Kejari TTU Lidik Pengelolaan Dana Desa Biloe – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Kejari TTU Lidik Pengelolaan Dana Desa Biloe

Dugaan Kerugian Negara Rp 500 Juta

KEFAMENANU, TIMEX – Penyidik Kejaksaan Negeri TTU mulai melakukan penyelidikan awal terhadap pengelolaan dana desa di Desa Biloe Kecamatan Biboki Utara. Fokus penyelidikan dari penyidik Kejari TTU pada sejumlah item kegiatan yang dikerjakan tahun anggaran 2016 dan 2017.

Kundrat Mantolas

Kundrat Mantolas

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Kejari TTU, Kundrat Mantolas ketika ditemui Timor Express di ruang kerjanya, Selasa (3/7) mengatakan, saat ini penyidik Kejaksaan Negeri TTU melakukan penyelidikan awal terhadap pengelolaan dana desa di Desa Biloe Kecamatan Biboki Utara. Hal tersebut dilakukan atas pengaduan sejumlah warga Desa Biloe yang mendatangi kantor Kejari TTU dan mengadukan dugaan ketimpangan dalam pengelolaan dana desa selama dua tahun anggaran.

Ia menambahkan, kedatangan puluhan masyarakat dari Desa Biloe juga membawa sejumlah alat bukti dugaan penyelewengan pengelolaan dana desa tahun anggaran 2016 dan 2017 untuk dijadikan bukti awal dalam proses penyelidikan.

“Kita sementara fokus lidik penyelewengan pengelolaan dana desa Biloe Kecamatan Biboki Utara. Kami juga sudah kantongi bukti awal yang dibawa oleh sejumlah masyarakat yang datang mengadu,” ungkapnya.

Kundrat menguraikan, dokumen bukti yang diberikan puluhan masyarakat diantaranya tercantum sejumlah bukti terkait pengelolaan dana desa. Dari total kerugian negara sesuai pengaduan masyarakat sebanyak Rp 500 juta.

Total kerugian negara disebabkan oleh pekerjaan fisik tujuh unit sumur, 26 unit bak penampung air dan pembangunan gedung PAUD dengan ukuran 6×7 yang dikerjakan tahun anggaran 2016. Sedangkan untuk anggaran tahun 2017 item kegiatannya meliputi pembangunan saluran irigasi sepanjang 650 meter dan pekerjaan jalan usaha tani sepanjang 1.500 meter.

Kundrat optimistis akan mengusut tuntas dugaan korupsi penyelewengan pengelolaan dana desa yang dikerjakan oleh kontraktor Stefanus Bolaer, Yohanes Sikone Bukifan dan Maximus Seo. Ketiga kontraktor tersebut yang bertindak sebagai pelaksana proyek dana desa tahun anggaran 2016 dan 2017.

“Kita akan koordinasi dengan Inspektorat terkait hasil audit dan tindak lanjut dari kepala desa atas temuan dari Inspektorat,” katanya.

Selain itu, ia akan melayangkan surat panggilan kepada Kepala Desa Biloe, Agatha Bano dan ketiga kontraktor pelaksana fisik kegiatan dana desa tahun anggaran 2016 dan 2017.

Sementara, Kepala Desa Biloe, Agatha Rafu ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon seluler tidak menjawab bahkan pesan singkat yang dikirim ak direspon. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!