Rote, Sabu), yakni Herman Hery (Anggota DPR RI) dan Ayub Titu Eki (Bupati Kupang). Dan, jika Emelia Nomleni yang juga calon wakil gubernur NTT kalah dalam pilgub 2018 ini, juga akan maju sebagai calon anggota DPR RI. “Tapi besok siang (hari ini) baru kami rapat di DPD,” terang Viktor.

Hal menarik juga terjadi di Partai Golkar. Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena kepada koran ini menjelaskan, partai berlambang beringin itu telah melakukan survei di setiap tingkatan untuk menentukan caleg. Dan, hasilnya sudah ada, Selasa (3/7).

Ditanya terkait kandidat caleg yang bertarung menuju Senayan, Melki mengatakan penentuannya di DPP Golkar. Namun tetap melalui proses survei. “Yang pasti yang disurvei itu seperti Ayub Titu Eki, Bupati TTS Paul V. R. Mella, Bupati Sumba Tengah Umbu Sappi Pateduk, Alfons Loemau, Frits Bria Seran, Julianus Poteleba dan saya sendiri,” sebut Melki.

Untuk dapil 1, nama-nama yang disurvei, misalnya Melchias Markus Mekeng, Sebastian Salang, Anwar Pua Geno, Honing Sani dan sejumlah nama lainnya. Dia katakan, jumlah kandidat yang disurvei pada setiap dapil berjumlah 200 persen dari jumlah yang dibutuhkan. Sehingga dipastikan setengah di antaranya akan gugur.

Pad pemilu 2019 nanti, persaingan di partai Golkar kian sengit. Walau hanya tujuh figur yang akan ditetapkan sebagai calon, namun saat ini total bakal calon sudah lebih dari tujuh orang. Salah satu figur yang siap bersaing adalah Alfons Leomau. Alfons yang sempat diwawancarai Timor Express belum lama ini di Jakarta mengaku secara tegas bahwa dirinya siap menuju Senayan. Ia mengatakan, selama ini perwakilan masyarakat NTT di Senayan masih kurang kinerjanya di beberapa komisi dan bahkan tidak ada sama sekali. “Kalau saya dipercaya oleh masyarakat NTT untuk menduduki jabatan sebagai anggota DPR RI nanti pada Pileg 2019 maka saya akan buktikan kepercayaan masyarakat itu dengan memperjuangkan apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat di NTT,” kata Alfons.

Sementara Ketua DPW Partai Perindo NTT, Jonathan Nubatonis kepada koran ini mengatakan, seluruh proses pendaftaran dan seleksi caleg DPR RI untuk Partai Perindo dilakukan di DPP. Sehingga pihaknya tidak mengetahui siapa-siapa yang akan lolos. “Tapi nama-nama yang sudah mendaftar seperti Eurico Guteres, Maijen (Purn) TNI Jan Piter Ate, Simon Nahak, termasuk saya,” kata Jonathan.

Sekretaris DPW PSI NTT, Junaidin Manhasan yang dikonfirmasi terpisah menyebutkan, proses pendaftaran caleg DPR RI di PSI juga dilakukan di DPP. Namun beberapa nama yang dipastikan siap bertarung adalah Piter Pitoby dan Ajub Tasoin dari dapil 2.

Sejumlah bupati yang disebut-sebut akan maju caleg tersebut segera mengakhiri masa jabatannya untuk periode kedua. Dan, daerah-daerah tersebut telah menggelar pilkada pada 27 Juni 2018, sehingga telah terpilih bupati yang baru.

Partai Hanura juga kali bakal menjagokan mantan Bupati Kupang dua periode, Ibrahim A. Medah menuju Senayan. Kali ini Medah tak lagi bersaing ke kursi DPD RI, tapi ke DPR RI. Oleh karena itu, dipastikan perebutan tujuh kursi dari dapil NTT 2 bakal lebih sengit.

Dalam berbagai kesempatan, Medah mengatakan dirinya siap merebut suara sebanyak-banyaknya agar kader Partai Hanura tetap lolos ke Senayan. Pada pemilu 2014 lalu, Partai Hanura meloloskan kadernya Saleh Husin dari dapil NTT 2. “Saya siap bertarung untuk kursi DPR RI,” tegas Medah yang juga mantan ketua DPRD Provinsi NTT ini. (cel/gat/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!