Festival Sandalwood jadi Top Branding Internasional – Timor Express

Timor Express

RAGAM

Festival Sandalwood jadi Top Branding Internasional

WAIKABUBAK, TIMEX – Parade 1.001 Kuda Sandalwood dan Festival Tenun Ikat kembali digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk kedua kalinya di daratan Sumba. Pembukaan dua event pariwisata tersebut dimulai di Kabupaten Sumba Barat, Sabtu (7/7) lalu.

Kegiatan yang berpusat di Lapangan Manda Elu, depan rumah jabatan Bupati Sumba Barat itu berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga serta wisatawan domestik dan mancanegara.

Dua acara yang telah menjadi event tetap nasional itu dibuka oleh Gubernur NTT yang diwakili Asisten II Setda Provinsi NTT, Alexander Sena didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Marius A. Jelamu, M.Si dan Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole.

Acara itu dimulai dengan Festival Tenun Ikat yang diikuti oleh 150 perempuan dengan mengenakan baju kaos oranye yang dipadu dengan kain adat dari berbagai kecamatan di Sumba Barat.

Ratusan perempuan tersebut duduk di tempat yang disediakan panitia kemudian mereka masing-masing mulai menenun dengan motif kain tenunan yang berbeda.

Saat sedang menenun, para lelaki yang mengenakan pakaian adat kemudian menunggangi sebanyak 1.001 kuda dan melakukan parade dengan titik start di depan kantor Camat Waikabubak, kemudian menyusuri jalan protokol di wilayah itu dan finish di depan rumah jabatan Bupati Sumba Barat. “Ini sudah kali yang kedua kita gelar parade 1.001 kuda Sandalwood dan Festival Tenun Ikat. Kegiatan perdananya digelar pada tahun 2017 lalu,” ucap Marius di sela-sela acara pembukaan kegiatan itu.
Dua kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan ke pentas nasional dan dunia internasional tentang budaya asli Sumba.

Marius pun berharap, branding Sumba akan semakin hidup. Sumba Barat, sebut dia, memiliki branding internasional yakni Nihiwatu sebagai hotel terbaik di dunia. “Oleh majalah Focus asal Jerman, menulis bahwa Pulau Sumba sebagai salah satu pulau terindah di dunia. Ini branding yang kuat bagi NTT dan ini branding Indonesia,” sebutnya.

Ia pun mengapresiasi Bupati Sumba Barat dan masyarakat terutama para pemilik kuda dan para penenun yang telah menyiapkan lokasi yang sangat bagus dan telah memeriahkan kegiatan festival tersebut.

Lebih lanjut dirinya mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat se-daratan Sumba untuk menjaga dan mengeksplorasi budaya yang ada di Sumba yang begitu kaya dengan latar belakang filsafat marapu yang sangat kaya akan nilai, baik dalam nilai budaya maupun religius serta nilai-nilai lainnya. Seni budaya yang begitu kaya ini menurutnya perlu dilestarikan dan digali kembali serta dieksplorasi dan dikaji untuk menjadi tontonan yang menarik dan menantang.

Dikatakan mantan Kepala Biro Ekonomi Setda NTT ini, pariwisata NTT saat ini sangat semarak karena di mana-mana orang menceritakan tentang NTT karena perkembangan pariwisatanya yang sangat pesat. Kadis berharap semua daerah bangkit bersama. Dan untuk itu diperlukan kreatifitas dari pemerintah daerah untuk menggali seni budaya yang mungkin sudah punah tetapi yang bisa dikaji kembali untuk dipertontonkan kepada publik.

Menurut Marius lagi, kegiatan itu memiliki dampak positif, di antaranya masyarakat mulai terdorong untuk memelihara kuda Sandalwood karena mereka diberi apresiasi dan diberi tempat dalam pembangunan dengan cara ini. “Kegiatan ini akan meningkatkan martabat, budaya dan kuda itu bagian dari kebudayaan bagi masyarakat Sumba. Mereka merasa pemerintah sangat menghargai usaha mereka,” ucapnya.

Kadis Pariwisata NTT ini mengatakan pihaknya ingin menunjukkan kepada publik bahwa selain kuda, festival ini juga melengkapinya dengan tenun ikat. “Proses pembuatan tenun ikat yang sangat menarik. Kita ingin memberikan pembelajaran bagi generasi muda bahwa seni budaya itu identitas martabat yang keaslian harus dipertahankan, karena itu daya tarik, sangat unik dan tidak berada di tempat lain,” katanya lagi.

