Bupati Ancam Proses Hukum David Messah – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Bupati Ancam Proses Hukum David Messah

Gagal Rencanakan Pembangunan Taman Doa

KEFAMENANU, TIMEX – Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes mengancam akan melakukan proses hukum terhadap konsultan perencana pembangunan taman doa di bukit Neonbat Kelurahan Maubeli Kecamatan Kota Kefamenanu. Konsultan David Messah dinilai gagal menjalankan tugasnya sebagai konsultan perencana pembangunan taman doa, meski sebelumnya anggaran untuk perencanaan telah digunakannya.

Taman doa yang rencananya mau dibangun di bukit Noenbat itu akan dilengkapi dengan tempat ibadat lima agama yang ada di Indonesia dan ikon yang lebih ditonjolkan diantaranya pembangunan patung Kristus Raja dengan tinggi 58 meter yang akan menjadi patung Kristus Raja tertinggi di Indonesia, bahkan dunia.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes kepada Timor Express, Selasa (10/7) menegaskan, dirinya tak segan-segan melaporkan konsultan perencana pembangunan taman doa di bukit Neonbat kepada aparat penegak hukum untuk diproses.

Menurutnya, konsultan perencana telah dibayar oleh pemerintah kabupaten untuk merencanakan pembangunan taman doa, namun hingga kini tak kunjung selesai perencanaan yang dilakukan David Messah.

Ia memberikan deadline waktu kepada konsultan perencana untuk menyelesaikan dokumen perencanaan pembangunan taman doa di bukit Neonbat secara mendetail, sehingga pekerjaan taman doa segera dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana.

“Dokumen perencanaan itu kan tanggung jawab konsultan perencana, sehingga jika tidak dilaksanakan, ya ada instrumen hukum yang akan kita gunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan ini,” tegas Raymundus.

Ketua DPW Nasdes NTT ini menambahkan, apabila deadline waktu yang diberikan kepada konsultan perencana guna melengkapi dokumen perencanaan tidak terpenuhi, maka pihaknya akan merekomendasikan kepada Kejaksaan Negeri TTU untuk melakukan proses hukum. Adapun sejumlah alat bukti yang akan disertakan diantaranya proses pencairan keuangan serta sejumlah dokumen lain yang memiliki dampak hukum.

“Kita kasih kesempatan kepada pihak konsultan perencana untuk melengkapi dokumen sampai pada tanggal 13 Juli 2018. Namun apabila tanggal yang ditentukan tidak ditepati, maka proses hukum yang akan kita tempuh,” tegasnya.

Sementara, konsultan perencana pembangunan taman doa, David Messah ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon seluler mengungkapkan, pihaknya telah menyerahkan dokumen perencanaan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten TTU. Dokumen yang diserahkan tersebut berupa gambar detail pembangunan taman doa bersama bangunan pendukung lainnya.

Ia mengaku, masih terdapat sejumlah dokumen yang belum dilengkapi dan diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten TTU diantaranya hasil uji laboratorium tentang bahan resin. Namun pihaknya optimistis akan melengkapi dokumen tersebut sebelum berakhirnya deadline waktu yang diberikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes.

“Saya sudah menghubungi orang yang membantu untuk uji laboratorium bahan resin, tapi nomor tidak aktif sehingga saya akan turun langsung ke Surabaya untuk mengambilnya. Saya yakin sebelum akhir deadline waktu yang diberikan semua dokumen sudah akan saya lengkapi,” pungkasnya. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!