Diawali Penataran/Penyegaran Wasit/Juri – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Diawali Penataran/Penyegaran Wasit/Juri

REFRESHING WASIT/JURI. Sensei Awan Indrawan dan Sensei Ardius (duduk) saat memberikan penjelasakn kepada para wasit/juri tentang peraturan WKF terbaru, dalam penataran/penyegaran wasit/Juri di Honbu Dojo Shoto-Kai Sikumana, Selasa kemarin.

IST

Kejurnas Karate Shoto-Kai “Nona Mas Cup II” 2018 di Kupang

KUPANG,TIMEX – Kejuaraan Nasional karate Shoto-Kai memperebutkan Piala Bergilir Nona Mas Cup II 2018, akan digelar mulai tanggal 6-9 Juli 2018 di Honbu Dojo Shoto-Kai Sikumana.

Sekitar 200 karateka dari berbagai daerah di Indonesia, telah tiba di Kupang, seperti dari NTB, Riau, Sumatera Utara, serta para karateka Shoto-Kai dari Pengcab Shoto-Kai se-NTT, seperti dari Sikka, Rote Ndao, Sumba Timur, Ende, Sumba Barat Daya. Sedangkan Karateka Sulbar dan Jatim dijadwalkan akan tiba di Kupang hari ini.

Sebelum Kejurnas digelar, PB Shoto-Kai terlebih dahulu menggelar kegiatan penataran/penyegaran wasit/juri, yang digelar selama tiga hari di Honbu Dojo Shoto-Kai Sikumana, mulai Selasa kemarin (3/7) yang dipandu langsung Komisi Perwasitan PB Shoto-Kai yakni Sensei Awan Indrawan, SE.SH.Msi dari Jawa Timur dan sensei Ardyus ST. dari DKI Jakarta.

Penataran/penyegaran wasit/juri ini sendiri diikuti para wasit Shoto-Kai dari berbagai daerah di Indonesia, serta para wasit Pengprov FORKI NTT dan perguruan lainnya, yang akan membantu memimpin jalannya pertandingan dalam Kejurnas nanti.

Sensei Awan Indrawan kepada koran ini menjelaskan materi yang diberikan adalah peraturan WKF terbaru, karena ada beberapa perubahan yang signifikan yang harus disampaikan kepada para wasit/juri, sehingga saat mengambil keputusan kepada atlet-atlet yang akan diorbitkan menjadi atlet nasional maupun internasional, juga tidak salah dalam mengambil keputusan.
Pihaknya kata Sensei Awan, juga mengundang para pelatih mengikuti penataran/penyegaran Wasit/Juri ini, sehingga para pelatih juga bisa mengerti aturan-aturan yang baru.

“Sehingga saat mengarahkan atlet-atletnya, tidak salah dalam mengambil sikap. Cara melakukan protes yang baik dan beretika juga perlu kita sampaikan agar dipahami,” jelasnya.
Prinsipnya kata sensei Awan, dengan memberikan penataran/penyegaran kepada wasit/juri ini, khususnya di Shoto-Kai bisa membuka wacana baru dan mengubah mainset mereka (wasit/juri) bahwa ternyata banyak perubahan-perubahan yang berkembang dalam perwasitan saat ini.

Hal yang sama juga diungkapkan Sensei Ardyus. “Kita hanya mereview kembali aturan-aturan yang sudah disampaikan itu, dan ada beberapa perubahan yang perlu diketahui,” ungkap Ardyus.
“Kita juga melibatkan pelatih untuk mengikuti penataran/penyegaran wasit agar mereka mengerti aturan main, sehingga bisa menurunkan peraturan tersebut kepada atlet yang mereka bina, supaya bisa berbicara di tingkat nasional dan internasional,” tambah Sensei Ardyus.

Awan menambahkan Penataran/penyegaran wasit/juriini akan berlangsung hingga tanggal 5 Juli, dan juga undang wasit/juri FORKI NTT dan juga dari enam perguruan lainnya.(rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!