Memperkuat Branding

Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten II Setda NTT, mengatakan suksesnya Festival Sandelwood dan Festiwal Tenun Ikat ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2017 membuat pemerintah menjadikan kedua event tersebut menjadi event tahunan. “Pada tahun 2017 yang lalu kita telah sukses melaksanakan kegiatan Festival 1001 Kuda Sandalwood untuk pertama kalinya. Dan kali ini kita kembali untuk melaksanakan untuk kedua kalinya,” katanya.

Dia mengatakan, selama ini Pulau Sumba hanya dikenal dengan pasolanya, tetapi sesungguhnya Pulau Sumba juga memiliki kuda sandelwood dan tenun ikat yang sangat luar biasa dan bertebaran di seluruh Pulau Sumba. Dengan festival semakin memperkokoh branding baru untuk Pulau Sumba dan diharapkan dapat mendorong pengembangan obyek wisata dan percepatan pembangunan infrastruktur di tersebut.

Masih kata Gubernur NTT dua periode ini, kegiatan itu juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan sektor pariwisata dan sektor terkait seperti sektor properti dan perhotelan, menciptakan lapangan kerja di sektor pariwisata dan sektor sektor terkait lainnya.

Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa kegiatan itu terselenggara karena adanya komitmen bersama diantara para pimpinan daerah untuk memperkenalkan Sumba sebagai destinasi pariwisata yang baru. “Kita mau membangun pariwisata di Pulau Sumba dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas untuk membangun pariwisata melalui pembenahan sarana dan prasarana pariwisata serta sarana pendukung lainnya,” kata mantan Wakil Gubernur NTT ini lagi.

Untuk itu, Lebu Raya mengajak pemerintah daerah se-Pulau Sumba untuk membangun industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang berbasis pada penguatan nilai tambah pada produk pertanian, perikanan ekonomi kreatif dan lainnya melalui penguatan desa wisata dan kelompok kelompok ekonomi kreatif .
Sedangkan Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole mengapresaiasi terlaksananya kedua event itu.

Dirinya berharap agar melalui kegiatan itu nama Pulau Sumba terus mencuat menjadi salah satu destinasi wisata favorit tidak hanya di lingkup domestik namun juga mancanegara.
Pesona Sumba dengan daya tarik wisatanya menurut Niga merupakan berkat Tuhan yang menjadi keunggulan dan keistimewaan untuk membangun masa depan daerah dan masyarakat Sumba. Namun demikian menurutnya perlu dikelola dan dipromosikan secara baik.

“Adat dan budaya kita hebat, kearifan lokal kita elok, alam kita indah tetapi tanpa pengelolaan yang bagus dan oromosi yang masif tidak akan ada banyak orang yang tau dan datang ke Sumba,” katanya.

Festival ini baginya memiliki arti penting dan strategis dalam upaya menjaga, melestarikan dan sekaligus mempromosikan pariwisata di Pulau Sumba pada level nasional maupun internasional. Ini merupakan sebuah strategi pariwisata dengan menperkenalkan secara massif kuda sandelwood dan tenun ikat.

Parade 1001 kuda dan tenun ikat bagi Niga akan membangun peluang bisnis orang Sumba di dunia pariwisata Indonesia.

Pemerintah daerah dan masyarakat Sumba Barat akan terus berjuang dan berupaya menjadikan Sumba sebagai daerah tujuan wisata sehingga menjadi masa depan pariwisata nasional.

Parade 1001 kuda ini baginya bukan hanya sekedar untuk promosi pariwisata tetapi juga sebagai momentum refleksi bagi pemerintah daerah se-daratan Sumba untuk melakukan kiat-kiat pengembangan dalam rangka meningkatkan kembali populasi kuda sandalwood. Dirinya pun berharap agar festival kuda sandelwod dan tenun ikat ini menjadi satu langka awal membangun kerja sama dan menperkuat pariwisata pada empat kabupaten di Pulau Sumba.

Parade 1.001 Kuda Sandalwood dan Festival Tenun Ikat, digelar di dua kabupaten di Pulau Sumba, tanggal 7-12 Juli 2018. Dua kabupaten yang menggelar event ini yakni Sumba Barat dan Sumba Timur. Dua kabupaten yakni Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Tengah menunda kegiatan itu karena sedang menggelar Pilkada. Selanjutnya, pembukaan Festival Tenun Ikat akan digelar pada Kamis (12/7) mendatang di lapangan Pahlawan, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. (edy/opi/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!