Timor Express

PILKADA

Pemenang Pilkada TTS Tunggu Pleno KPU

Tinggal 12 Kecamatan Belum Pleno

SOE, TIMEX – Sembilan dari 10 kabupaten penyelenggara pilkada sudah bisa memastikan pemenangnya. Ini berdasarkan hasil pleno tingkat kecamatan yang hampir selesai. Hanya Kabupaten TTS yang belum memastikan siapa pemenangnya.

Hingga Selasa (3/7), sudah 20 dari 32 kecamatan di TTS yang melaksanakan pleno rekapitulasi suara.

“Dari 20 kecamatan yang sudah pelno, hanya kotak saja yang sudah digeser ke KPU. Sedangkan hasilnya PPK belum antar, jadi kami belum bisa sampaikan hasil pleno di 20 kecamatan yang sudah lakukan pleno,” papar ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pilkada Serentak KPU Kabupaten TTS, Santi Soenbala di ruang kerjanya, Selasa (3/7).

Ia menyebutkan hasil pleno di tingkat kecamatan dijadwalkan pada tanggal 28 Juni sampai 4 Juli. Meski hasil plenonya belum disampaikan oleh PPK kepada KPU, namun hasil rekapan C1KWK telah sampai di KPU TTS. Meski demikian, pihaknya saat ini masih mengonfirmasi kembali kepada PPS, karena format C1KWK yang disampaikan ke KPU TTS, sebagiannya tertukar hasilnya. “Ada TPS yang masukkan data C1KWK pilbup ke pilgub, sementara data pilgub dimasukkan ke pilbup. Jadi kami masih konfirmasi ulang kebenarannya,” kata Santi.

Karena PPK belum memasukkan data rekapitulasi ke KPU, maka KPU pun tidak bisa menyampaikan hasil pleno pilkada di tingkat kecamatan. KPU pun meminta masyarakat bersabar. Sesuai jadwal dan tahapan, pleno tingkat KPU kabupaten dilaksanakan pada 4-6 Juli mendatang. “Di TTS kita akan mulai pleno pada tanggal 5 (besok). Sekarang Pak Sekretaris ada sementara koordinasikan tempat dan juga bersurat ke pihak keamanan untuk minta pengamanan saat pleno,” papar dia.

Santi juga menanggapi isu yang menyudutkan KPU TTS, yang menuduh KPU berpihak pada salah satu calon. Santi menjelaskan ada oknum sekretariat KPU yang berstatus PNS terlibat politik praktis. Oleh karena itu KPU sudah meminta Pemkab TTS melalui surat agar segera menarik oknum tersebut kembali ke Pemkab. “Kami semua yang ada di KPU TTS ini, saya jamin netral karena oknum yang diduga terlibat politik praktis, kami sudah bersurat ke Pemkab TTS untuk tarik kembali. Kami belum bisa sampaikan hasil pleno tingkat kecamatan, tidak ada kaitannya dengan keberpihakan kami pada salah satu paslon, tapi ini murni hasil rekapan hasil pleno dari PPK belum disampaikan ke KPU TTS,” tegas Santi.

Terpisah, calon Bupati TTS, Ampera Seke Selan yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya mengatakan ia belum bisa menyatakan dirinya menang atau kalah dalam pesta demokrasi di TTS.

Namun ia mengatakan yang perlu dibanggakan adalah ia bersama pasangannya Yaan Tanaem dan tiga paslon lainnya sudah mengikuti semua tahapan dan proses pesta demokrasi di TTS dengan baik. Jika setelah proses rekapitulasi dilakukan dan KPU TTS menetapkan salah satu paslon dari empat paslon yang bersaing menjadi pemenang, maka ia secara pribadi bersedia untuk bergandengan tangan bersama-sama bupati dan wakil bupati terpilih untuk membangun TTS lima tahun ke depan. “Kalah atau menang itulah proses demokrasi. Namun satu hal yang menjadi kebanggaan saya adalah saya sudah mampu berpartisipasi mengguncang panggung politik di TTS,” ungkap Ampera.

Sementara itu, calon Wakil Bupati TTS, Yefta Mella mengatakan berdasarkan hasil rekapan C1KWK yang dilakukan oleh tim pemenangannya, perolehan suara paslon Epy Tahun-Army Konay dan paslon Obed Naitboho-Alexander Kase di atas perolehan suara mereka. Meski demikian, ia menghargai proses di KPU yang sementara berlangsung sehingga belum dapat mengatakan bahwa mereka kalah dalam kontestasi pilkada di TTS. “Intinya siapapun dari empat calon yang berkontestasi keluar sebagai pemenang, kami siap mendukung untuk membangun TTS lima tahun ke depan,” ungkap Yefta. (yop/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!